Jangan Pergi Laraa

Jangan Pergi Laraa
Bab 14


__ADS_3

"… ramai betul praktek mu,,,la!" kaktus Wati separuh mengejek…" banyak pasien,,, iya?"


"… bukan banyak lagi! hampir papah pinggangku!"


"… sama saja,,, la ! aku juga kebanjiran pasien! woh! meresusitasi lelaki sebesar Mike Tyson,,, hampir rontok jantungku! uh,,, ayahku benar-benar jahat! kalau dia tahu begini susahnya sekolah dokter,,, kenapa dipaksa nya aku jadi dokter?"


"… mau tak mau Lara terpaksa tersenyum menyambut kelakar temannya itu… tetapi senyumnya segera menyapu ketika matanya berpapasan dengan korban yang ter hantar di depannya…"


"… dia masih muda… mungkin 25… 26… bisa juga lebih sedikit…peduli apa dengan umurnya… pokoknya dia masih muda…dan… tampan…"


"… rahang nya kokoh… ada lekuk di dagu nya yang mengingatkan lara pada kirk douglas… dan matanya! aduhai… mata yang selalu bersorot nakal itu… mata yang selalu manja merayu dengan daging lebih di bawah kelopak matanya… dia begitu mirip Warren beaty!"


"… ngebut,,, ya,,,?" gerutu suster Ima sambil melepaskan jaket pemuda itu…" sudah mabuk,,, ngebut,,, lagi!"


"… anak muda itu mengeluarkan beberapa gumam yang tidak jelas dari mulutnya… tertawa tawa beberapa kali tangannya mencoba meraih suster Ima…"


"… kurang ajar!"maki suster Ima mangkal…" tolong,,,nur,,, pegang di tangannya… biar bisa ku buka bajunya!"

__ADS_1


"… bintang film kali ya,,, La,,," bisik Wati kagum ketika suster Ima telah berhasil melepas jaket dan baju pemabuk itu…"


"… bodinya boleh,,, tampangnya keren!" waduh,,, kamu pasti di lupa sama capek mu…"


"… kalo bukan berandal nyasar!" dumal Lara muak… terus terang dia segan menghampiri pasien yang satu ini… sudah mulutnya kotor,,, tangan nya jail,,,lagi… bagaimanapun gantengnya seorang pasien,,, Lara tidak sudi di jamah,,, apalagi dipegang pegang waktu memeriksa…!"


"… mau diperiksa,,, dok?" tegur suster Ima tatkala dilihatnya lara yang masih tertegun di tempatnya…"


"… tentu saja,,,umpat Lara dalam hati… habis mau diapakan lagi?"


"… hati-hati Lara menghampiri pasien itu… dan mata anak muda itu,,,mata yang merah berair,,, menatapnya dengan nyalang… bibirnya terkuak menyungging kan sepotong senyum kurang ajar… dan dia meneriakkan suatu ungkapan yang artinya tidak dimengerti lara…"


"… sialan,,, kutuk nya dalam hati… belum pernah aku diejek pasien…!"


"… dengan muka merah pada menahan marah,,, di hampiri nya pasien itu…dan dia mulai sibuk memeriksa…"


"…kalau ada yang sakit,,,bilang!"sergah nya galak…sambil menekan sana,,,mengetuk sini,,, tanyanya bengis,,,"sakit?"

__ADS_1


"… tetapi sebaliknya dari menjawab,,,berandal itu malah tertawa terbahak-bahak…mulut mulutnya berkecap-kecap nikmat,,, sementara tangannya siap mencolek… terpaksa Lara mundur dengan sendirinya…"


"… dia benar-benar kewalahan… bagaimana dia dapat memeriksa dengan baik kalau harus selalu berjaga-jaga terhadap colekan nakal bajingan ini…?"


"… Lara sudah memutar kepalanya,,, menoleh kepada Wati untuk meminta tolong… Wati tidak cantik… dan tubuhnya tambun… biarpun sedang mabuk,,, berandal ini pasti dapat membedakan sedan dari bus…"


"… tetapi mulutnya yang sudah separo terbuka itu cepat-cepat ditutup nya kembali… brengsek! Wati sudah tidak ada di sana…"


"… dia pasti sudah melihat gelagat jelek dan buru-buru menyingkir… biarpun lemak nya tebal,,, colekan seorang bajingan pasti terasa juga… dan Wati memilih segera keluar lapangan daripada ikut terlibat…"


terimakasih....


jangan lupa dukung author yaa Guys


jangan lupa vote komen dan like


semoga suka...

__ADS_1


tunggu next bab ny yaaa...


__ADS_2