
...Jika kamu Tidak menyukai jalan yang kamu lewati, Mulailah membuat jalan Lain...
...๐...
Setelah berpamitan pada Nissa, dengan berat hati Tama meninggalkan istri tercintanya, menahan segala rasa yang sejujurnya sangat ingin ia curahkan bersama istrinya.
"Kau yakin mengizinkan mu untuk ke rumah sakit ?" Tama
"Mas !!, Seorang istri akan selalu mendukung suami dalam kebaikan"
Mendengar hal itu rasanya bahagia bercampur sedih, pasalnya Tama sudah berharap seperti adegan film India, yang dia akan di tahan oleh pasangannya ketika dia beranjak pergi meninggalkannya.
Nyatanya dunia adalah realita kehidupan nyata, bukan seperti drama drama film India.
"Astaga" Batin Tama dengan terkekeh.
Membayangkan bagaiman absurd dirinya, berharap istrinya akan menahan ya sungguh membuat Tama malu sendiri.
"Baiklah, aku berangkat dulu, jika kau butuh sesuatu katakan saja pada mereka, atau jika tidak langsung saja hubungi suami mu ini sayang" ucap Tama dengan nada menggoda.
"Iya mas !!" Jawab Nissa dengan mengulas senyum.
Keduanya berpisah di ambang pintu, sejujurnya Tama tidak rela melepaskan Nissa, meski hanya beberapa saat, namun ternyata Nissa Begitu merelakan dirinya.
__ADS_1
wanita mana yang tidak menginginkan selalu bersama suaminya , setiap saat setiap waktu ?.
Hal itu tentu di inginkan banyak wanita seperti hal nya Nissa, yang memang keduanya masih tergolong pengantin baru.
Namun Nissa juga begitu sadar dengan nasihat sang Abi tempo hari
Ungkapan โdi balik laki-laki yang hebat ada wanita yang hebatโ adalah ungkapan yang ada benarnya juga. Sudah menjadi fitrah bahwa tugas istri adalah mendukung suaminya dalam kehidupannya. Lebih-lebih dalam memperjuangkan agama ini; mendukung suaminya dalam menuntut ilmu agama, mengamalkan ilmunya dan mendukung dalam dakwah.
Hal ini sesuai dengan fitrah wanita dan didukung juga oleh syariat, karena wanita tidak dibebankan amal sebanyak amalan laki-laki, seperti: jihad, bakti kepada orang tua, dan dakwah. Ini pun sesuai dengan kodrat wanita yang lebih lemah baik fisik dan mentalnya dibanding laki-laki. Dalam hadits dijelaskan bahwa wanita cukup melakukan empat hal saja untuk masuk surga dari pintu mana saja, padahal untuk masuk surga dari pinta mana saja, memerlukan kesungguhan yang sangat tinggi. Salah satu empat hal tersebut adalah menaati suaminya; mendukungnya dalam dakwah adalah salah satu bentuk โmencari ridha suamiโ sehingga ia bisa masuk surga.
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุฅูุฐูุง ุตูููุชู ุงููู ูุฑูุฃูุฉู ุฎูู ูุณูููุงุ ููุตูุงู ูุชู ุดูููุฑูููุงุ ููุญูุตูููุชู ููุฑูุฌูููุงุ ููุฃูุทูุงุนูุชู ุจูุนูููููุงุ ุฏูุฎูููุชู ู ููู ุฃูููู ุฃูุจูููุงุจู ุงููุฌููููุฉู ุดูุงุกูุชู
โApabila seorang wanita [1] mengerjakan shalat lima waktunya, [2] mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, [3] menjaga ***********, dan [4] menaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan.โ (HR. Ibnu Hibban; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jamiโ Ash-Shaghir, no. 660.)
