
***
"... kendati pun dalam sebuah ambulans yang sedang berlari cepat,,,Lara dan Dokter adrian masih berusaha keras membatu para medis yang sedang melakukan resusitasi untuk menyelamatkan jiwa Lina..."
"... Dan dalam intaian maut yang demikian dekat,,,Lara bahkan telah melupakan rasa cemburu nya melihat Dokter adrian memperlakukan Lina..."
"... Sebalik nya Lina yang sangat ketakutan dan kesakitan tampak begitu bergantung pada Dokter adrian... Seolah olah dia telah menyerahkan nyawa nya kepada dokter itu untuk di selamat kan..."
"...Dan Dokter adrian seperti tidak menyia-nyiakan harapan Lina... Dia berjuang keras melakukan resusitasi kardiopulmonal yang di butuhkan Lina... Dia ikut berlari lari di samping brankar Lina yang di dorong cepat ke unit gawat darurat... Dan dia tidak meninggalkan Lina sekejap pun selama dokter-dokter di unit gawat darurat menolong gadis itu..."
"... sudah lama Lina mengidap kelainan katup jantung seperti ini...?" Tanya dokter adrian murung ketika dia sedang menunggui Lina di ICCU..."
"...sejak kecil,,," sahut Lara perlahan..." Kata dokter,,, akibat penyakit jantung reumatik yang kemudian merusak katup Mitral nya..."
"... Dokter tidak menganjurkan operasi?"
__ADS_1
"... Sudah... Tapi mama keberatan... apalagi biasa nya serangan nya tidak sehebat ini..."
"...Dokter adrian mengawasi Lina yang masih terbaring lemah di tempat tidur... Napas nya belum normal,,, tapi sudah tidak se sesak tadi...wheezing nya pun telah menghilang... Tapi wajah nya masih tampak pucat,,,walau pun sianosis nya sudah memudar..."
"... Tidak sadar Lara melirik dokter adrian... Dan dia melihat betapa getir nya tatapan dokter itu... tatapan yang meng isarat kan rasa simpati dan iba yang teramat dalam..."
"...Dan keharuan yang menyelimuti kamar itu berganti cerita tatkala Lara dan Nieke muncul..."
"...Hai,,," sapa Lara cerah sambil mengecup dahi saudara nya..." Malaikat nya belum mengijinkan kamu masuk surga?"
"... Kali malaikat nya salah panggil yaa,,,Kak?" Nieke menimpali jenaka... Dia ikut ikutan mencium dahi kaka nya..."
"... sudah dua orang yang mengelirukan kita,,," sambung Lara lincah ketika melihat air mata Lina..." Untung malaikat nya tidak keliru memanggil ku,,,Lin!"
"... Wow,,,aku benar benar kapok nyamar jadi kamu...!"
__ADS_1
"... tetapi tentu saja Lara berdusta... sekedar menghibur saudara nya... tentu saja dia tidak akan jera jera nya mempercantik diri nya..."
"...kalau dengan rambut panjang dan dandanan feminin seperti Lina dia dapat memancing gairah Heru dan memikat hati dokter adrian,,,megapa dia harus takut meniru Lina? Kalau perlu,,,dia akan memanjangkan rambut nya dan membuang semua celana jins nya...!"
***
"... Ketika Lara memasuki kamar kelas satu yang paling ujung itu,,,bau rokok yang keras sudah menyengat hidung nya...Dan di bertambah jengkel ketika melihat pasien nya sedang duduk separo berbaring dengan bertelanjang dada..."
"... selamat pagi,,,Dok..." Sapa pemuda itu sambil tersenyum..."
"...kalau dia tersenyum,,,,ke dua mata nya ikut tersenyum... tetapi kalau melihat Lara memasuki kamar nya,,, senyum nya seakan-akan lebih melebar lagi sehingga sekujur paras nya seperti ikut tersenyum...!"
"... susah berapa kali saya bilang,,,kau tidak boleh merokok di dalam kamar...!" Desis Lara pedas..." Siapa yang kau sogok beli rokok...? Teman-teman mu yang brengsek itu yang bawa?"
terimaksih...
__ADS_1
jangan lupa like komen vote...
semoga suka...