Jangan Pergi Laraa

Jangan Pergi Laraa
Bab 48


__ADS_3

"....mengamputasi tungkai saya?," lara Me maksa kan sepotong senyum di bibir nya... dan untuk pertama kali nya,,, dia gagal.... senyum itu patah.........


"...eksisi radikal dengan Radioterapi atau kombinasi Dengan Kemoterapi merupakan pilihan terbaik,,, Lara ,,," Sambung dokter Prapto..." mumpung belum ada tanda tanda Metastasis...."


"...dokter ingat pasien Tini yulianti ? ketika masuk,,, paru paru nya juga masih bersih... tapi sebulan se sudah kaki nya di Amputasi,,, coin lesion mulai tampak di sana!"


"... jangan samakan kasus mu dengan dia,,, Lara protes dokter Prapto tegas..." dalam ilmu kedokteran,,, tidak ada dua kasus yang persis sama! lagi pula,,, tingkat ke ganasan Lesi Tini yulianti lebih tinggi! ketika masuk,,, osteo sarkoma nya sudah mencapai Stadium llB !" jadi itu lah Vonis untuk diri ku,,, pikir Lara sedih... kaki kiri ku harus di potong! kalau lolos dari maut,,, aku akan cacat se umur hidup!


"...dulu,,, angka mortalitas osteo sarkoma yang di terapi hanya dengan amputasi saja memang mencapai delapan puluh persen,,," hibur dokter Prapto gigih.... " tapi dengan kombinasi radio Terapi atau Kemoterapi Pasca Bedah,,, Five Years Survival Rate meningkat menjadi lima puluh lima persen!"


"... Beri saya kesempatan untuk berpikir,,, dok,,," pinta Lara lesu.... " saya harus berunding dulu dengan orang tua saya....."


"...dan ingat kepada ayah nya,,, kepada mobil yang baru saja di belikan nya dengan me ngorban kan motor kesayangan nya,,, hampir saja Lara tidak dapat lagi menahan tangis nya....


"... tentu,,," sahut dokter Gunadi simpatik sekali... "dukungan moral orang orang yang dekat dengan kita amat mendukung proses penyembuhan...."


"... tapi saya tidak tahu bagaimana harus menceritakan musibah ini kepada mereka... saya malah tidak tahu dari mana harus mulai!"


...***...


"...Orang pertama yang di harap kan Lara dapat di jadi kan pelipur Lara adalah Dedi Martondang ... sahabat nya...sekaligus kekasih nya... calon suami nya............


"... tetapi pemuda itu sendiri rupa nya bukan orang yang tepat untuk berbagi duka... Dedi adalah Dedi ... sulit untuk di ajak serius.......


".... apa lagi malam Ini... ketika dia sedang ber gembira karena di promosi kan menjadi Wakil Direktur.....

__ADS_1


"... Ded,,, " cetus Lara secara hati hati setelah mereka bergurau kesana kemari seperti biasa..."


"...pernah dengar tentang Osteo Sarkoma?"


"... Nama apa itu? tanya ******Dedi****** tanpa meng hentikan makan nya .... "makanan atau wanita cantik?"


"... diam diam Lara menghela napas... memang percuma mengajak Dedi serius .... hati nya sedang berbunga,,, mekar oleh kebanggaan.......


"...mereka me nawarkan rumah untuk ku,,,, La,,, kata nya bangga ......


"....mereka siapa? tanya Lara asal saja.... bingung me mikirkan dari mana harus mulai...


"...siapa? tentu saja bos ku! aku kan sekarang wakil direktur!"


"... wakil direktur.... teriris pedih hati Lara... masih pantas kah dia menjadi istri seorang wakil direktur setelah cacat Nanti?


".... pasti dong gembira!" Lara tertawa di buat buat..... " masa aku mesti lompat lompat sambil teriak teriak di Sini?"


"... Dedi tertawa Kecil......


"... pasti kamu nggak gembira!" dia mulai bergurau lagi...." wakil direktur kan punya kamar kerja sendiri,,, sekretaris Pribadi,,,


".... nah,,, baru bilang sekarang,,, kan!" Lara berusaha keras mengikuti alur perasaan Dedi ... berusaha me nanggapi kelakar nya... tapi bagai mana pun dia men coba,,, gurau nya tidak seperti biasa........


".... dan Dedi me rasakan nya juga.....

__ADS_1


".... kenapa sih,,,, La?" desak nya agak kesal......


"....bosan sama aku? atau kamu di tempat kan Depkes di daerah terpencil? atau.... udah punya calon lain?"


*


*


*


*


*


*


hayyy guyss


makasi yang udah bacaaa


jangan lupa tinggalkan jejak


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2