
"... tetapi sekali lagi Lara merenggut tangan nya...kali ini dua kali lebih kasar...."
"... Tentu saja aku marah!" geram nya berang..." kamu sudah mengkhianati ku dan masih tanya aku marah atau tidak...? bagaimana mau mu? aku melompat lompat gembira,,, menjabat tangan mu dan mengucapkan selamat?"
...***...
"... tapi aku nggak tahu dia pacar mu,,,La!" tangis Lina penuh penyesalan…"kamu kan nggak pernah bilang!"
"…kata siapa aku harus lapor padamu siapa pacar ku?" dengus Lara ketus…………
"…kusangka kamu naksir Heru!"
"…siapa bilang nggak?"
"…Tapi kan kamu nggak bisa naksir dua cowo sekaligus?kamu mesti pilih satu!"
"…yang milih aku,,, bukan mereka!"
"…kamu tidak boleh memilih kedua nya!" sela Bu Raharjo tegas…"sebelum jadi dokter,,, jangan harap kamu mama izinkan menikah dengan siapa pun!" kalau sudah lulus dan kamu masih nggak malu punya suami tukang catut,,,oke,,, silahkan saja! itu hak mu!"
...***...
__ADS_1
"…Lara tidak sudi memperlihatkan kesedihan nya di depan Siapa pun…kalau dia terpaksa menangis,,, hanya keempat dinding kamar nya yang boleh menjadi saksi…tetapi malam ini ayah nya masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu lebih dulu…dan Lara terlambat menyeka air mata nya…"
"…maafkan papa,,, La,,," bisik ayah nya sambil menunduk…tidak sampai hati melihat air mata anak nya…"mesti nya papa bisa membela mu………melarang ibu mu mendesak Dokter adrian untuk menikahi Lina………"
"…Ah,,, bukan salah papa! Adrian kan punya otak! punya hati! punya mulut! dia bisa bantah kalau emang gak mau…!"
"… tapi papa tetap merasa mama tidak adil pada mu……"
"…Lama Lara menatap ayah nya sebelum bertanya…pertanyaan yang sudah lama mengendap di sudut hati nya yang paling dalam…"
"…pa,,,"cetus nya penasaran,,,"kenapa mama lebih sayang sama Lina?"
"…karena dia lemah dan penyakitan,,,La……semua orang kasihan pada nya…"
"…Bukan tidak sayang…hanya kamu selalu di paksa mengalah………"
"…nggak adil…!"
"…memang mama nggak adil pada mu…"papa duduk di sisi tempat tidur dan membelai kepala putri nya dengan lembut…"tapi salah papa juga,,,La…kalau penghasilan papa lebih besar,,,papa pasti masih punya hak untuk menentang kemauan ibu mu……"suara ayah nya berubah basah dan getir…" kalau status papa bukan cuma penjaga rumah,,, papa pasti masih bisa membela mu..."
"… ada kepedihan menyengat hati Lara... dia tidak tega menglihat ayah nya begitu tertekan…"
__ADS_1
"… pa…," bisik Lara sambil merangkul leher ayah nya…" kalau Lara nggak mau kawin seumur hidup,,,papa masih mau ngasih makan?"
"…Ada gelitik kecil yang membelai hati lelaki itu…inilah anak nya! Anak nya yang tidak pernah sudi di kasihani! Yang selalu memandang dunia Sambil tersenyum!"
"…papa nggak percaya…" pak Raharjo tertawa sambil menitikkan air mata…" nggak percaya anak papa yang begitu cantik nggak mau kawin! Hah! Baru sehari jadi Dokter,,, pasti sudah belasan pemuda yang antre mengajukan lamaran!"
"…lamaran kan bisa di tolak,,, dibuang ke tempat sampah!" Lara pura-pura merajuk manja…" pokok nya Lara nggak mau kawin!"
"…taruhan,,, sebelum uban memenuhi kepala papa,,,papa sudah punya selusin cucu!"
"…itu pasti anak Lina dan Nieke!" Lara tersenyum pahit…" mungkin juga anak si Blacky!"
"…dan pastinya anak mu juga!" pak Raharjo mencubit pipi anak nya dengan gemas…" yang paling sehat lucu dan nakal seperti ibu nya!"
"…Lara mau makan banyak-banyak biar gemuk! biar nggak ada cowo yang naksir !
.......
tunggu next bab ny yaaa
terimakasih buat yg udh baca.....
__ADS_1
jangan lupa like komen dan vote
sekian dan terimakasih