
...Boleh pasrah , Asal jangan menyerah ...
...๐...
Menatap kepergian Inara yang semakin menghilang di balik pintu rumahnya.
Jujur Nissa pun merasakan tubuhnya sangat gemetar menghadapi sosok wanita yang terkenal baik di luar, namun nyatanya memiliki obsesi besar terhadap suaminya.
Bisa Jadi kesalahan secuil akan Mampun menggoyahkan bahtera yang baru saja berlayar antara dirinya dan Tama.
Dari sini Nissa sadar jika dia harus lebih berhati-hati lagi dalam menata biduk rumah tangganya bersama Tama.
Inara memang tidak begitu saja bisa di remehkan, namun meski begitu Nissa juga tidak lantas akan menyerah begitu saja.
Sebuah komitmen yang dia bangun bersama Tama, tentu tidak begitu saja mudah untuk di goyahkan, meski status Inara merupakan sahabat Tama. Sekalipun juga Inara lebih lama mengenal Tama.
Tujuan dari suatu pernikahan salah satunya adalah untuk menundukkan serta menjaga diri dari perbuatan yang keji dan kotor yang dapat merendahkan martabat seseorang dan melindungi manusia dari kerusakan. Pernikahan juga dapat meningkatkan iman dan takwa kita terhadap Allah SWT dengan harapan menjadi keluarga yang bahagia.
Nissa sangat sadar jika akan selalu ada saja ujian dalam sebuah rumah tangga, tidak terkecuali rumahtangga yang tengah dijalani bersama Tama.
Sudah menjadi keharusan bagi pasangan suami istri untuk saling menjaga dan mempertahankan hubungan dalam rumah tangga agar tidak terjadi kehancuran dan perceraian dalam keluarga. Karena perceraian merupakan hal yang dibolehkan namun sangat dibenci oleh Allah SWT.
Tatapan Nissa seolah menerawang jauh pada nasihat sang Abi. Ketika keduanya tengah bersama, terselip kata-kata sang Abi yang selalu Nissa ingat.
Kehadiran orang ketiga merupakan hal yang sangat ditakutkan dan dikhawatirkan oleh pasangan suami istri. Mereka tidak ingin pasangan mereka sampai berselingkuh. Kehadiran orang ketiga ini menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya perceraian dan kehancuran dalam rumah tangga.
Bahkan, Rasulullah SAW bersabda:
ู ููู ุฎูุจููุจู ุนูุจูุฏูุง ุนูููู ุฃููููููู ููููููุณู ู ููููุงุ ููู ููู ุฃูููุณูุฏู ุงูู ูุฑูุฃูุฉู ุนูููู ุฒูููุฌูููุง ููููููุณู ู ููููุง
โBarang siapa yang menipu (hubungan) seorang budak dengan tuannya, maka mereka bukanlah bagian dari kami. Dan siapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya, maka ia bukanlah bagian dari kami.โ (HR.Ahmad , Ibnu Hibban).
Dalam redaksi hadist diatas, terdapat kalimat โFa Laisa Minnaโ, kalimat tersebut menunjukkan bahwa perbuatan merebut atau merusak hubungan suami dengan istrinya atau kita sering menyebutnya dengan pelakor dan juga sebaliknya. Keduanya sama sekali tidak dibenarkan dalam Islam. Bahkan Rasulullah mengancam golongan tersebut bukan bagian dari Islam.
Hingga tanpa di sadari oleh Nissa , Tama telah berada di sampingnya, duduk dan menatap Nissa yang tengah fokus dalam lamunannya.
__ADS_1
"Astagfirullah, Mas !! Mas Tama ngagetin saja"
"Kamu sayang !, malem-malem bengong. Kenapa ?"
Bukan Tama yang mengagetkan Nissa, hanya saja Nissa terlena dengan lamunannya, sehingga tidak menyadari suaminya telah kembali. Bahkan ucapan salam dari Tama tidak mendapatkan sahutan dari Nissa.
"Ya Allah , Maaf mas , Nissa tidak tahu" Sesal Nissa.
Tama tampak mengulas senyum dengan anggukan kepala, melihat reaksi sang istri yang baginya begitu menggemaskan.
"Kamu kenapa ?"
