
Beberapa minggu telah berlalu, baik Ana maupun azam bila bertemu sekarang merasa canggung. entah apa yg mereka rasakan malu atau yg lain? entahlah....
di aula putri Ana sedang beres2 dengan santri lainya,...
"Assalamualaikm.......mbak Ana di panggil umi ke dapur,... ucap salah seorang santri .
" wa'alaikmslm... iya mba,....jwab ana.
Ana segera ke dapur menemui umi yg tak lain adalah buk nyai yg sedang sibuk memasak bersama santri senior lain.
"asalamualaikm... ..
"Waalaikmslm...oh mbak ana sini mba, umi mau minta tolong, mbak ana ke pasar ya beliin umi ayam sama sayur,,, ini uang sama catetanya.,,, kata umi sambil menyodorkan secarik kertas dan sejumlah uang.
" nanti biar di anter sama azam, orangnya dah nunggu di depan,,, sambung umi.
deg.... deg... deg...
" bagaimna bisa, bertemu tidak sengaja saja malu apalagi bareng satu mobil...duh gustiii...tolong hambamu ini, Engkau yg maha membolak balikan hati manusia, , , batin ana.
di depan nampak seorang laki2 memakai kaos hitam dan sarung serta peci khas santri yg memperlihatkan rambut depanya, sedang menunggu.
"Assalamualaikm ustad,,,, ana menyapa terlebih dulu.
"" wa'alaikmslm......deg, deg, deg,..jantung azam terpompa melihat siapa yg mengucapkan salam.
" saya yg di tugaskan oleh umi ustad,, ana berusaha menetralisir rasa gugupnya.
" oh, iya mari saya antar...azam mempersilahkan ana masuk ke dalm mobil.
hening
hening
hening
sampai ketempat tujuan tak ada pembicaraan antara mereka, ana asyik memandangi luar jendela mobil, sedang azam fokus dengan jalan.
walau sebenarnya mereka hanyut di pikiran masing2 .
" nah, dah sampai dek ana..."
__ADS_1
" iya tad, ana belanja dulu,,,,"
" emmm perlu bantuan tidak, ??? .tawar azzam.
" tidak usah tad, nanti ana minta bantuan, jasa panggul aja, ustad tunggu sini aja..."tolak ana.
" berarti belanjaanya banyak dong, ,, udah aku ikut aja, dari pada ngluarin duit lebih...gini2 saya kuat angkat galon loh...hehehe...". mereka tertawa bersama.
"ya udah kalo gitu, ayok...."
mereka berjalan bersama masuk ke dalam pasar azam di buat geleng2 kepala melihat ana yg sangat lihai menawar, dan memilih,.
" pantes aja umi nyuruh dia, jiwa emak2 nya sudah terlihat, hihi,,," batin azam.
kini azam sudah membawa 2 kantong besar , dan ana membawa kantong berisi buah2han.
mereka hendak keluar pasar, sebelumnya ana mengecek belanjaan memastikan semua sudah di beli.
tiba2 ada ibu2 berceloteh,,,
".. hmmm jan so sweet bingit, suaminya mau ikut belanja, itu baru suami idaman,,,,"
" iya jeng, iri kalo lihat pemandangan kayak gtu , pokoknya jiwa muda saya meronta ronta jeng,,,, celoteh ibu2 yg lain.
perawakan ana yg bongsor memang tidak menampakan kalau dia berumur 17 thun.
"melihat ana yg salting, terbesit di fikiran azam untuk menjahilinya,.
"... oh makasih bu, sanjunganya, kami memang selalu uwwu,, tersenyum jahil pada ana.
"..deg... jantung ana seakan mau lompat mendengar azam berbicara seperti itu.
"ustad...." pekik ana.
"hehehe..... udah semuakan ayok pulang.." ajak azam.
di dlm mobil ana diam seribu bhsa, sedang azam sesakali melirik ana. dia tersenyum, " kalau di lihat2 dia manis bgt.. aku kok nyaman ya sama dia..apa jangan2 '... ah ndak mungkin....batin azam.
" dek ana kok diem aja, ...." azam memecah keheningan.
ana hanya tersenyum melirik azam sekilas.
__ADS_1
".. mmm., gimana ngajinya dek, ,???
" alhmdlh tad, walau sulit tapi tetep semangat.." jawab ana.
"'' bagus kalo gtu, semangat memang harus di tanamkan. itu salah satu modal jga. ." smbung azam,.
" umi kok belanja banyak bgt tad,, ada acara apa tad, ,,,. tanya ana.
",, oh ..ada tamu nanti dek ada yg mau di jodohkan..., jawab azam.
"serius tad, siapa...??? ustad fahmi??( putra abah yai) atau malah ustad azam sendiri????...ana penasaran.
" mmmm..,, kasih tau gak yaa...hehehe..ledek azam.
" ih ustad mah....ana manyun.
" loh kok tambah imut kalau kayak gitu.. batin azam.
" iya.. mas fahmi yg di jodohkan,,, kalo jodoh saya kan ada di sebelah saya...ucap azam.
sontak membuat ana terperanjat kaget plus malu.
deg
deg
deg
" astaghfirulloh..ustad apa apaan coba mau buat aku sakit jantung apa ya..." batin ana.
"..kenapa kok diem, jodohkan gak ada yg tau, kayak ALIF LAM MIM, hanya Alloh yg tau...iyakan dek,, mana tau kedepanya kita berjodoh,,, sebenarnya jantung azam berdegup kencang, entah kenapa dia yg biasanya cool berani berkata seperti itu.
Wajah ada sudah memerah sempurna, dia menunduk sangat dalam.melihat itu azam justru makin tertarik,.
ahirnya mereka sampai,, azam dan ana turun.
azam membantu ana membawa barang belanjaan, dan untuk yg ke dua kalinya tangan mereka bersentuhan tanpa sengaja.
" maaf... gak sengaja ,, ucap ana.
"sengaja jga gak papa,,, hehehe, , azam tertawa sambil berlalu membawa barang belanjaan,.
__ADS_1
Ana masih mematung menetralkan degup jantung nya dan kmudian menyusul azam ke dapur umii..
HAI HAI.... di tunggu kritik dan saranya