Jangan Pergi Laraa

Jangan Pergi Laraa
Bab 29


__ADS_3

...***...


"... Dari hari ke hari hubungan Lara dengan dokter Adrian bertambah erat... Lebih-lebih... setelah Lara lulus dari bagian bedah dan pindah ke bagian kulit kelamin......"


"... sekarang hubungan mereka menjadi lebih bebas... Dan Dokter adrian tidak malu-malu lagi menjemput Lara di bagian kulit kelamin dan mengantarkan nya pulang..."


"... kuliah klinik di bagian kulit tidak seberat di bagian bedah... waktu nya pun hanya satu setengah bulan...Lara dapat belajar dengan lebih santai...Dan menyisakan waktu lebih banyak untuk ke dua pacar nya..."


"...Lara memang belum memutuskan hubungan nya dengan Heru,,, biarpun dia sudah memulai pacaran dengan dokter adrian... tentu saja dokter adrian tahu... Tapi dia tidak pernah marah... Apalagi memaksa Lara untuk memutuskan hubungan..."


"... Cadangan,,," Gurau Lara ketika suatu malam mereka kebetulan membicarakan Heru saat sedang kencan..." Siapa tahu mendadak aku bosan pada mu...!"


"... Dokter adrian hanya tersenyum tipis..."


"...Kamu nggak marah,,,Ad ?"


"... Kenapa mesti marah?" Sahut Dokter adrian sabar..." Aku yang datang belakangan,,,kan? Sudah untung bukan aku yang jadi cadangan...!"


"...Kamu nggak cemburu?" Desak Lara penasaran..."


"... sama siapa? Heru?" Senyum dokter adrian semakin melebar..." Aku malah kasihan sama dia!"


"... Kasihan?"


"... tidak kasihan kalau cuma di anggap cadangan oleh pacar?"


"... mereka sama-sama tertawa lunak..."


"... Lagi pula aku tidak percaya kamu mencintai nya,,,La!"


"...Sok tahu...!"


"...Bukan gini sikap seorang gadis kalau dia mencintai seseorang pria! Kamu cuma membutuhkan nya... Bukan mencintai..."

__ADS_1


"...Wow! Susah nya pacaran sama dokter! Mentang-mentang ngerti psikologi! Pacaran saja di analisis!"


"... sekali lagi mereka tertawa...kali ini lebih lembut... selembut tatapan mata mereka yang terkunci dalam simpul yang erat dan lama..."


"... kemudian dokter adrian meraih tangan Lara dan meremas nya dengan mesra..."


"...Kapan aku boleh datang menghadap ibu mu,,,La?"


"...pada hari aku wisuda..."


"... sebelum itu?"


"... Boleh saja...asal kamu datang bawa berlian..."


"... untuk membeli mu?"


"... Siapa bilang aku bisa di tukar dengan berlian?"


"...Buat di taksir!" Lara tertawa puas karena merasa dapat mengecoh kekasih nya..." Itu kan pekerjaan mama!"


"... Dokter Adrian menggeleng gelengkan kepala nya Sambil tersenyum..."


"...kamu lain sekali dengan Lina!"


"... Sekonyong-konyong tawa Lara berhenti dengan sendirinya..."


"...Kenapa mendadak ingat Lina?" Tanya nya kering..."


"...Habis kamu beda sekali dengan saudara kembar mu!"


"...Apa yang kamu tahu tentang Lina?" Desak Lara agak cemburu..." Ketemu saja baru beberapa kali!"


"...katamu Dokter paham psikologi,,,kan? Sekali lihat saja pun aku sudah dapat membedakan kamu dari Lina!"

__ADS_1


"...Dia lebih menarik?"


"... tentu saja tidak... kalian punya daya tarik masing-masing,,, yang berbeda satu sama lain!"


"...Dan daya tarik itu sama besar nya?"


"... Dokter Adrian mengulum senyum nya...mata nya bersorot jenaka..."


"...Rasa nya ku dengar nada cemburu dalam suara mu,,,La!"


"... Kalau ku katakan,,,daya tarik mu sama besar nya dengan Heru,,,kamu tidak cemburu,,,Ad ?"


"... tentu saja tidak,,," sahut Dokter adrian santai..."


"...Lara membelalak kan matanya pura-pura kesal..."


"... Tetapi Adrian malah membalas dengan meremas hangat tangan nya..."


"...ingat apa yang ku katakan tadi?" Adrian mendekat kan wajah nya sambil menatap lembut..." Dokter mengerti ilmu jiwa! Dan aku mengerti sekali,,, Heru bukan saingan!"


"...Lara mencubit gemas lengan Adrian dengan tangan nya yang lain..."


...***...


"... Pacaran ni Yee"......................................


selamat membaca....


tunggu next bab yaaa


semoga suka


jangan lupa dukung author lewat like komen dan vote nya yaaaaaaa

__ADS_1


__ADS_2