Nissa hanya menggelengkan kepala, Tentu saat ini bukan waktu yang tepat untuk Nissa mengatakan jika baru saja Inara datang menemuinya. Hal itu tentu karena sudah pasti Nissa tidak ingin membuat beban pikiran sang suami semakin bertambah, sementara Tama sendiri juga baru saja pulang kerja, sadar jika pekerjaan Tama di rumah sakit tidaklah mudah. Nissa memilih memberikan senyuman terbaiknya.
"Mas sudah makan ?"
"Sudah sayang" ucap Tama dengan lembut.
"Ya sudah Nissa siapkan air untuk mandi ya" Nissa bangkit dari duduknya, begitu juga Tama yang segera menyusul sang istri menuju kamarnya.
Tidak butuh waktu lama Nissa telah selesai dengan tugasnya, sementara Tama berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, sekian jam berada di rumah sakit, bertemu dengan banyak orang, dan tentu banyak pasien cukup membuat Tama tidak nyaman ketika bertemu sang istri, jika tidak lebih dulu membersihkan diri.
Sementara Tama berada di kamar mandi, Nissa sendiri telah sibuk dengan dirinya sendiri.
Tidak berselang lama, Tama keluar kamar dengan hanya mengenakan handuk yang melilit sebatas pinggang.
Terlihat lebih segar dengan tetesan air yang masih tersisa di bagian bahu.
Namun bukan itu yang membuat kini mata sepasang suami istri itu bertemu.
Tama terlihat menelan ludah dengan begitu susah payah, mendapati Nissa yang terlihat begitu menggoda di pandangan matanya.
Mengenakan lingerie berwarna hitam , terlihat sangat kontras dengan kulitnya yang putih, rambut tergerai indah yang di satukan pada salah satu sisi bahunya, sehingga jelas sudah leher jenjang Nissa yang begitu menggoda.
Cukup terkesiap Tama melihat istrinya yang begitu indah dalam pandangan matanya.
__ADS_1
Hingga untuk beberapa saat Tama hanya terdiam dengan tatapan tajamnya, sementara Nissa justru semakin berjalan mendekatinya.
"Masss"
Lembut mendayu-dayu terdengar suara yang kerap dia dengarkan , kali ini terdengar sedikit berbeda.
"Kau menggodaku ?"
Nissa terkekeh mendengar pertanyaan Tama, Namun itu tidak masalah baginya. Bahkan kini Nissa bergelayut manja di depan Tama, semakin membuat yang di bawah sana meronta-ronta.
"Bukankah memang seharusnya aku pandai menggoda mu mas"
"Aku akan selalu menggoda mu, supaya kau tidak lagi tergoda dengan yang lainya"
Nissa kini mulai berani menampakkan sisi agresifnya pada sang suami, bukan tanpa alasan hal itu tentu untuk membuat sang suami selalu terpikat dengan dirinya.
Pelakor di luar sana semakin meraja Lela, sudah seharusnya istri Sah tampil dengan semakin menggoda.
Tama hanya terdiam dengan menatap wajah sang istri yang sejujur nya Tama justru menangkap rasa malu dari Nissa, namun dia berusaha untuk tidak tertawa, menghargai usaha istrinya yang telah berusaha untuk menyenangkan hatinya.
Meski sejujurnya ini bukanlah Nissa yang sesungguhnya, Tama tahu Nissa melakukanya hanya karena ingin selalu membuatnya bahagia, dan tentu karena takut kehilangannya, Tama sangat tahu itu.
"Em... Kau wangi sekali sayang"
Tama Mendekatkan wajahnya di celekuk leher Nissa, menghirup aroma segar yang menguar menembus rongga penciuman.
"Mas Tama suka ?"
Tama sekilas menatap pada Nissa, menganggukkan kepala dengan kembali menyandarkan dagunya di pundak sang istri.
Keduanya kini saling berpelukan, Menikmati suasana tenangnya malam, dengan indahnya gemerlap bintang.
Malam tetaplah malam , terkadang dihiasi gemerlap bintang namun tidak jarang hanya menampakkan kegelapan, Begitulah sisi kehidupan. Dan Kebahagiaan kini di miliki oleh sepasang insan yang saling menghangatkan.
***
__ADS_1