
Episode enam (6)
Setelah sampai di dapur, Angela malah bingung mau berbuat apa. Padahal tadi dia bilang akan mencari makanan karena lapar.
Angela pun membuka lemari pendingin sekedar mencari-cari makanan apa yang ada di dalam sana dan untuk dia makan. Namun ia bingung dengan kecanggihan lemari pendingin milik Alex itu. Ia bingung tombol mana yang harus ia klik agar lemari pendingin tersebut bisa terbuka, karena sebelumnya Angela tidak berpengalaman dengan benda sultan itu, meskipun dulunya dia adalah anak orang kaya, tapi tak sebanding dengan kekayaan Alex.
" Ada yang perlu saya bantu nona Angela?" Angela terjingkat kaget karena tak menyadari ada seseorang dibelakangnya. Alhasil Angela pun mengelus d*da nya karena terkejut.
Bukannya menjawab, Angela malah terpaku untuk sesaat.
( Ibu ini siapa ya? apa dia ibunya kak Alex? jika benar, maka aku harus jaga image nih)
" I_ibu," ucap Angela, lalu meraih tangan wanita paruh baya itu dan menciumnya dengan sopan.
Namun tanpa di duga wanita paruh baya itu malah terkejut dengan perlakuan Angela yang tak seperti biasanya.
Ia pun lalu menarik tangannya dengan sopan lalu meminta maaf berkali-kali kepada Angela.
" Ehhh nona, apa yang nona lakukan?" sambil menarik tangannya dari Angela.
" Maaf Bu jika ibu tidak nyaman dengan perlakuan saya," ucap Angela merasa tidak enak hati.
" Tidak nona, tidak sama sekali. Justru saya yang meminta maaf kepada nona," kata wanita paruh baya itu.
" Kenapa ibu minta maaf kepada saya?" tanyanya dengan wajah polos.
" Karena saya tidak pantas di perlakukan seperti itu kepada nona sebagai majikan rumah ini."
" HAH?" kata Angela yang masih tak mengerti maksud wanita itu.
Sedangkan Alex yang tadinya hendak ke dapur untuk mengambil minum pun mendengarkan percakapan mereka dan berdiri di anak tangga sambil terkekeh.
Dan hal itu di sadari oleh Angela karena suara kekehan Alex yang cukup keras hingga membuatnya menoleh ke asal suara.
" Kakak, sejak kapan disitu?" tanya Angela.
" Sejak melihat kekonyolan mu," jawabnya.
Angela mengerutkan keningnya karena ucapan Alex yang menyebutnya konyol.
" Konyol? Memang ada yang lucu? lucunya dimana?" tanya Angela sambil menggaruk kepalanya.
Alex pun menghampiri mereka dan meraih gelas lalu menuangkan air dan menenggaknya.
Kembali Angela dibuat terpaku melihat jakun Alex yang turun naik karena meneguk air. Angela sampai menelan air liurnya karena pemandangan seksi tersebut.
__ADS_1
Hingga ia tidak sadar tingkahnya tersebut telah diperhatikan oleh Alex.
Alex melihatnya dengan sangat gemas dan tersenyum tipis.
" Kau haus kan?" Alex menyodorkan segelas air kepada Angela.
" Hah i_iya kenapa kak?" Angela langsung salah tingkah.
" Untuk mu," ucapnya sambil memberikan gelas yang berisi air putih. Angela pun meraih gelas yang diberikan Alex padanya dan meminumnya.
" Kau itu lucu. Mengapa kau begitu kepada seorang asisten rumah tangga?"
" Begitu bagaimana? memangnya ibu asisten rumah tangga?" tanya Angela kepada wanita paruh baya itu.
" Benar nona. Bukankah saya yang sering melayani nona, kenapa nona lupa?" jawabnya.
Angela membulatkan mulutnya membentuk huruf O.
" Oh maaf, aku kira ibu adalah ibunya kak Alex," ucapnya sambil cengengesan.
" Bukan nona, nyonya sudah meninggal dua bulan lalu. Saya hanya seorang pembantu, tidak pantas nona seperti itu kepada seorang pembantu seperti saya."
Angela dibuat terpaku sesaat karena perkataan asisten rumah tangga itu. Ia baru tahu bahwa ibu Alex sudah meninggal. Namun tak lama ia pun fokus kembali pada pembicaraannya.
" Loh, siapa yang mengatakan itu? memangnya jika seorang pembantu tidak pantas di hormati?"
" Meskipun seandainya saya tau bahwa ibu bukan ibunya kak Alex, saya akan tetap menghormati ibu sebagai orang yang lebih tua dari saya," ucapnya.
Alex tertegun dengan ucapan Angela. Lagi-lagi Angela tak nampak seperti biasanya yang biasa saja terhadap orang rendahan. Dia memang baik terhadap siapa saja, namun kebaikannya hanya sekedarnya dan tidak begitu melebih-lebihkan jika kepada orang rendahan seperti seorang pembantu.
