Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim

Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim
bab 25


__ADS_3

Rehan mengajak ana untuk menghadiri acara peresmian hotel sahabatnya.


" loh kok berhenti di salon ,, mas mau potong rambut,,?" tanya ana bingung mobil suaminya berhenti di depan salon.


" bukan aku, tapi kamu sayang,, aku mau ajak kamu menghadiri acara peresmian hotel sahabatku.." jelas rehan.


Ana masuk kedalam dan langsung di sambut pegawai salon.


" mari nona..." para pegawai lgsung mengajak ana masuk untuk perawatan.


Ana melihat rehan ..rehan tersenyum dan mengusap puncak kepala ana .


" waktunya masih 2 jam lagi,, masuk dan ikuti perintah mereka." jelas rehan.


Walau sedikit bingung ana mengikuti pegawai salon itu yg semuanya adalah wanita.


Ana mulai di pijit, di lulur, berendam dan ritual lainya yg memanjakan kaum hawa.


namun kelihatannya ana tidak nyaman denagn semua itu.


" mbak masih lama ya...." ucap ana.


" sedikit lagi nona,, tinggal make up dan ganti baju selesai." jelas pegawai salon.


Ana menghela nafas , dan duduk di depan cermin.


"make up nya tipis aja ya mba.." pinta ana .


" baik nona.." pegawai salon mulai merias ana.


wajah ana yg mulus mempermudah pegawai salon untuk meriasnya.


" udah selesai nona, anda tinggal memakai baju yg telah di sediakan." perintah pagawai salon pada Ana.


Ana masuk kedalam ruang ganti baju, 10 menit di dalam ahirnya ana selesai ganti baju.


" mbak ini resletingnya susah.."


pegawai salon membantu ana merapikan bajunya.


Ana memakai gaun berwarna silver dengan hijab yg berwarna senada namun terlihat seperti ada warna ping.. aksesoris yg menempel di sisi bagian kiri menambah kesan elegan, make up nya yg natural membuat ana terlihat sempurna dengan kecantikan alami.


" sudah 1 jam rehan menunggu , ia mengotak atik ponselnya , dia jga sudah berganti baju , dengan rambut yg sangat rapih.


Ana keluar dari ruang make up.


" sudah selesai tuan.." kata pegawai salon.

__ADS_1


Rehan seketika menoleh dan takjub, ia tak berkedim melihat ana.


" mas.. .." ana menghampirinya dan melambaikan tangan di depan wajah rehan.


" mas gimana,,, apa berlebihan,,,??"


ujar ana meminta pendapat.


" tidak sayang kau terlihat sangat cantik.." rehan tak menyangka ana akan berubah secantik ini.


Mereka segera menuju acara sahabat rehan.


ana terlihat gelisah.


" sayang kamu kenapa,,?" . tanya rehan melihat ana yg terlihat gusar.


" mas,,, aku takut bikin kamu malu, ini pertama kalinya aku pergi keacara kaya gitu.." ucap ana jujur.


" jangan takut,,, ada aku ,,"rehan mengusap tangan ana.


Ana melirik rehan ternyata suaminya juga terlihat sangat tampan,.


Ana teringat perlakuan rehan dan mertua nya selama ini ,mereka bgtu baik padanya dan orang tua ana.


terlebih rehan yg sangat mengerti dirinya ,tidak pernah memaksakan kehendaknya, dan yg pasti dia mencintai ana apa adanya.


Ana selalu merasa nyaman jika berada di dekat rehan.


Acaranya berlangsung lancar ana selalu berada di dekat rehan bak prangko.


dan ahirnya mereka pulang.


didalam mobil ana merasa sangat lega.


" huuf.Alhamdlh ahirnya slesai jga.." celoteh ana.


" kamu gak nyaman sama acara kayak tadi??"


tanya rehan.


" bukan gak nyaman,,, aku takut bikin malu kamu mas,," ujar ana.


"jangan berfikir begitu,,, " ucap rehan sembari memegang tangan ana.


Ana terlihat gugup..


" baru di pegang tanganya aja udah kaya mau pidato ..tadi di pesta nempel terus tuh,, lengan aku sampe kram , kamu megangnya kenceng banget" goda rehan.

__ADS_1


" ih,, paan sih mas ,aku kan malu mas"...ana memalingkan wajahnya.


hehehe.... rehan terkekeh,


ana memukul lengan rehan pelan.


Mereka sampai di pekarangan rumah.


Ana dan rehan terlihat makin akrab.


rehan tak henti hentinya menyunggingkan senyum.


" kalian udah pulang..." kata bunda.


" iya bun,, " jawab mereka serempak.


" ya udah,, sana bersih bersih, udah sore .", perintah bunda.


Rehan berjalan mendahului ana, rehan langsung menuju ruang ganti sedang kan ana memilih membersihkan make up nya.


Rehan selesai mengambil baju, hendak menuju kamar mandi namun ia melihat ana kesusahan membuka resleting.


" butuh bantuan??"rehan mendekati ana.


Ana berbalik menghadap rehan, rehat takjub melihat rambut istrinya tergerai indah,


ia berhadapan dengan rehan ,


rehan membuka risleting baju ana, dengan posisi saling berhadapan.


deg,,,


deg,,,


deg,,,


jantung rehan terpompa sangat cepat, nafasnya tak beraturan .


pandangan mereka bertemu


rehan mendekatan bibirnya ke bibir ana,


ana memejamkan matanya.


bibir rehan mendarat sempurna di bibir ana .


ciuman rehan berubah menjadi *******, rehan tak bisa mengontrol dirinya gejolak jiwanya telah menggebu gebu.

__ADS_1


ia menggiring ana ke tempat tidur tampa melepas ciumanya.


dan ahirnya ana menunaikan kewajibanya sebagai seorang istri, setelah satu bulan lebih lamanya.


__ADS_2