
Detik berganti detik, dan hari berganti hari.
ana kini lebih suka menyendiri, ia tidak tampak murung namun dia lebih suka menyendiri sekarang.
Sore hari anak anak santri berkumpul di aula untuk berlatih hadroh termasuk ana.
satu lagu dua lagu telah di lantunkan.
Tiba-tiba seseorang menghentikan latihan mereka.
"perhatian semua,,," ucap orang itu.
" teman-teman kita kedatangan tamu,,, ini ustadzah hasna istri ustad azam, beliau ingin ikut berlatih dengan kalian, ,," jelasnya.
"assalamualaikum teman-teman semua,, saya hasna istrinya mas azam, karna suami saya suka hadroh jadi saya ingin mencoba berlatih dengan kalian, mumpung sedang berkunjung kesini, mohon bimbinganya ya..." ucap hasna.
"ana tolong kamu ajari mbak hasna ya.." pinta borang itu.
deg,, ana menghela nafas kemudian membuangnya pelan.
" baik mbak...mari ustadzah silahkan duduk.."
ucap ana.
Ana mulai mengajari hasna dengan senyum yg sangat terpaksa, bagai mana tidak kehadiran hasna seolah membuka lukanya yg belum kunjung mengering, terlebih mengingat semua persiapan pernikahan azam dan hasna ana yg membantu menyiapkanya.
Ana sungguh wanita luar biasa yg mampu berusaha tegar di saat hatinya remuk berkeping keping.
sudah cukup lama mereka berlatih tiba-tiba azam datang menjemput istrinya.
" ekheem...." azam berdiri di depan pintu aula.
" eh mas azam,,, dini mas hasna sedang berlatih hadroh, ," ucap hasna.
Azam hanya diam sesekali melirik ana yg terus menundukan kepalanya.
" mbak ana yg ngajarin saya mas,, suaranya bagus bgt,, pasti calon suaminya seneng dapet mba ana, hehe..." sambung hasna.
__ADS_1
Azam menghela nafas dan membuangnya kasar.
" ayo kita pulang papa sudah menunggu kita.." ucap azam yg langsung berlalu tanpa menunggu istrinya lebih dulu.
Azam merasa sangat bersalah pada ana.
hingga 2 bulan pernikahannya dia belum bisa berbicara dengan ana sekedar untuk meminta maaf.
Ana pergi meninggalkan aula, dia sudah tidak kuat menahan nyeri di dadanya.
ana pergi ke taman belakang pesantren sekedar untuk menumpahkan kesedihanya.
'Ana menangis sesenggukan tak kuasa menahan kesedihanya.
tiba-tiba seseorang duduk di seberang tempat duduknya.
Ana segera menghapus air matanya.
" kamu sebenarnya kenapa si,,, sudah 2 kali saya mergokin kamu nangis.." ucap seseorang itu yg tak lain adalah rehan.
"aku mau nagih kamu.. ingat ya aku belum maafin kamu sebelum kamu menuhin syarat yg aku berikan.." ucap rehan.
"" hiks... hiks..."...
Ana malah kembali menangis.
" loh kok malah nangis lagi,," rehan panik.
" oke oke... aku gk bakal kasih persyaratan yg berat.. "sambungnya.
"Ana berhenti menangis dan melirik rehan, yg justru membuat jantung rehan berdegup sangat kencang.
" apa syaratnya mas...katakan saja bila aku sanggup aku akan memenuhinya,, ucap ana.
"jas kamu udah aku cuci...sebentar aku ambilkan,," ucap ana tanpa menunggu jawaban dari rehan, ana langsung beranjak pergi.
Tak lama ana datang membawa jas rehan dan memberikanya.
__ADS_1
"ini jas kamu mas...sarat selanjutnya apa mas katakan saja.." ana kembali duduk.
" baiklah,,,sarat selanjutnya kamu harus ceritain ke aku kenapa kamu nangis.." ucap rehan.
Ana menghela nafas panjang.
" gak ada yg lain selain itu,,,? tanya ana.
"nggak,,,"..jawab rehan tegas.
Ana kembali menghela nafas dan membuangnya, kemudian ana benar-benar menceritakan semuanya pada rehan.
Ana kembali menangis usai menceritakan semua pada rehan.
rehan merasa sesak di dadanya namun dia tahan, rehan merasa sedih, kecewa,gadis yg di inginkanya mencintai laki- laki lain.
Namun di sisi lain dia tak tega melihat ada.
tak lama hujan pun turun dengan derasnya.
rehan memberikan jas yg baru saja di kembalikan pada ana.
mereka segera pergi dari taman menuju ke arah yg berbeda.
Rehan sampai di mobil dengan nafas yg tak terkontrol, dia terus mengatur nafasnya sembari memegang dadanya.
" pak ke rumah sakit.." ucap rehan pada supirnya.
Rehan menuju rumah sakit, baru turun dari mobil rehan langsung ambruk tak sadarkan diri.
"den ...aden...suster tolong.." teriak pak supir panik.
Kemudian rehan di bawa ke **IGD.
**TINGGALIN JEJAK DONG....
KRITIK SARANYA JGA DI TUNGGU****
__ADS_1