
Episode dua puluh dua (22)
pagi itu, suasana sarapan pagi nampak sedikit canggung karena kejadian sore semalam. Apa lagi Angela dan Natasya yang sedikit pun tak mengeluarkan suara.
Nampaknya Natasya masih sangat kesal terhadap Angela, terlihat dari raut wajahnya yang masih sangat jutek dan tak mau menatap Angela.
" Heyy, Kenapa pagi ini hening sekali? kita tidak sedang upacara bendera kan, sampai harus mengheningkan cipta?" Celetuk Ansel yang memang tidak tahu menahu tentang kejadian semalam.
Septian dan Nanci memang sengaja tak memberi tahu kepada Ansel dan Alex, karena ia tidak ingin memperpanjang masalah sepele itu.
Namun berbeda dengan Alex yang paham akan situasi canggung itu. Meskipun tidak di beri tahu, Alex bisa melihat dari gelagat Angela yang merasa serba salah dan Natasya yang seakan enggan bertatap muka dengan Angela.
Sesekali ia pun melirik secara bergantian ke arah dua wanita itu, seolah sedang mencari tahu lewat gelagat mereka.
" Oh iya, hari ini aku sedang tidak ada jadwal kantor. Aku ingin mengajak Angela jalan-jalan, apa kau mau?" tanya Alex yang tentu saja pertanyaan tersebut di tujukan untuk Angela.
Angela yang sedang tidak fokus pun langsung menatap terkejut pada Alex.
" H-hah, kakak mengajak ku?"
" Bukan, mengajak tetangga sebelah," celetuk Alex, kesal.
" HAH!!" ucap semuanya hampir secara bersamaan, termasuk Angela sendiri.
" Sekalian sama peliharaannya," tambah Alex.
Sontak saja Ansel dan Septian menahan tawa mereka, sedangkan Nanci dan Natasya hanya menatap bingung.
Berbeda halnya dengan yang bersangkutan, ia malah tersenyum kuda sambil menggaruk kepalanya.
" Ya sudah, kalau begitu aku ganti pakaian dulu ya kak," ucap Angela, masih dengan salah tingkahnya.
" Jangan lama-lama!!"
Angela malah menampakkan senyum termanisnya, lalu pergi meninggalkan meja makan untuk berganti pakaian.
Setelah beberapa menit, Angela turun dengan menggunakan Hoodie sweater berwarna hitam, berpadu dengan celana jeans ketat, ditambah sepatu berwarna putih dengan rambut dibiarkan tergerai. Dan itu membuatnya terlihat sangat manis tanpa polesan make up diwajahnya.
" Yuk!" ucapnya.
Semua menatap kagum pada Angela, kecuali Natasya yang memang masih gengsi.
" Wahh, kakak ipar terlihat imut sekali," ucap Nanci.
" Iya, tidak seperti biasanya yang terlihat mencolok dengan make up dan pakaian yang glamor," timpal Ansel.
" Hey, jangan banyak komentar! mungkin kakak ipar ingin berganti fesyen," tambah Septian.
Namun Angela hanya menanggapinya dengan tersenyum.
__ADS_1
" Sudah, jangan banyak bicara! nanti terlambat," ucap Alex dengan wajah datarnya.
" Iya kak. Semuanya, aku pergi dulu ya," ucap Angela.
" Hati-hati kakak ipar! jika nanti bang Alex tidak memberimu uang jajan atau di perjalanan dia mendiami mu, hukum saja dia saat di rumah nanti!" ucap Septian, lantas membuat semuanya tertawa.
" Ada apa?" tanya Alex tiba-tiba ketika mereka sudah di perjalanan.
Angela pun lantas menoleh ke arah Alex dengan tatapan bingung.
" Maksudnya?"
" Kau dan Natasya?" ucapnya tanpa menoleh pada lawan bicaranya, karena ia sedang fokus menyetir.
Sontak saja Angela gugup di tanya oleh Alex, tentang dirinya dan Natasya. Bukannya tak mau berkata jujur kepada Alex, hanya saja Angela tak mau masalah dirinya dan Natasya jadi semakin besar jika di ketahui banyak orang.
Angela menelan ludahnya dengan kasar. Sesekali, ia pun melirik ke arah lawan bicaranya itu dengan tatapan ragu.
" Emmmmm,itu,,,,,,," ucap Angela, ragu.
" Aku tahu kau dan Natasya sedang ada masalah." Angela pun lantas menatap terkejut pada Alex.
" Tak baik, menyimpan masalah terlalu lama. Kita ini bersaudara, jika ada masalah, maka selesaikanlah dengan cara baik-baik!"
