
...***...
"... Pacaran ni Yee!" Sambut Wati begituu Lara turun dari mobil dokter Adrian di depan polik klinik kulit dan kelamin..."
"... cembokur?" Belalak Lara pura-pura kesal... padahal dia bangga sekali... siapa yang tidak bangga kalau di antar Dokter bedah yang seganteng dokter Adrian?"
"... Nggak lah yauww! Cuma kasih peringatan! Saingan mu satu kampus!"
"... Termasuk kamu?" Lara tersenyum tipis Sambil melangkah ke ruang kuliah... Dokter Trisno tidak pernah terlambat... Dan sikap nya sinis sekali kalo ada koas yang masuk sesudah kuliah nya mulai..."
"...Ah,,,aku mah tau diri! Mo yang sekelas aja!"
"...hari ini giliran mu tugas di bangsal MH,,,La!"
"...Sambar Hadi yang baru keluar dari ruang perawat..."
"... Jangan lupa pakai sarung tangan!"
"... Ngaco!" Sahut Lara santai..." Penularan lepra nggak segampang itu! Perlu kontak yang erat dan lama!"
"... Siapa bilang? Tuh,,,di pipi mu sudah muncul makula hipopigmentasi,,,numuler,,, simetris,,,Lagi!"
"...itu mah bekas di sun Dokter Adrian!" Wati tertawa geli..." Bukan lesi lepra!"
...***...
__ADS_1
"...Lara menoleh ke jam tangan nya dengan kesal... sudah hampir pukul delapan... Tapi dokter Adrian belum muncul juga... padahal hari ini dia tidak praktek... Dan mereka mempunyai janji makan malam..."
"... Ada sesuatu yang ingin ku katakan pada mu,,,La..." Suara Dokter Adrian di telpon tadi terdengar lain dari biasanya... murung... Dan seperti nya..........agak bingung...Ada apa? Apakah karena pertemuan nya dengan mama kemarin...?"
"... Kelihatan nya mama tidak mungkin menolak dokter Adrian...mama sangat menyukai Nya... Lain dengan Heru...dari semula mama sudah alergi..."
"... apakah mama menyuruh Adrian menunggu sampai Lara lulus? Nah,,, siapa pula yang mau menikah sekarang...?"
"...Di mana kamu mau mengatakan nya?" Seperti biasa nya,,, Lara masih mengajak bergurau..." Di rumah sakit? Di bioskop? Atau di cafe?"
"...Kamu tidak pergi nanti malam?"
"... Tergantung ke mana kamu mau mengajak ku...!"
"...kita berdua saja?"
"... Dengan Siapa lagi?"
"... Habis suara mu begitu! Seperti mau mengajak dua gadis sekaligus...!"
"... Andrian tertawa pendek... Tapi meskipun dia masih mencoba tertawa... Lara dapat mengendus betapa galau perasaan nya... Dan sekarang....dia terlambat datang! Ada apa Sebenar nya? Apa yang ingin di katakan nya? Sesuatu yang sangat serius?"
"... Sekali lagi Lara melirik jam... kali ini Jam dinding... khawatir jam tangan nya rusak... Dan mata nya tidak sengaja terbentur pada Lina..."
"... Dia sedang duduk di sofa...Ada sebuah buku kecil di pangkuan nya... Tangan nya mencorat-coret halaman buku itu...Tapi paras nya hampa..."
__ADS_1
"...Haa! Kamu pasti lagi melukis profil pacar mu goda Lara jail... Dari pada iseng menunggu..." Coba aku lihat...!"
"... dengan gesit di sambar nya buku di pangkuan Lina... sejenak Lina tertegun..."
"...Harapan ku...," Lara membaca dengan gaya sedang berdeklarasi..."
"...Alamak! Kamu lagi bikin puisi,,,Na?"
"... Kembalikan!" Seru Lina panik... serentak Dia bangkit mengejar Saudara nya..."
"... Tapi Lara lebih gesit berkelit...Lina mencoba menubruk nya... Tapi sampai napas nya memburu,,, dia tidak berhasil juga merampas kembali buku nya..."
"... akhirnya Lina menyerah... Sambil memegang dada nya dengan napas terengah-engah dia menjatuhkan diri nya di kursi..."
"...Melihat keadaan saudara nya,,,, Lara takut juga... Sambil menyembunyikan rasa sesal dan khawatir yang mulai menyerang nya,,, buru-buru Lara duduk di samping Lina dan mengembalikan buku nya..."
"...Sory!" Cetus nya sambil membelai bahu Lina...."
"...Cuma becandaa..."
"...Lina tidak menjawab... Dia mengatur napas nya sambil memegang buku nya erat-erat..."
makasih udah baca....
jangan lupa like komen dan vote
__ADS_1