
"…iya dong,,,mau di apakan lagi?" Dia muntah ngk tadi?ada yang tau dia pingsan,,,tidak?"
"…mungkin ayah ibu nya sih tahu,,, dok,,,sahut suster Ima sabar…tetapi mereka sudah meninggal…"
"…kalau begitu masih ada kemungkinan komosio selebri…harus observasi tensi,,, nadi,,, dan kesadarannya,,, kata Clara sambil menggunakan sarung tangan steril nya…"
"…dan mulailah dia berjuang untuk menjahit luka di kepala anak itu…tetapi menjahit luka di kepala seorang yang anak kecil yang sedang menangis meronta-ronta tidak gampang apalagi menjahit kulit kepala yang keras dan lihat lihat beberapa kali jarum dan pinset terlepas dari tangan Lara sehingga terpaksa diganti dengan yang baru…"
"… pinjam jarum baru dari zaal,,,nur!" tukas suster ima sambil menghela napas panjang…"
"… terus sekarang dia sudah kewalahan mengganti jarum terus-menerus… persediaan jarum steril di igd sudah hampir habis,,, tetapi luka di kepala anak itu masih tetap menganga…!"
"… mereka baru sama-sama menghela napas lega ketika akhirnya setelah berjuang hampir satu jam luka di kepala anak itu tutup juga…"
"… jahitannya rapi dok,,,,puji suster Ima letih..."
"… bertugas membantu dokter memang melelahkan… tapi membantu seorang calon dokter lebih repot lagi…!"
"… untung suster ima sangat sabar…jarang ada perawat senior yang seperti dia… terhadap dokter ataupun koasisten,,,sikapnya sama saja…"
"…tolonglah anak ini di observasi ya,,,sus,,,pinta Lara sambil menyeka keringatnya…"saya mau minum sekalian lapar dokter jaga…"
__ADS_1
"…mendingan di sini saja,,,dok,,,"sergah suster Nurhayati yang sedang mengintai keluar…di luar ada ambulan sungsang!"
"… sungsang?"desis Lara heran apanya yang sungsang,,, sus?"kalau sungsang,,, bagian obgyn,,,kan…?"
"…yang sungsang ambulans,,,dok! artinya pintu belakangnya persis menghadap pintu UGD… biasanya ambulans yang mundur cepat-cepat seperti itu selalu berarti pasien gawat!"
"…mudah-mudahan bukan kasus bedah!" keluh laras separo berdoa…" saya sudah 3 jam belum istirahat!"
"…tetapi harapannya buyar ketika sesosok tubuh yang berlumuran darah diusung beramai-ramai ke unit gawat darurat…"
"… rasanya bagian bedah lagi,,, dok…" suster Ima tertawa pahit…"
"… kecelakaan lagi?" gumam Lara setengah putus asa…" mayat?"
"… gawat keluh Lara kesal… belum juga hilang capeknya!"
"…kasihan dokter Lara,,, pikir suster Ima iba… si upik takkan aku suruh jadi dokter nanti! biar dia ngurus suami saja!"
"… taruh di sini,,," perintah suster Nurhayati sambil menunjuk dipan periksa…"biar diperiksa dokter…"
"… mana dokternya?" tanya salah seorang pemuda yang mengusung korban itu… tampangnya sangat… rambutnya di ekor kuda…dan dia mengenakan jaket kulit hitam di luar baju kaos nya yang penuh bercak bercak darah…"
__ADS_1
"… dokter ya sudah berdiri tepat di sampingmu,,," sahut suster Ima tajam…" kalau kau pikir dokter harus memperkenalkan diri kepadamu…"
"… suruh mereka keluar,,," suster!" perintah Lara tegas… dia hampir muntah mencium bau alkohol yang keluar dari mulut mereka…"
"… dengan tatapan heran pemuda pemuda itu mengawasi Lara…"
"… mana aku tahu dia dokternya,,, sus!" status pemuda ber tampang sangar itu sambil menatap lara dengan tatapan melecehkan…" sudah cewek ,,,kece,,, mudah banget,,,lagi!"
"… Lara membalas tatapan pemuda itu dengan bangli…" tunggu di luar!"perintahnya dingin…"
"… sambil tertawa keempat pemuda itu berjalan keluar…"
"… mujur amat kau,,, ded!" meracau salah seorang di antaranya…" sudah hampir mati,,, masih ketemu bidadari…!"
".............
terimakasih....
jangan lupa vote like komen
dukung author yaaa....
__ADS_1
tunggu next bab ny....