Jangan Pergi Laraa

Jangan Pergi Laraa
Bab 22


__ADS_3

"... Lara sangat mengagumi nya...di mana lagi ada dokter bedah yang setampan dia? Yang demikian pintar... demikian berbakat... bukan hanya dalam bidang nya saja,,, tapi sekaligus dalam bidang bidang yang lain..."


"...Dokter adrian bukan hanya pandai membedah tubuh manusia dengan pisau operasi nya...Dia juga mahir bermain piano dan biola..."


"...pintar berenang,,, tenis,,,dan kempo!"


"... pengetahuan nya tidak sebatas ilmu kedokteran saja,,, tapi melebar pada soal soal politik dan olahraga... Dia bahkan mampu menyebut nama sederet penyanyi terkenal,,, lengkap dengan tophits nya...!"


"... Dan di hadapan pria yang nyaris begini sempurna,,,Lara seperti mendadak menjadi jinak..."


"... Kamu mulai di gosip pin,,,La!" Bisik Yeni beberapa hari kemudian... katanya kamu ada main sama dokter adrian! Hati hati saja ada yang mengadu sama dokter Prapto... Lebih celaka lagi kalau dokter Simon sampai tau...!"


"...Tapi apa yang mereka dapat adukan,,, pikir Lara kesal...Apa yang kami lakukan di rumah sakit ini kecuali diskusi dan mengobrol? Aku cuma memuja dan mengagumi nya! Salahkah itu?"


"... pergaulan mereka tidak pernah melewati batas batas hubungan antara seorang dosen dengan mahasiswi nya..."


"...Lagi pula Lara tidak percaya dokter-dokter pembimbing nya belum mengetahui hubungan nya dengan dokter adrian... walaupun tanpa kata-kata,,,apa yang lebih jelas dari pada pandangan mata yang demikian bergairah,,, yang terpancar dari mata mereka setiap kali bertukar pandang...?"


"... tetapi sampai saat ini,,,baik dokter Prapto yang judes maupun dokter Simon yang galak,,, tidak memberi komentar apa-apa... bukan kah itu berarti tidak ada yang keberatan dengan hubungan mereka? ya,,, apa pula yang mesti di larang selama hubungan mereka masih berada dalam batas-batas yang dapat di tolerir?"

__ADS_1


***


"... Sudah delapan kali Bu Raharjo bolak-balik dari ruang tengah ke pintu depan... sebentar sebentar menoleh ke jam dinding... Lalu sambil mengomel berjalan lagi ke pintu depan... mengintip ke luar...Dan masuk lagi ke ruang tengah..."


"...Ma! Udah deh!" Gerutu Nieke jengkel..." Jangan bolak-balik Mulu kaya mesin fotokopi gitu! Bikin Nieke senewen aja!"


"...Dia sedang berlunjur di sofa ruang tengah... Maksud nya mau belajar fisika... Tetapi melihat ibu nya mondar-mandir teruss sambil mengomel,,, konsentrasi Nieke jadi buyar..."


"... Bagaimana mama tidak khawatir,,, coba?" Keluh Bu Raharjo kesal sambil duduk di sebelah putri nya..."


"... Kamu tahu nggak,,, jam berapa sekarang?"


"... Tuh ada jam di tembok!" Sahut Nieke seenaknya..."mama liat sendiri deh...!"


"... sembarangan aja ngomong sama mama...!"


"...Ada apa,,, Bu?" Tanya papa yang bergegas muncul dari ruang sebelah..."


"...Lara belum pulang juga!" Sahut mama jengkel..."

__ADS_1


"... sudah jam sepuluh lewat lima menit...!"


"... Baru juga telat lima menit,,," bujuk papa sabar..."


"... barangkali jalan nya macet!"


"... film nya panjang kali,,,ma,,," sambung Lina,,, ikut ikutan menentramkan hati ibu nya..."


"...Atau motor Heru mogok lagi!" Nieke menyeringai masam..."


"... Barangkali dia menonton pertunjukan berikut nya,,," kata pak Raharjo tenang..." Tadi berangkat nya juga agak terlambat kok... katanya motor Heru mogok..."


"... Semua salah mu!" Bu Raharjo bangkit Sambil menghentakkan kakinya dengan kesal... Dan dia mulai mondar-mandir ke pintu depan..."


"...kalau sudah malam,,,kenapa tidak papa larang saja dia pergi....?"


".................


teriamksih...

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komen...


semoga suka....


__ADS_2