Alex tersenyum tipis dan hampir tak terlihat. Dia bangga terhadap perubahan Angela yang terlihat drastis tersebut, namun Alex bukan tipe orang yang suka memuji orang lain.
Tanpa berkata apa-apa, Alex mendekat kearah lemari pendingin dan menekan tombolnya. Setelah lemarinya terbuka, Alex mengambil dua botol minuman dan langsung menyodorkannya kepada Angela tanpa suara.
" Ambil!" ucapnya singkat sambil memberikan sebuah botol yang berisi minuman dan tetap fokus pada minumannya tanpa memandang ke arah Angela.
" I_ini apa kak?" Angela pun menerimanya dengan ragu, lalu membaca merek minuman pada botol berwarna biru tersebut.
" Bom_bay Sapphire," ucap Angela lalu menatap bingung kearah Alex yang sedang meminum minuman yang sama tersebut.
" Ini minuman jenis apa kak?" tanya Angela bingung. Sama halnya dengan Alex yang bingung karena Angela tak mengetahui minuman yang biasa ia minum.
Namun sesaat ia pun memaklumi ketidaktahuan Angela, ia pikir mungkin itu karena ingatannya yang belum pulih.
" Itu sejenis minuman beralkohol," ucapnya singkat sambil meminum kembali minuman itu.
__ADS_1
Sontak saja hal itu membuat Angela membulatkan matanya karena terkejut.
" KAKAK!" pekiknya hingga membuat Alex tersedak karena teriakan itu.
Uhukk
" Ada apa dengan mu?" tanya Alex dengan wajah memerah karena tersedak.
" Kakak memberikan ku minuman ini?" katanya dengan sorot mata tajam.
" Lalu kau mau minuman yang mana? biasanya juga itu yang kau minum."
Angela memejamkan mata. Marahnya seakan menciut karena baru menyadari bahwa dia bukanlah Denisa yang tidak meminum minuman keras, melainkan Angela sebagai kekasih Alex.
" Tidak, aku tidak mau minum yang ini. Aku akan minum yang lain saja," ucapnya sambil mencari minuman lain yang tidak mengandung alkohol di dalam lemari pendingin itu.
" Terserah." Setelah mengatakan itu, Alex pun meninggalkan dapur sambil membawa botol minuman di tangannya, namun sesaat langkahnya berhenti dan kembali menoleh pada Angela.
" Aku akan keluar untuk mencari makan, kau bersiaplah!." Lalu Alex kembali lagi ke kamarnya.
Huffff
Angela sedikit kesal, namun ia tak bisa berkata apa-apa untuk saat ini tentang siapa dirinya. Karena ia pun bingung mengapa jiwanya bisa terjebak didalam tubuh kekasih Alex.
" Ibu mau minum juga?." Angela menawarkan minuman soda kepada asisten rumah tangga Alex tersebut.
" Oh tidak nona, saya mau kembali ke dapur lagi," tolaknya.
" Oh begitu. Ya sudah tidak apa-apa kalau ibu mau melanjutkan pekerjaan," tuturnya sopan.
Setelah mendapat izin dari majikannya, wanita yang kerap disapa Loong tersebut pun kembali ke dapur untuk menyelesaikan tugasnya.
Namun Angela mendengar suara seseorang yang sedang memanggil namanya. Angela pun penasaran siapa orang tersebut, lalu ia pun pergi ke ruang tamu untuk memastikannya.
" Hey kawan, apa kabarmu? kau tahu, aku sangat merindukanmu." Tanpa disangka-sangka, pria yang bertamu ke rumah Alex tersebut, dengan tidak sopan nya langsung memeluk Angela. Bahkan pria tersebut masuk tanpa izin dari sang pemilik rumah atau asisten rumah tangga yang ada di sana.
Tentu saja Angela yang tak mengenal siapa pria itu pun langsung mendorong kuat tubuh pria yang memeluknya tersebut dengan sangat kuat hingga pria itu terpental hingga lumayan jauh.
" You are kidding? why you hurt me?" ucap pria itu nampak sedikit kesal.
" Kau siapa? berani-beraninya kau masuk tanpa izin."
" Why? aku ini temanmu, mengapa harus izin dulu?." Lalu dengan santainya pria tersebut duduk di atas sofa bak sang pemilik rumah.
Angela semakin dibuat emosi dengan tingkah tak sopan oleh orang yang tidak ia kenal itu.
__ADS_1
" Aku bilang pergi! sebelum ku panggil keamanan." Namun dengan tak tahu malunya, pria itu malah bersiul riang sambil menaikkan sebelah kakinya ke atas meja.
" KAU!?" ucap Alex yang baru saja keluar dan kebetulan melihat pria yang dibencinya bertamu kerumahnya.