
"... Tidak penting dari mana saya dapat rokok ini,,," sahut nya seenak nya...Di hirup nya rokok nya dengan lebih nikmat..."
"...Baik,,," cetus Lara gemas..." Merokok laaah terus...!"
"... Dia pura pura berbalik hendak keluar... dan pasien itu buru buru meletakkan rokok nya di asbak..."
"... kau tahu,,, dokter?" Tanya nya sambil menyeringai jenaka..."
"... Apa?"
"... saya tidak percaya kau tidak suka rokok...!"
"... bukan urusan mu...!" Geram Lara gemas..." Yang jadi Dokter nya saya,,, bukan kamu! Kalau saya bilang tidak boleh merokok,,, itu berarti perintah...!"
"...Wow,,, macan,,,bo!" Cetus nya pura pura ketakutan..."
"... kau tahu kenapa saya menolak di pindah kan ke rumah sakit yang lebih bagus,,, dokter?"
"... saya tidak wajib menjawab setiap pertanyaan mu,,, kan?" Sahut Lara judes..." Nah,,, pakai baju mu...!"
"... tapi,,, dokter... bagaimana dokter memeriksa kalau saya pakai baju?" Ada senyum kemenangan di bibir nya... Tidak melecehkan tapi cukup membuat paras Lara memerah sedikit..."
__ADS_1
"...ceriwis maki Lara dalam hati..."
"... Tetapi harus di akui nya,,, walupun gemas,,,dia mulai tertarik pada lagak lagu pemuda ini... Dan tentu saja pada dada nya yang bidang itu...pada otot otot yang bersembulan di sana... Dan pada bulu-bulu hitam yang menyemaki dada nya..."
"... persetan! Mati-matian Lara harus berusaha agar pandangan nya tidak turun ke dada yang terbuka itu... Tetapi bajingan ini memang kurang ajar... dia tahu sekali di simpan nya pesona yang memukau itu..."
"... Dan sekali berandal tetap berandal... Dia tidak bosan bosan nya menggoda Lara setiap kali dia datang mengontrol keadaan nya... padahal sebagai koasisten,,, sudah menjadi tugas nya untuk mengontrol keadaan pasien nya setiap pagi..."
"...Aku betul-betul tobat sama pasien di kamar tujuh itu...!" Gerutu Lara,,, tentu saja hanya pura-pura kepada teman-teman nya..." Kalau belum di ancam,,,dia belum nurut...!"
"... Kalau begitu mesti di rayu,,,La...!" Goda Hadi sambil tersenyum mengejek..." Pasien-pasien kelas satu kan lain... Apalagi kalau dokter nya kece...!"
"...Apa mu yang mau kamu tukar? Pacar mu yang ketombe an itu?"
"...pasien mu!" Yeni mengedip jenaka..." Tukar sama pasien ku yang di kamar enam...!"
"...meledak tawa teman-teman nya... Hadi sampai terpingkal-pingkal..."
"... maksud mu,,, pasien mu yang hampir kadaluarsa itu,,, Yen?" Lara tertawa geli..." Yang tiap malam mesti di kateter? Sory aja deh,,, Yen! Aku masih waras kok...!"
"... Tadi kamu bilang tobat sama pasien mu! Dia ceriwis,,,kan? Suster-$uster pada ngadu tuh...!"
__ADS_1
"... Tapi dari pada pasien mu yang tua itu,,, lebih baik aku dapat dua lagi Pasien yang kayak dia,,, Yen!"
"...wah,,,mau nya!" Sambar Hadi sinis..." Biar kamu betah di bagian bedah ya,,,La?"
"...Apa kode mu,,,La?" Tanya Yeni tiba-tiba..."
"...Kode apa?"
"...wah,,, pura pura! Kalau dokter pacaran sama pasien,,, mesti punya kode kode khusus yang suster ngga tau,,,kan...? Misalnya saja,,, sakit kepala berarti aku rindu padamu! Sakit perut arti nya cinta kah kamu pada ku?"
"... Lara cuma tersenyum masam... Yeni memang Konyol... tetapi bagai mana pun,,,dia harus mengakui,,,dia jadi bertambah betah tinggal di rumah sakit sejak masuk bagian bedah..."
"... apakah karena pasien yang satu itu,,,pasien lain dari yang lain? Atau...karena dokter adrian?"
"... Alangkah bahagia nya dapat mengobrol dengan dia... mendiskusikan suatu kasus... Dokter adrian begitu pandai menjelaskan hal-hal yang belum diketahui Lara... Dia begitu telaten menurunkan ilmu bedah nya..."
terimakasih...
jangan lupa vote like komen....
semoga suka....
__ADS_1