" Emmmmm, tapi,,,,,, ini hanya masalah sepele kok kak."
" Apa pun itu, kau harus segera meminta maaf kepada Natasya! meskipun aku tidak tahu mana yang salah dan yang benar, akan tetapi jika kau yang meminta maaf terlebih dulu, itu akan lebih baik, dan aku akan sangat bangga padamu."
Angela sampai dibuat terpaku untuk sesaat karena senyum itu.
Alex benar, meskipun ia masih merasa canggung untuk meminta maaf kepada Natasya, tapi dia pun tidak boleh menyepelekan masalah tersebut, walaupun itu hanya kesalahpahaman.
Angela semakin terkagum dengan sosok Alex. Baru kali ini ia mendapat wejangan secara langsung, badan itupun khusus untuk dirinya.
" Makasih ya kak."
Sekali lagi Alex menoleh, namun kali ini ia hanya mengangguk tanpa tersenyum.
" Kak stop stop!!" teriak Angela.
Refleks Alex pun menginjak rem secara mendadak mendengar teriakkan Angela yang tiba-tiba itu.
" Kenapa?" tanya Alex dengan wajah terkejutnya.
" Itu,,,,,,itu,,,," tunjuk Angela yang entah tertuju pada siapa.
" Itu, itu siapa?" namun sambil mengikuti arah yang ditunjuk Angela.
" Siapa dia?" tanya Alex ketika tahu apa yang dimaksud Angela.
__ADS_1
" Dia Angela, eh maksudku Denisa, masak kakak lupa." Sangking paniknya, Angela sampai salah bicara.
" Denisa? Denisa teman kamu itu?" kata Alex sambil mengingat-ingat.
Angela pun lantas mengangguk.
" Kita bantuin yuk kak! kayaknya dia lagi di palak sama ayahnya deh."
" Dari mana kamu tau, kalau itu ayahnya? dan lagi pun kenapa ayahnya memalak anaknya sendiri?"
" Itu,,,,,,,,emmmmmm, itu,,,,,,,,, ah itu nanti saja deh, sekarang kita bantu dia dulu!" desak Angela.
Alex pun dengan segera keluar dari dalam mobil sambil membawa tongkat bisbol yang kebetulan sering ia bawa kemanapun.
" Lepas!!! jangan ganggu aku!!" teriak Denisa.
Namun mereka tak memperdulikan teriakan Denisa dan malah menertawakannya beramai-ramai.
" Kita akan melepaskan mu, asalkan kamu memberikan uang yang diberikan ibumu untuk membayar kuliahmu itu kepada kami," ucap Doni sambil tertawa puas.
" Tidak!!" Denisa pun semakin erat memeluk tasnya, namun tenaganya kalah dengan tenaga yang dimiliki ayahnya, hingga tas tersebut bisa mereka rebut.
" WOY!!!" teriak Alex kepada Doni dan segerombolan teman-temannya yang sedang menarik-narik tas milik Denisa.
Sontak semuanya pun menoleh ke asal suara dan menghentikan aksi mereka.
" Siapa kau anak muda? beraninya kau mengganggu kami," ujar Doni.
" Tak penting memperkenalkan diri kepada pecundang macam kalian. Membuang-buang waktu saja."
" Kurang a*ar!! Cari m*ti kau?"
" Jangan banyak bicara! sini, maju kalian semua!!" tantang Alex.
Mereka semua pun maju termasuk Doni. Mereka semua melawan Alex yang hanya seorang diri.
Angela khawatir melihat Alex yang melawan teman-teman Doni yang berjumlah banyak tersebut.
Ia bingung, antara harus menolong Alex untuk melawan Doni dan timnya, atau mempertahankan kepura-puraan nya sebagai Angela asli.
Didalam kebingungan, ia pun memutuskan untuk keluar dari mobil dan menolong Alex.
Alex yang melihat Angela menuju kerumunan perkelahian tersebut, langsung meneriakinya.
" Angela, masuk kedalam mobil!!! disini bahaya."
" Kak Alex terus saja!! jangan pedulikan aku!!! aku bisa menanganinya," jawab Angela.
Alex yang selalu mendapat serangan pun, tak bisa terlalu fokus untuk berbicara kepada Angela. Ia pun memilih fokus untuk menyelesaikan perkelahiannya dan membiarkan Angela ikut melawan komplotan Doni tersebut.
__ADS_1
Sejurus, dua jurus, Angela sudah mampu membuat lawannya terkapar. Hingga Doni dan teman-temannya pun mampu dikalahkan oleh sepasang kekasih itu dengan mudahnya.