JODOH DARI LANGIT

JODOH DARI LANGIT
BAB 21. Menjelang pernikahan


__ADS_3

...Ketenangan seperti apa yang kau cari, Jika orang mati saja masih di doakan agar tenang ...


...Imam Al- Gazali...


...🍁...


Setelah kepergian Reza , suasana tampak hening dan Tama dapat kembali belajar dengan tenang.


Pilihan Tama saat ini adalah pada buku yang baru saja dia terima dari sang sahabat.


Halaman 73, tidak tanggung-tanggung Tama yang memang bersemangat tentang itu, langsung saja membuka pada bagian pilihannya, tentu tujuannya tidak lain untuk memperluas wawasan.


"Gue pikir bismilah aja cukup" gumam Tama


Membaca lembar setiap lembar halaman pada buku, membuatnya sedikit banyak belajar, meski tidak mudah namun bukan berarti tidak mungkin untuk di lakukan.


Terlebih mengingat profil nya yang juga merupakan seorang dosen, tidak begitu sulit baginya untuk belajar, hanya saja untuk menghafal doa mungkin Tama masih harus ekstra belajar.


Selain sibuk belajar ilmu agama dan ilmu rumah tangga, nyatanya saat ini Tama juga tengah di sibukkan dengan beberapa pekerjaan yang tetap masih harus dia pantau.


Termasuk salah satunya tugas mengajar, yang juga tentu Tidak begitu saja Tama lepas tangan.


***


H-1


Seperti hari-hari sebelumnya Nissa masih menjalankan puasa. Namun hari ini sedikit ada perbedaan.


Sejak pagi Nissa sudah di sibukkan dengan beberapa orang yang tengah membuat penampilannya semakin menarik.


Beberapa stylish yang Bu Sisca khusus pesankan untuk sang calon menantu. Segala terapi dan treatment yang di berikan khusus untuk Nissa, hal itu tentu untuk memanjakan Nissa.


Sempat Nissa menghubungi untuk menolak semua itu, karena tentu tidak sedikit biaya yang di keluarkan untuk dirinya, namun Bu Sisca selalu memiliki cara untuk membuat Nissa mau menerima nya. Tidak heran, hal itu karena Nissa yang memang tidak di izinkan keluar rumah oleh Ustadz Hamzah.


Mulai dari pijat lulur, masker wajah, badan, dan masih banyak treatment lain yang tengah di jalani Nissa. Semua itu tentu tidak hanya satu atau dua jam Nissa jalani, bahkan dari pagi tadi sampai saat ini waktu menunjukan pukul 13.55.

__ADS_1


***


Suasana pagi kota Bandung terlihat begitu cerah meski sebelumnya sempat di guyur hujan di beberapa titik. termasuk pesantren ustadz Hamzah.


Semua persiapan penyambutan pengantin dilakukan dengan begitu teliti, meski sederhana namun nyatanya Bu Sisca lagi-lagi juga turun tangan dalam acara tersebut. Tidak tanggung tanggung Bu Sisca menyiapkan wo khusus yang akan membantu keluarga ustadz Hamzah dalam mempersiapkan acara.


Hari bersejarah dimana Nissa dan Tama akan memulai kehidupan baru , menghalalkan hubungan diantara kedua insan berbahagia.


Penantian panjang Nissa dan Tama tentu terbayar dengan singkatnya pertemuan keduanya yang membuat satu sama lain sepakat untuk melangsungkan dalam jenjang yang lebih serius.


Islam memandang bahwa pernikahan merupakan sesuatu yang luhur dan sakral, bermakna ibadah kepada Allah, mengikuti Sunnah Rasulullah dan dilaksanakan atas dasar keikhlasan, tanggungjawab, dan mengikuti ketentuan-ketentuan hukum yang harus diindahkan.


Penyatuan dua insan, laki-laki dan perempuan ini diharapkan menjadi media dan tempat yang sempurna untuk mendapatkan pahala dan ridho dari Allah SWT. Oleh karena itu, pernikahan dalam islam merupakan sesuat yang sakral, jadi sebisa mungkin harus dijaga bahkan hingga maut memisahkan.


Allah SWT memberikan keterangan mengenai keutamaan menikah. Bahkan, Allah SWT akan memberikan karunia-Nya kepada laki-laki dan perempuan yang menikah karena-Nya. Dalam salah satu ayat di dalam Alquran, Allah berfirman:


β€œDan nikahkan lah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.” (An-Nur: 32).


