
"...Bagian bedah memang bagian yang paling tidak cocok untuk wanita,,,"Komentar Dokter Adrian sambil tersenyum setelah operasi..." Maaf,,,boleh saya tolong bukakan jubah mu...?"
"...Oh,,, terimakasih,,,Dok!" Sahut Lara terbata-bata... Buru-buru dia membalikkan tubuhnya dan membiarkan Dokter Adrian melepaskan tali-tali pengikat jubah operasi nya..."
"...Heran...dia bukan plonco lagi dalam menghadapi laki-laki,,, tetapi mengapa di depan dokter ini dia jadi salah tingkah...?"
"... Lara jadi tidak habis berfikir... Apa sebenarnya yang membuat seorang laki-laki menjadi tampak begitu menarik...?"
"...Masih mikirin dia...?"sindir Yeni sambil melirik ke dalam ketika mereka meninggalkan kamar operasi..."
"... mendadak kamu jadi alim...!"
"...Lagi mikirin Nyonya Tini !" Sembur Lara pura-pura kesal..." Kalau dia sadar nanti,,,kaki nya tinggal satu...!"
"... Bukan ngelamunin Dokter Adrian...?" Dia cakep,,,ya...? Muda,,,lagi! sayang,,,sudah punya anak...!"
"...Dia sudah kawin...?" sergah Lara kecewa..."
"...Masa ada Dokter bedah ganteng gituu belom kawin...?" ejek Yeni sambil tertawa lebar...puas karena dapat membalas dendam..."gay,,,kali!"
"...Yang benar,,,Yen! "Lara menggebuk bahu Kawan nya dengan gemas..."Dia sudah menikah belum...?"
"...Mana aku tahu...?"
"...Sialan!" Lara mengayunkan tangan nya untuk memukul lagi..."
"...Tetapi kali ini Yeni keburu menyingkir..."
"... Seporsi yakini ku,,,oke?"Yeni tertawa puas..."
"... Siapa yang percaya dengan berita bohong mu...?"
"... Ngga percaya? Tuh,,,suster Ima saksinya! Dia yang cerita waktu kamu masih di Ok!"
"...Kalau begitu ngapain teraktir kamu...? Tanya aja langsung sama dia...!"
__ADS_1
"...Sekarang Yeni yang menyumpah-nyumpah..."
...****...
"...Sambil menyendokkan nasi ke piring Lara,,, Lina bertanya hati-hati,,,"
"... kamu mau mengantar aku nanti malam,,,La? "
"...ke mana?"
"... Gedung kesenian..."
"...Mau apa kamu ke sana? Di sekolah musik mu ada dinas malam juga...? Semacam lembur begitu...?"
"...Hanya sekedar konser kecil untuk amal..."
"...Amal?" Belalak Lara *setengah tidak percaya..."
"...Maksud mu*,,,kamu main piano di tengah lapangan untuk penonton gratis,,, seperti aku dan teman-teman ku mengadakan bakti sosial untuk masyarakat...?"
"... Tentu saja tidak..." Lina menghela nafas sabar..."
"...sejak kapan kamu menjual kepandaian mu main piano...?"
"...Sekolah ku mengadakan konser untuk mengumpulkan dana,,," sambung Lina lunak..." hasil nya akan di sumbang kan pada gerakan orang tua asuh..."
"... Lalu...?"
"...Aku terpilih untuk mewakili sekolah ku... Sekalian memperkenalkan diri ku kepada publik..."
"...Mau apa kamu memperkenalkan diri...? Supaya foto mu di pasang di koran...?"
"... Lina hanya tersenyum tipis...sama sekali tidak tersinggung...Dia sudah kenal sekali sifat saudara kembar nya..."
"...mau nggak antar aku nanti malam..."
__ADS_1
"... Ngapain aku di sana...?" dengus Lara jemu..." Merekam berapa kali penonton memberi mu aplaus...?"
"... Cukup asal kamu buka telinga mu dan tutup mulut mu..."
"...Ah,,, aku ngantuk kalau dengar lagu-lagu klasik! Mozart,,, Bach,,, Beethoven,,, Schubert,,,tchaikovsky... Nggak,,,ah! Bosan! Apalagi kalau ada penyanyi bergaun panjang yang menarik suara sampai urat-urat nya bersembulan di leher...Hhh! Pusing!"
"...Kalau begitu aku terpaksa pergi sendiri..."
"...Tidak!" Potong Bu Raharjo yang tiba-tiba saja sudah muncul di ruang makan... Aneh...Biasa nya hari begini dia belum pulang..."Kamu harus mengantar nya...! kalau tidak,,,mau kamu suruh naik apa Lina ke sana...?"
" ... Taksi banyak,,,bus nggak kurang..."
"...Tidak bantah mama tegas..."
"...Lara menghela nafas dalam-dalam...Tamat!"
"...Kalau mama sudah turut campur tangan,,, Tidak ada tawar menawar lagiii... kata-kata nya selalu berarti vonis... percuma di bantah..."
"...Dan bibir Lara berkomat kamit tanpa suara mengikuti kelanjutan Sabdo pandito ratu..."
"... Kamu antar Lina ke sana,,,tunggui sampai selesai dan langsung pulang! jangan mampir ke mana-mana dulu!"
"...ini perintah,,, Lara menambah dalam hati..."
"...Dan ingat,,,jangan bawa tukang catut mu...!"
"... tukang catut! Ya,,, tuhan! pasti Heru yang di maksud mama... Siapa lagi...? Dan Lara tidak dapat lagi menahan letupan kejengkelan nya..."
"... Heru bukan tukang catut! Dia salesmen !"
"...Apa pun istilah mu,,,buat Mama dia tetap tukang catut!" sahut Bu Raharjo ketus..." Apa sih nama nya orang yang naik motor kesana kemari menawarkan dagangan?"
"....
teriamksih...
__ADS_1
tunggu next part ny yaaa...
jangan lupa like... komen...dan vote