
"...Lekas cuci tangan dan tukar baju,,, Yen !"
"...Kurang ajar kamu,,,La ! maki Yeni setelah di rasa nya Dokter Prapto sudah cukup jauh untuk mendengar umpatan nya..."Dia kan pasien mu...! kenapa aku yang di korban kan?"
"...Sorii,,,bo! Aku nggak sarapan tadi pagi! Tukut teler!"
"...Tentu saja Lara berdusta...dan ****Yeni**** sudah hapal sekali dengan akal bulus sahabat nya..."
"...Sadis...! Kenapa nggak nunjuk si Hadi tuh !"
"...wah,,, nggak bisa dong!" sela Hadi secepat mungkin..."Orang-orang sopan kan selalu mendahulukan wanita...! Ladies first...!"
"... Konyol,,,ah!" Kalau ketemu yang nggak enak,,, Ladies first kata mu...!" Dumal Yeni sambil mengambil pakaian operasi dari dalam lemari..."
"...Nah apa beda nya dengan kamu...?" Hadi menyeringai sinis..." Kalau pas bagian yang enak,,,kamu selalu bilang Ladies first,,,kan...?"
"... Lara sudah membuka mulut nya untuk menimpali perang mulut teman-teman nya ketika tiba-tiba di batalkan nya kembali...Dan ekor mata nya dia melihat Dokter Prapto sedang mendatangi...Dan dia bukan tipe Dokter yang ramah...apalagi kepada para koasisten nya..."
__ADS_1
"... perkenalkan dulu,,, koasisten-koasisten bedah kita,,," katanya kepada pria yang melangkah di sisi nya..."Lalu kepada para mahasiswa nya,,,Sambung nya singkat,,,"Dokter Andrianus Riupassa,,,asisten saya..."
"... Sekejap Lara tertegun bengong... Laki-laki tinggi semampai dengan wajah rupawan dan kulit hitam mulus ini seorang Dokter...? Oooo,,,dia mirip seorang penyanyi...!"
"... Lebih-lebih bila dia sedang tersenyum lebar seperti sekarang... senyum manis yang menampilkan sederet gigi yang putih rata,,, yang mengingat kan Lara pada iklan pasta gigi di tv...!"
"...Dan senggolan siku Yeni di rusuk nya menyadarkan Lara dari pesona yang memukau itu... Gelagapan dia menyambuti uluran tangan Dokter Adrian..."
"...Bukan main,,, pikir Lara sambil menikmati sebentuk profil di hadapan nya...Di mana aku pernah melihat tampang Dokter sekeren ini...?"
"...Matanya yang bersinar tajam cemerlang mengingat kan Lara pada petinju Mohammad Ali,,,tentu saja sebelum dia mengidap Parkinson..."
"...Hari ini saya menjadi asisten pertama,,, kalian asisten ke dua,,,"katanya ramah..."Kalau sudah mahir kelak,,,saya bersedia tukar tempat..."
"...Ya,,,astaga! Suara nya begitu khas dan mengalun merdu seperti penyanyi..."
"...Dan mata Lara tidak sengaja terbentur pada pakaian operasi yang masih terlipat rapi di tangan Yeni...kapan lagi kalau tidak sekarang...? Dia tidak boleh memberi kesempatan,,,tidak! sekalipun kepada Yeni...!"
__ADS_1
"...Hari ini giliran saya asistensi,,, Yen,,,"katanya sambil meraih pakaian operasi dari tangan Yeni..."
"...Nyonya Tini pasien saya..."
"...Lalu tanpa menghiraukan belalakan jengkel gadis itu,,,dia bergegas masuk ke kamar ganti pakaian..."
...****...
"...Bau tidak sedap yang selangit hampir menumpahkan seluruh isi perut Lara... Bayangkan! Bau obat bius yang menusuk hidung,,, bercampur dengan bau amis nya darah! meskipun memakai masker,,,tak urung aroma yang kuat itu menyiksa saraf penciuman nya..."
"...Belum lagi menyaksikan pemandangan mengerikan yang terpampang di hadapan nya... Tulang tungkai yang di potong... kaki yang terpisah...darah yang mengalir..."
"... Kalau tidak kasihan kepada ayah nya yang demikian ingin melihat nya menjadi Dokter,,,mau rasanya Lara kabur meninggalkan kamar operasi..."
"...persetan! mengapa dia harus menyiksa diri mengorbankan masa muda nya,,,dalam pemandangan dan aroma yang begitu memuak kan...?"
terimakasih...
__ADS_1
tunggu next bab yaa
jangan lupa like jempolnya dan vote