Jangan Pergi Laraa

Jangan Pergi Laraa
Bab 51


__ADS_3

".... beberapa hari ini kamu kelihatan nya gelisah................


"...dokter Adrian menghela napas... dia me madam kan puntung rokok nya di asbak... dan bangkit tanpa me lepaskan tangan istri nya.....


"...Soal pekerjaan,,," kata nya singkat sambil mem bimbing istri nya ke Kamar..." kok belum tidur?"


"... hati ku nggak enak terus,,," sahut Lina murung... aku terus-terus an me mikir kan Lara... ada apa,,, ya?"


"...apa dia Sakit?"


"... kenapa nggak,,, telpon saja?" tukas Adrian setelah tertegun sejenak... benar kah ada ikatan batin yang begitu berat antara dua anak kembar?


"... sudah dua kali... tapi Lara selalu tidak ada di rumah... cuma ada Papa dan Nieke...."


"... arti nya dia sehat,,, kan?" bujuk Adrian lunak..." kalau sakit,,, pasti dia diam di rumah!"


"... ada sesuatu yang di sembunyikan papa,,," Lina murung...." aku dapat me rasakan nya..."


"... tentang apa?" tanya Adrian dengan dada ber debar debar.... apakah lara sudah bicara pada ayah nya soal penyakit nya?"


"... tentang Lara... tapi papa tidak mau terus terang..."


"... pasti bukan soal penyakit...Lara selalu sehat,,, kann"


" Lina duduk di tempat tidur nya... memeluk guling nya sambil merenung......


"...kaki nya sering sakit... mungkin kah ada penyakit di kaki nya?"


".... Adrian hampir lupa menutup pintu kamar.... sejenak dia ter tegun bengong........


" .... tolong tanya kan pada Papa,,, Lara sakit apa,,," pinta Lina sungguh sungguh...." tidak ada yang mau terus terang pada ku......"


"... itu karena kami semua menyayangi mu,,, na..."


"... Adrian me rangkul istri nya dengan lembut...." kami tidak mau kamu ikut stress.... "


"...stress apa?" Lina menoleh dengan Cepat... di tatap nya suami nya dengan tajam dalam kegelapan.... memang nya Lara kenapa?"


"... tidak apa-apa,,, bantah Adrian Gugup...." dia cuma hampir menikah.... dan kami semua me ragukan pria itu...."


".... Dedi Martondang? rasa nya dia pria yang cocok untuk Lara...."


"... dia pemabuk dan berandal..."


".... dulu.... sekarang tidak lagi...!"


"...mengapa kamu begitu yakin? kamu tidak kenal dia!"

__ADS_1


"... tapi ketika melihat nya,,, aku tahu mengapa Lara memilih nya......"


"... kamu juga menyukai nya?" Adrian mengecup pipi istri nya dengan hangat...." anak kembar biasa nya punya selera yang sama,,, kan? hmnnm,,, jangan bikin suami mu cemburu!"


...****...


"....Direktur ku ber halangan berangkat ke Seoul,,,, La kata dedi di telepon malam itu.... "istri nya masuk rumah sakit... Stroke... aku terpaksa meng gantikan nya besok...."


"... begitu mendadak?"


".... baru tadi di putus kan dalam Meeting,,,, aku harus berangkat besok pagi... kamu nggak usah ngantar... aku di antar mobil kantor..."


"... lara bersandar ke dinding... kaki nya terasa lemas.... pada saat dia sangat meng harap kan dukungan,,, kekasih nya justru harus pergi me ninggalkan nya!


"... La!" panggil Dedi pula... kok diam?"


".... Lara menghela napas panjang......


"....membayangkan mu di Seoul bersama gadis gadis korea yang cantik...."


".... Dedi tertawa lebar...........


"...jangan hawatir! aku cuman di suruh lihat Mobil,,,, bukan cewek!"


"... berapa lama,,, Ded?"


".... bilang aja seminggu!"


"... kangen?"


".... so pasti....."


".... aku telpon tiap malam... oke?"


"... jangan tiap malam.... Mahal...."


".... kantor kok yang bayar!"


"... nanti kamu di pecat.... boros...."


".... nggak bakal! susah kok cari pegawai kayak aku!"


"....Ded,,,," panggil Lara lembut.......


".... begitu lembut nya suara lara sampai Dedi merasa hatinya ber debar-debar.......


".... ya,,, sayang?"

__ADS_1


".... aku ingin me lihat mu....."


".... sekarang?"


".... kapan lagi? besok pagi kamu sudah pergi,,, kan?"


".... enggak terlalu malam ke rumah mu? ibu mu nggak ngomel?"


"... ingat box telepon di dekat rumah ku?"


"... Dedi tertegun sejenak.... tiba-tiba senyum nya merekah lebar......


...***...


"...Dedi berlari-lari me nyebrangi jalan di depan rumah Lara... malam itu gerimis mulai turun... tapi dia tidak peduli....


"....Lara membuka jendela kamar nya lebar-lebar dan me lambai kan tangan nya....


".... Dedi melempar kan se ikat mawar merah ke jendela sperti dulu juga,,, Lara gagal menagkap nya....mawar jatuh ber serakan di tanah....


".... Dedi mengecup tangan nya dan melambai kepada lara......


".... Lara duduk di bingkai jendela... menatap pemuda itu sambil tersenyum.... perlahan-lahan air mata nya meleleh ke pipi.............................


*


*


*


*


hay hay hay


maksi udah nungguin akuu😆


geeeerrrrr banget si aku🤣


maksi udah bacaa


jangan lupa tinggalkan jejak


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2