Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim

Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim
bab 26


__ADS_3

Matahari hampir tenggelam, namun dua sejoli yg telah beradu kasih masih bergumul di bawah slimut.


Rehan merebahkan diri di sebelah ana dengan lengan yg di jadikan bantal untuk ana.


Rehan tersenyum pada ana menyelipkan rambut yg menutupi wajah mulus ana.


" trimakasih" ...ucap nya.


Ana hanya tersenyum malu, bahkan dia tidak berani untuk sekedar memandang rehan .


" rasanya bahagia sekali hari ini,," ucap rehan lagi.


Dia mengeratkan pelukanya pada ana dan mengecup lembut kening ana.


"mas....aku mau mandi dulu,," ana melepaskan pelukan rehan.


Ana duduk dengan slimut yg di lilitkan di tumbuhnya.


Ana hendak ke kamar mandi namun tiba tiba___


" aduh,,!''.. pekik ana.


" kenapa sayang,,," rehan panik.


" perih mas,," ana meringis menahan sakit.


Rahan tersenyum dia melihat sprei, terdapat noda merah, bukti ana masih bersegel.


" gak papa sayang nanti jga sembuh,, yuk aku bantu ke kamar mandi,," kata rehan.


Belum juga menjawab rehan sudah mengangkat tubuh ana ke kamar mandi.


" berat juga ya.." goda rehan.


" ih,, mas rehan , kalau gak ihlas turunin aja.."ana menyebikan bibirnya.


" hehehe... gak kok becanda, jangan manyun kayak gitu aku jadi pingin cium kamu lagi nih.." rehan menurunkan ana di baktub kamar mandi.

__ADS_1


" mau aku mandiin sekalian sayang.." rehan tersenyum jahil.


"tidak,,, tidak,, ,,, kamu keluar aja." ana waspada.


Rehan terkekeh dan keluar dari kamar mandi.


ia memilih mandi di kamar sebelah.


"*Allahu akbar Allohuakbar......"


Suara adzan menggema di berbagai penjuru bersaut sautan sangat merdu dan menenangkan jiwa.


" kamu gak ke masjid mas..." tanya Ana, karna suaminya malah bersiap merapikan sajadah.


" Aku mau solat sama kamu sayang."


rehan menjadi imam dan ini kali pertamanya.


slesai sholat ana diam mematung..


" ya sayang,,," rehan duduk di hadapan ana.


" aku malu mas sama bunda,,, jalanku.." ujar ana


hahahaha...Rehan tertawa lepas.


" kok ketawa sih,,,, ini tuh semua gara gara kamu tau..." ana kesal rehan menertawakanya.


Rehan mencakup kedua pipi ana .


" jadi kamu gak ihlas nih.." rehan gemas.


" ya gak gitu,,, aku ihlas mas,,, tapi aku juga sebel kamu ketawanya niat bgt.


Rehan menatap ana serius,.


"apa itu artinya sudah ada tempat untuk ku di hatimu??" rehan menatap ana dan menurunkan tanganya dari pipi ana.

__ADS_1


hening____


" semoga bgtu mas tapi aku belum bisa memastikan, hanya saja aku slalu nyaman bila bersamamu." ucap ana sendu.


" tidak apa apa,,, bgni saja sudah membuat ku senang..".Rehan tersenyum dan mengecup kening Ana lama.


____________


" loh rey...Ana mana.." kata bunda melihat rehan turun sendiri.


" di kamar bun,,, dia kecapean bun , biar nanti rey bawain makan mlm ke kamar.


Mereka makan tanpa ana.


selesai makan rehan membawa sepiring nasi lengkap dengan lauk nya.


ceklek...


pintu terbuka.


" sayang ayo makan dulu,," ucap rehan.


rehan memberikan nasi pada ana yg duduk di tepi ranjang.


," apa masih perih..." tanya rehan memastikan


" udah berkurang sih mas,,, tapi tetep masih belum normal jalanya." ujar ana, sembari berjalan menuju sofa.


Rehan mengikuti ana duduk di sofa.


" mas ,, besok aku ada undangan , temen aku di pesantren nikah,,. apa mas mau menemani pergi ke acara itu??


" dengan senang hati nyonya rehan.."


membuat keduanya ter tawa bersama*.


Ana tak sabar menunggu hari esok, ia ingin segera bertemu sahabatnya.

__ADS_1


__ADS_2