Jiwa Yang Berbeda

Jiwa Yang Berbeda
Menghapus Dosa


__ADS_3

Episode dua puluh lima (25)


Brakkkk


Angela terkejut ketika ada sesuatu yang jatuh dari atas rak buku milik Alex. Namun tak lama seekor kucing turun dari rak tersebut.


" Ohhhh ternyata cuma kucing," ucapnya sambil mengelus d*da.


Karena kejadian itu, Angela pun melupakan beberapa barang milik Alex yang membuatnya penasaran tadi.


" Hemmmm. Ya sudah, aku ke kamar lagi saja."


Angela pun keluar dari ruang kerja Alex dan kembali ke kamarnya. Bahkan ia sampai melupakan niat awalnya untuk mengambil air minum.


Saat masih pagi-pagi sekali, saat orang lain belum bangun, Angela sudah lebih dulu pergi. Hari ini ia dan Denisa janjian bertemu untuk menyelesaikan misi terakhirnya, yaitu pengembalian jiwa ke tubuh masing-masing.


Ia hanya tidak ingin jika yang lain tahu, maka mereka akan menanyainya tentang kemana ia akan pergi. Ia hanya tak ingin berbohong kepada siapapun, karena tujuan yang ia lakukan ini adalah untuk kebaikan, dan ia tak ingin mengawalinya dengan keburukan.


Hingga beberapa jam Angela menunggu Denisa di halte bus, akhirnya Denisa pun datang. Mereka langsung berangkat menggunakan bus sebelum yang lain mencari keberadaan mereka.


Tak perlu waktu lama, mereka pun sampai di tempat yang kemarin mereka kunjungi, yaitu di rumah Nyi madam.


Di sana, Nyi madam sudah menunggu kedatangan mereka sejak tadi.


" Permisi Nyi!" ucap Angela sebagai juru bicara.


" Masuk!!" jawab Nyi madam.


Mereka pun menurut, masuk dan langsung duduk berhadapan dengan Nyi madam.


" Kami sudah melaksanakan apa yang Nyi madam perintahkan kemarin kepada kami, tapi,,,,,,, mereka tidak mau percaya kepada kami Nyi," ujar Angela.


" Hemmmm, tidak apa-apa. Yang penting kalian sudah melakukannya, itu cukup untuk menghapus dosa-dosa kalian," jawab Nyi madam.


" Lalu bagaimana, Nyi?"


" Kalian berdua, masuk ke ruangan itu!!" perintah Nyi madam sambil menunjuk ke salah satu kamar berhorden merah menyala.


" Lalu kami harus apa di dalam Nyi?" kali ini, Denisa lah yang bertanya.


" Bertapa lah kalian dengan posisi saling berhadapan! dan renungkan semua kesalahan-kesalahan yang pernah kalian lakukan!"


" Lalu setelah itu, Nyi?"


" Jangan membuka mata atau menghentikan tapa kalian, sampai aku yang menghentikannya sendiri!!"


" Hanya itu Nyi?"

__ADS_1


" Ya. CEPAT LAKUKAN SEKARANG!!"


" I-IYA Nyi, kami masuk sekarang."


Mereka pun segera masuk ke kamar yang sudah di persiapkan oleh Nyi madam dan melakukan apa yang di perintahkan olehnya.


Selama beberapa jam, yang mereka lakukan hanyalah memejamkan mata sambil bersila dengan tangan yang di letakkan di atas pa*a.


Sedangkan di rumah Alex, semua orang bingung karena pagi-pagi mereka sudah tak mendapati Angela di kamarnya.


Bahkan sebagian dari mereka berasumsi bahwa Angela kabur karena masalahnya dengan Alex semalam.


Meskipun mereka sendiri tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi. Namun mereka pun dapat membaca dari tingkah serta sikap Alex dan Angela semalam.


Septian dan Ansel menatap tajam ke arah Alex yang sebenarnya juga sedang bingung, hanya dia tidak menampakkan kebingungannya dan malah terlihat sangat santai seolah tak merasa khawatir.


Mereka berdua marah dan menyalahkan Alex atas kepergian Angela.


" Kalian bisa bersikap dewasa tidak?" ucap Septian dengan nada marahnya.


" Maksud kalian apa?" tanya Alex dengan gaya santai.


" Jangan membohongi kami lagi bang! kami tahu kau dan kakak ipar sedang bertengkar kan?" tuding Ansel sambil melipat kedua tangannya, bak orang yang sedang mengintrogasi.


" Bertengkar? tidak ada yang bertengkar, hanya masalah kecil saja," jawabnya dengan masih bersikap santai.


" Kalau ini hanya masalah kecil, mana mungkin kakak ipar sampai kabur seperti ini," lanjut Ansel.


Alex nampak menghela nafas panjang, lalu setelah itu ia pun berdiri dari tempat duduknya.