ูููู ููููุชู ุขู ูุฑูุง ููุฃูุญูุฏู ุฃููู ููุณูุฌูุฏู ููุฃูุญูุฏู ููุฃูู ูุฑูุชู ุงููู ูุฑูุฃูุฉู ุฃููู ุชูุณูุฌูุฏู ููุฒูููุฌูููุง
โSeandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.โ (HR. At-Tirmidzi, no. 1159, berkata Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, โHasan Shahih.โ)
Begitu juga peran Nissa sebagai istri seorang dokter, yang merupakan jihad Tama dalam hidupnya, berjihad dalam dunIa kesehatan.
Kembali Nissa mengingat sebuah kisah yang pernah di ceritakan oleh sang Abi, ustadz Hamzah
__ADS_1
Kesibukan istri dalam keluarga dinilai sebagai ibadah. Bagi kaum wanita yang memiliki semangat untuk berjihad di jalan Allah SWT keluarga adalah ladangnya. Dan ternyata, jihad bagi kaum wanita itu cukup mudah dan hal itu tidak jauh dari rumah tangganya.
Ibnu Abbas RA menuturkan, datang seorang wanita kepada Nabi SAW seraya berkata, "Sesungguhnya aku adalah duta kaum wanita untuk menghadapmu. Tidak ada seorang wanita di antara mereka, baik yang mengerti maupun tidak mengerti, melainkan dia akan merasa senang dengan kehadiranku di hadapanmu."
Nabi SAW menjawab, "Menaati suami dan mengetahui hak-hak mereka (dapat menyamai jihad di jalan Allah), tetapi sedikit dari kalian yang melakukannya." (HR Thabrani).
Jihad bagi kaum wanita sebagaimana hadis di atas adalah taat kepada suami. Sebab, ketaatan seorang wanita (istri) kepada Allah tidak akan sempurna jika tanpa diikuti dengan ketaatan kepada suami, selama hal itu tidak bertentangan dengan syariat.
Aisyah RA berkata, "Seandainya seorang wanita menaati Tuhannya dan menjaga ***********, kemudian ia menyakiti suaminya dengan suatu kata, maka malaikat akan melaknatnya sepanjang malam." (HR Baihaki).
Rasulullah SAW pernah berpesan kepada seorang sahabat dari kalangan kaum wanita agar taat suami karena surga dan neraka seorang wanita (istri) ada pada suaminya. Sabdanya, "Perhatikanlah posisimu dari dirinya karena sesungguhnya dia (suami) adalah surgamu dan nerakamu." (HR Ahmad).
Meski demikian, sebagai seorang laki-laki (suami), tidak boleh egois. Justru Rasulullah SAW berpesan khusus kepada kaum laki-laki agar memperlakukan kepada kaum wanita dengan lemah lembut.
Rasulullah SAW bersabda, "Berpesanlah kebaikan kepada kaum wanita karena mereka tercipta dari tulang rusuk. Sesungguhnya yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian atasnya. Jika kalian berusaha meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Jika engkau membiarkannya, dia akan tetap bengkok. Oleh karena itu, berpesanlah kebaikan kepada kaum wanita." (HR Bukhari).
Suatu peran yang banyak diremehkan, tapi ternyata bernilai jihad fisabilillah menurut Allah SWT dan Rasul-Nya.
Satu kisah tentang perempuan yang mengeluhkan banyak keutamaan amalan pria.
Nabi Muhammad SAW menyebut bahwa aktivitas para ibu rumah tangga di rumahnya, seperti menjaga anak dan mengurus keperluan rumah setara dengan jihad fi sabilillah.
Syekh Mahmoud Muhanna menyebut para wanita atau istri yang melakukan perannya dalam mengurus keperluan rumah, pahalanya seperti beramal dalam jihad di jalan Allah SWT. Meski begitu, para pria juga sangat dianjurkan untuk membantu para istri dan tidak menyulitkan istrinya.
__ADS_1
"Wanita dengan pekerjaannya, penguasaannya, dan pemeliharaan rumahnya sama dengan pekerjaan mujahidin di jalan Allah SWT. Dan pria itu harus menjadi penolong bagi istrinya dengan bersikap baik kepada mereka,".
***