Menikah sendiri bukan hanya memberikan kebahagiaan, sebuah pernikahan ternyata juga memiliki manfaat kesehatan.


Suasana terasa begitu ramai di kediaman ustadz Hamzah, hal itu tentu juga cukup membuat Nissa yang tengah di rias merasa gugup.


Bukan sesuatu yang baru tatkala Nissa harus meninggalkan rumah , namun sebelumnya dia meninggalkan rumah untuk belajar , tapi saat ini dia akan pergi karena seseorang telah menghalalkannya dalam ikatan suci.


Banyak pertanyaan yang seketika berkecamuk begitu saja dalam batin Nissa.


"Nissa"


"Iya Ummi"


"Jangan melamun, Berdoa dan dzikir nak" titah Ummi Fatimah dengan nada lembut.


Sejujurnya sejak beberapa saat lalu, ummi Fatimah kerap melihat Nissa yang larut dalam lamunannya, hal itu tentu tidak baik.


Namun dengan lembut Ummi Fatimah mengusap lembut punggung tangan sang putri.

__ADS_1


"Abi dimana Ummi ?"


"Diluar, mau ummi panggilkan ?"


Nissa pun menganggukkan kepala sebagai jawaban.


Entah mengapa di saat hatinya tengah begitu gundah , gugup dan takut, sosok Abi nya lah yang selalu membuatnya tenang.


Nissapun kembali mengingat sebuah nasihat dimana Sosok Abi Hamzah adalah sosok yang jarang sekali berbicara, tetapi yang tidak di ketahui adalah, isi hati a


dari sang Abi sangatlah lemah lembut terhadap putra-putrinya.


Tidak butuh waktu lama,wajah teduh ustadz Hamzah muncul di kamar sang putri, dengan senyuman yang syarat akan kebahagiaan.


Melihat sang Abi sejujurnya Nissa merasa sedih karena nantinya mungkin wajah teduh nya tidak akan selalu dapat dia pandangi dengan mudah.


Sudut mata Nissa pun berembun, membayangkan bagaimana kehidupan barunya nanti, begitu banyak nasihat yang telah sang Abi berikan, namun hal itu tidaklah membuat Nissa merasa puas.


Paham atas situasi yang di rasakan sang putri, ustadz Hamzah pun mendekat dan duduk di samping Nissa.


Sama halnya dengan ummi Fatimah, Abi Hamzah pun mengusap lembut punggung tangan sang putri, yang kini terlihat lelehan bening dari sudut mata cantiknya.


Dengan lembut dan penuh kasih sayang Ustadz Hamzah mengusap nya.


"Anakku, memang benar cinta bukanlah segalanya. Tetapi tanpa cinta, segalanya pun tak akan ada. Tetaplah saling mencintai selama-lamanya. Percayalah bahwa kalian adalah dua makhluk yang memang ditakdirkan bersama selamanya."


"Anakku, kami akan segera melepasmu laksana penjaga pantai melepas sebuah pelayaran ke lautan lepas. Bahtera yang telah kalian persiapkan akan segera berlayar dalam aneka gelombang, dimana persoalan akan datang menghadang."


"Anakku, kalian berhak memilih siapapun yang menurut kalian terbaik sebelum kalian menikah dengan tetap membuka mata lebar-lebar, namun, tutuplah rapat-rapat mata kalian setelah menikah dengan hanya melihat satu sama lain."


"Anakku bukan materi yang utama yang nanti harus kalian cari. Tetapi kebahagiaan yang hakiki. Untuk itu, tak perlu berlebihan. Hiduplah sederhana namun tetap cukup dan memiliki ketenangan hati."


"Jika pada saatnya nanti telah tiba gilirannya kalian untuk menjadi orangtua, maka jadilah orangtua yang baik. Yang selalu bisa membimbing dan membesarkan putra-putri kalian dengan penuh cinta.


"Ingatlah Pasangan kalian seperti lembar demi lembar buku yang tak akan habis dibaca. Untuk itu, tetaplah belajar dan mempelajari satu sama lain hingga selama-lamanya."

__ADS_1


"Dimulai dari berdua, kalian nantinya akan membangun keluarga kecil seperti Abi dan Ummi. Untuk itu, tetaplah saling menjaga dan bertanggung jawab satu sama lainnya. Kalian adalah harta tak ternilai untuk masing-masing."


***


__ADS_2