
"....bosan sama aku? atau kamu di tempat kan Depkes di daerah terpencil? atau.... udah punya calon lain?"
"...kamu mau mundur teratur kalau sudah ada calon lain?"
"...lebih baik aku yang meinggat dari pada dia yang kabur,,, pikir Lara sedih... aku tidak mau di campak kan untuk ke dua kali nya!"
"... tentu saja tidak!" bantah ****dedi**** ber semangat..." aku akan ber juang Lagi,,, kali ini untuk mem pertahan kan mu!"
"...Lara menghela napas berat.....
"... lekas bilang siapa dia,,, La!"
"... tapi Lara belum punya persedia an nama di kepala nya....
"... masih Secret!"
"... percuma me lindungi nya!" tukas Dedi santai... " aku pasti bakal tahu juga..."
"... kalau aku sebut nama nya,,, kamu janji mau WO?
"...Never !" cetus Dedi tegas..." aku akan berjuang mati-mati an untuk me rebut mu kembali! cewek model kamu emang enggak gampang gampang takluk kok!"
"... sekali lagi Lara menghela napas panjang... bagaimana dia dapat menyingkirkan pria yang begini bersemangat?
"...Kalau aku di tempat kan di daerah ter pencil,,, sementara kamu jadi wakil direktur di sini..."
"... tawa Dedi meledak sebelum Lara selesai bicara......
"... oh,,, jadi itu sebab nya? gampang! berapa tahun kamu di buang di sana?"
__ADS_1
"... cukup lama bagi mu buat cari empat orang pacar lagi di jakarta!"
"... kata siapa aku tetap di jakarta?"
"... kamu ikut aku?"
"... ke mana pun!"
"... lantas mau kerja apa kamu di sana? mobil saja nggak ada!"
".... pasti ada gerobak.... ada ban nya juga,,, kan ?"
"...Lara terpaksa tersenyum... meskipun senyum nya terlihat getir.......
"... Ded ,,,," gumam nya setelah meneguk minuman nya..." bilang terus terang,,, apa sih yang bikin kamu naksir aku?"
".... Dedi ter senyum lunak...
"... bagian mana dari diri ku yang paling menarik?"
"... se balik nya dari heran,,, Dedi malah tertawa lebar....
"... iya semua nya! kamu cakep... pintar... dan punya seribu tiga sifat yang menarik! kamu me maksa setiap pria ingim menakluk kan dan me miliki mu!"
"... se andai nya *****DEDI***** mengucapkan kata-kata itu 2 bulan yang lalu... semua nya tentu akan jadi lain! tetapi dalam ke adaan ter tekan seperti malam ini,,, kata-kata itu malah hampir meruntuh kan butir-butir air dari mata Lara... dia harus buru buru menunduk supaya Dedi tidak melihat air mata yang meng genangi mata nya...
"... pasti ada bagian yang paling menarik,,, Ded,,, " desak Lara penasaran...." mata ku... hidung ku... mulut ku... kulit ku... atau rambut ku atau kaki ku?"
"...badan mu satu,,, nggak bisa dibagi-bagi!kalau mata mu di taruh sendirian dalam kotak permata sekali pun,,, pasti nggak se indah waktu masih berada di rongga mata mu,,, La ?"
__ADS_1
"...kalau aku ke hilangan kaki ku..." suara Lara bergetar menahan tangis,,," kamu masih tetap kagum pada ku?"
"...nggak bakal ku biarkan kamu kehilangan kaki mu ,,,, La Dedi tertawa Lembut..." aku nggak rela kamu kehilangan sehelai rambut pun!"
"... dan dedi tertegun bengong... Lara bukan kelihatan gembira... dia malah tampak lebih sedih lagi......
"... ada apa sih,,, La ?" desak Dedi penasaran..." kamu mau membagi diri mu dengan siapa? aku nggak sudi membagi tubuh mu sama cowok mana pun! seluruh tubuh mu ini milik ku! bahkan uban yang nanti bakal memenuhi kepala mu pun milik ku!"
"... Lara merasa hati nya sangat sakit.... bagai mana harus melukai hati pria yang begini mencintai nya? benarkah cinta Dedi akan tetap sedemikian tulus nya setelah dia kehilangan kaki nya nanti?
*
*
*
penasaran gk
kalo penasaran tungguin teruss ya
dan jangan lupa dukung author dengan cara like komen dan vote
*
*
*
thankyou guys
__ADS_1
*
*