Jangan Pergi Laraa

Jangan Pergi Laraa
Bab 47


__ADS_3

...****...


"...dan kali ini Lara sendiri merasa heran... bagai mana dia dapat begitu pandai nya ber akting.... meng hibur ayah nya pada saat....dia sendiri sedang sangat ke takutan.........


"...Ooo,,, cinta! Batapa banyak yang dapat ku lakukan untuk melindungi perasaan oarang yang ku cintai...!


...*****...


"...tentu saja Lara dapat mem bohongi setiap orang dalam keluarga nya tentang penyakit nya,,, kecuali terhadap dokter Adrian....


"...Aku sudah melihat status mu,,, La,,," desis dokter Adrian dengan suara tertekan... wajah nya sangat muram...


"... tapi Lara tidak sudi di kasihani... tidak! sekali pun oleh bekas kekasih nya sendiri....


"... nasib ku jelek,,, ya?" gurau nya sambil me maksakan sepotong senyum..." barangkali aku mesti ganti nama!"


"Papa mama pasti belum kamu beri tahu?"


"...soal apa?" Lara berlagak Bodoh......


"...penyakit mu...."


"...Lara tertawa di buat buat.......


"...Ya pasti belum! aku sendiri belum tahu...kamu sudah tahu?"

__ADS_1


"... percuma membohongi ku,,,La !" potong dokter adrian sedih..."hasil Biopsi hanya me nentukan stadium histologis osteosarkoma mu...,,"


"... itu yang paling penting kan,? buat tahu kapan aku mesti pesan peti!"


"...Berhenti lah bercanda,,, La ,,,, ku mohon pada mu!"


"...pinta adrian sambil menekan emosi nya... "aku ingin kamu janji ......."


"...sori!" potong Lara segera... masih se tegar biasa..." aku ngk berani janji kalo ngk yakin bisa me nepati! mendingan ngk bikin janji daripada mungkir nantinya,,, kan?"


"... Lara,,, ku mohon pada mu,,," suara dokter adrian terdengar getir...." apa pun hasil biopsi mu nanti,,, kamu harus tetap setabah Lara yang ku kenal! kamu tidak boleh putus asa...janji,,, La?"


"....oke! tapi tidak kepada mu! hanya kepada diri ku sendiri!"


"... terima kasih,,, La..." dokter adrian menyentuh tangan Lara dengan lembut... ," ingat lah,,,, apa pun yang terjadi,,, aku tetap di samping mu...,"


...***...


"...Memandang wajah ke tiga dokter senior itu,,,Lara sudah menemukan jawaban nya... dia merasa tidak perlu lagi me nanyakan hasil biopsi nya... air muka mereka sudah ber cerita dengan sendiri nya....


"...tapi di situ lah letak ke anehan nya... kali ini,, dia malah dapat bersikap lebih tenang....


"... duduk sini,,, Lara... " belum pernah dokter prapto bersikap begini ramah... belum pernah!


".... mengapa,,, pikir Lara muram,,, manusia justru terlihat baik pada sesama nya yang sudah hampir meninggal?

__ADS_1


"... berapa lama lagi,,, dok?" tanya nya sambil ter senyum Pahit.......


"... apa nya?"


"...tentu saja hidup saya......


"... tidak ada men jawab... dan Lara tidak sabar melihat sikap mereka....


"... saya tidak mau di amputasi ,,,, dok,,," kata nya tegas pda dokter prapto... kalau saya harus mati,,, biar lah saya pergi dengan kaki yang utuh...."


"...Lara ...." dokter prapto menghela napas iba..."kau mahasiswi sayaa yang paling pandai... dokter pula... saya percaya kau dapat berfikir lebih rasional dari pada orang awam....."


"...kami ber tiga telah men diskusi kan kasus mu,,, Lara,,," sela dokter siregar dari bagian patologi anatomi...." tumor mu baru masuk stadium lB.... artinya walau pun sudah mengivasi jaringan sekitar,,,, tingkat ke ganasan nya belum terlalu tinggi…"


"…hasil pemeriksaan lengkap juga me nunjukkan belum ada Metas Tasis jauh,,," sambung Dokter gunadi .... "


".....karena itu kami telah mem peroses kestuan pendapat...............................


*


*


*


hallo guys Makasih yang udah baca

__ADS_1


dukung aku trus yaa dengan cara vote and like and komen


terimaksih🤗🤗🤗


__ADS_2