" Mau kemana bang?!" teriak Septian ketika Alex pergi tanpa mengatakan apapun.


" Mau cari Angela," jawabnya. Namun tak lama suara mobil dari luar menderu, dan itu artinya Alex pun sudah berangkat untuk mencari Angela.


Ansel dan Septian hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya yang acuh itu.


Mereka tahu benar, jika sudah di marahi atau disalahkan, Alex tidak akan betah berada di rumah dan memilih untuk pergi sampai beberapa hari. Biasanya dia akan menyendiri di villa pribadinya dan akan sering mabuk-mabukan.


" Hemmmm, sepertinya kita harus memberi tahu bang Darrell tentang ini, karena hanya dia yang bisa menangani laki-laki keras kepala itu," usul Septian.


" Bukankah bang Darrell sedang sibuk ya? apa lagi sekarang dia sudah berkeluarga, apa bisa dia menanganinya?" ucap Ansel.


" Aku yakin, jika itu menyangkut tentang adiknya yang satu itu, dia akan melakukan apapun untuknya."


Ansel pun mengangguk dan membenarkan ucapan Septian.


Sedangkan di tempat lain, Alex yang semula pergi dari rumah, benar-benar mengunjungi villa pribadinya.

__ADS_1


Ia berdiri di balkon kamarnya sambil menikmati udara sejuk pegunungan tempat villa nya di bangun.


Matanya terpejam kala angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya.


Bukannya ia tak mau mencari keberadaan Angela, namun untuk saat ini ia memilih menenangkan diri terlebih dahulu agar nanti jika dalam pencarian Angela, ia tidak gegabah dan ceroboh.


Tiba-tiba sebuah mobil mewah terparkir di halaman villa nya, tapi ia malah tersenyum, seakan sudah mengetahui siapa yang datang tersebut.


Senyum mengembang dari seorang pria tampan dan bertubuh gagah yang baru saja keluar dari mobilnya. Senyum itu ia tujukan untuk Alex yang memang sudah menunggunya sejak tadi.


" Apa kabarmu sobat?" ucap pria itu ketika sudah masuk ke dalam villa, bahkan menghampiri Alex, langsung ke kamarnya.


Mereka juga saling berpelukan layaknya teman lama yang baru berjumpa kembali.


" Kabar baik,,,,," jawab Alex, dan mereka pun melepaskan pelukan mereka.


" Bagaimana keadaan mu Darrell? mengapa kau datang seorang diri? dimana istri dan anak-anak mu?" tanya Alex lagi.


" Aku datang kesini tanpa mereka, karena aku pun tidak akan lama. Aku hanya khusus untuk menemui mu saja," jawab Darrell.


Tiba-tiba Alex pun menyeringai.


" Mereka yang menghubungi mu?" tanya Alex.


" Ya,,,,,,, mereka menceritakan sesuatu kepada ku," ujarnya.


" Mereka berlebihan," jawab Alex, dan Darrell pun mengangguk tipis.


" Aku bukan membiarkannya pergi, aku hanya memberinya waktu agar dia kembali padaku lagi. Kau tau itu kan?" Alex menoleh pada Darrell, dan Darrell pun mengangguk lalu memberikan senyum tipis kepada Alex.


" Ya,,,,,, aku tau, dia kan???" ucap Darrell.


" Ya, aku sudah menemukannya kembali," jawab Alex. Mereka pun tertawa, entah apa yang mereka tertawa kan, hanya mereka lah yang tahu. Yang jelas mereka nampak sangat bahagia, terutama Alex.


Angela dan Denisa masih setia dengan tapa mereka. Sudah dua hari lamanya mereka melakukannya dengan setia tanpa berbicara ataupun makan seperti yang di perintahkan oleh Nyi madam. Namun nampaknya Nyi madam belum mau membangunkan mereka.


Ansel dan yang lainnya pun di buat gelisah karena kepergian Angela selama dua hari tersebut tanpa adanya kabar. Belum lagi Alex yang juga belum pulang selama dua hari ini, dan bahkan hanya memberi kabar lewat pesan singkat saja.


" Mereka senang sekali membuat orang khawatir," gerutu Ansel.


" Sabar saja,,,,, aku yakin mereka baik-baik saja di sana," ucap Septian.


Saat ini mereka sedang duduk bersama di ruang tamu. Sedangkan istri-istri mereka sedang ada kesibukan masing-masing. Sudah beberapa hari ini Ansel tidak masuk kerja karena sedang pusing memikirkan masalah yang terjadi akhir-akhir ini.


" Ya mungkin Alex baik-baik saja di villa nya sekarang, tapi bagaimana dengan kakak ipar Angela?" Septian hanya tersenyum menanggapi kekesalan Ansel tersebut.


" Ansel, Septian, dimana Alex?"

__ADS_1


__ADS_2