Jangan Pergi Laraa

Jangan Pergi Laraa
Bab 25


__ADS_3

"... Ah,,, terima kasih,,, Dok..." Lina menunduk malu... tetapi mata nya bersinar sinar dalam sejuta kebahagiaan..." Dokter pintar memuji...!"


"... Lina memang berbakat sekali,,," ibu nya menimpali dengan penuh semangat..." Dia sudah bisa main piano sejak umur empat tahun! Dia malah membaca not balok lebih dulu dari huruf!"


"... Lara memandang mereka dengan kesal... Dia merasa benar-benar tidak di acuhkan sama sekali... tidak ada seorang pun yang menegur nya! Dan tidak ada seorang pun yang merasa perlu minta maaf karena mereka telah memonopoli Adrian nya...!"


...***...


Lara menatap saudara kembar nya dengan heran... Lina sedang duduk di depan piano kesayangan nya... Tapi dia tidak memainkan sebuah lagu pun... Dia hanya duduk bengong mengawasi buku piano yang terbuka lebar di hadapan nya..."


"... ngelamun lagi!" Cetus Lara separo bergurau..."


"... kalau nggak salah liat,,,kamu pasti lagi jatuh cinta ya,,,Na?"


"... Lina hanya menghela nafas menanggapi gurauan saudara nya...di bolak-balik nya buku piano nya dengan malas...di ketuk ketuk nya tuts dengan jari telunjuk kanan nya..."


"...Ha,,,mata ku emang jarang salah liat! Taruhan,,,kamu sedang kangen sama Romeo mu,,,kan?"kelakar Lara sambil tersenyum..." Moga-moga si do'i bukan guru mu! Biasa nya anak kembar punya problem yang sama...!"


"...Ah,,,udah deh!" Sergah Lina getir..." Siapa sih yang mau sama perempuan penyakitan kaya aku?"


"...Astaga!" Lara membelalak jenaka..." Kalau bokap bikin sayembara,,, percaya deh,,, peminat mu mengalir dari seluruh Indonesia...!"

__ADS_1


"... Nggak lucu!" Gerutu Lina gemas...di renggut nya buku piano nya...di lemparkan nya dengan sengit ke lantai..."


"... Lara terbeliak heran... Bukan main! Ini pasti bukan adat Lina yang biasa! Biasa nya dia orang yang paling sabar di seluruh jagat raya!"


"... cowok mu kawin lari sama cewek lain,,,Na?" Desak Lara sambil tertawa pahit..."


"...pergi!" Lina merenggut patung kecil profil chopin di atas piano... Dan melempar kan nya dengan sengit..."


"... kaget dan separo panik Lara buru buru menangkap nya...kalau mama dengar bunyi pecahan nya...................


"... Dia hendak baru meletakkan patung itu ketika Lina sudah menelungkup ke atas piano nya dan menangis tersedu-sedu..."


"...ya ampun,,, cengeng nya!" Desis Lara mengkal..." Masa gitu aja nangis sih?!"


"...udah deh,,, jangan nangis,,, neng!" Bujuk Lara ke walahan..." Aku emang jail! tapi kalo kamu nggak nangis lagi,,,aku janji nggak godain kamu lagi deh...!"


"... Tapi sampai pegal mulut Lara membujuk,,,Lina belum berhenti juga menangis!"


"...Hhhh,,, gerutu Lara gemas..." Seniman emang emosional!"


"... terpaksa dia duduk di sebelah Lara,,,megurut ngurut punggung Lina Sambil memukul tuts piano dengan serampangan,,, sekedar untuk menutupi suara tangis Lina dari telinga mama...!"

__ADS_1


...***...


"... menjelang kuliah akhir kelinik nya di bagian bedah,,, Lara harus mengucapkan selamat tinggal kepada pasien pasien nya...ada dua pasien yang dia merasa berat untuk meninggalkan nya..."


"...Dedi martondang,,,pasien begal yang trauma abdomen dan fraktur cruris di kamar tujuh...dan Tini Yulianti,,, pasien pertama nya di poli bedah...."


"... wanita yang baru berumur sembilan belas tahun itu mengidap Osteosarkoma,,, jenis kanker tulang yang sangat ganas,,, yang menyerang tulang tungkai nya..."


"... Lara yang menerima nya di poliklinik bedah ketika dia bertugas di sana bersama dokter Prapto... Dia ikut memeriksa foto tulang nya... ikut melihat hasil biopsi nya... bahkan ikut asistensi ketika dokter Prapto


melakukan amputasi tungkai nya..."


"... tetapi hanya sebuah sesudah kaki nya di potong,,,anak sebar kanker nya telah sampai ke paru-paru... padahal dalam pemeriksaan sebelum operasi tidak di temukan metastasis jauh ke organ lain..."


sekian untuk cerita hari ini...


tunggu next cerita ny yaaa....


jangan lupa like komen dan vote


terimakasih.....

__ADS_1


semoga suka....


__ADS_2