
Setelah kelas nya selesai, azam langsung menuju ruanganya.
saat bersamaan ana berjalan menuju perpustakaan yg tentu melewati ruangan azam.
Dari kejauhan azam melihat ana yg sedang asik bercanda ria dengan sofi menuju perpustakaan.
senyumnya mengembang, ahirnya dia dapat melihat pujaan hatinya yg slalu ia rindukan.
" sesampainya di perpus ana memilah milah buku yg akan di pelajari.
Azam mengikuti pergerakan ana tanpa ana ketahui. ana membawa buku yg telah ia pilih sambil fokus melirik buku2 di rak...
" dan.........
"brug,,,,!!"....
kebiasaan ana terulang lgi pada orang yg sama.
", ustadz...." pekik ana.
azam tak menjawab ia hanya tersenyum dan membantu ana membawa buku.
" punya kebiasaan kok nabrak,,,, hehe" azam ter kekeh.
" ayok baca di sini..." sambung azam, mengajak ana untuk mengikutinya.
" maaf tad,,, ana gak enak sama sofi, kan datengnya bareng sofi.." ucap ana.
" ya udah kalo gitu, nih bukunya,..." azam memberikan buku pada ana.
" dek ana....."
" iya tad..."
" mmm.... ikan hiu warna biru,,,, I Love u to u to u...." azam mengedipkan setelah matanya.
" hehehe...ustad ada ada aja..."ana tersenyum.
" kok gak di bales..." azam manyun.
" uhibbuk ustadku,,,," ana berlari meninggalkan azam setelah mengatakannya.
Azam tersenyum lebar, mendengarnya.
__ADS_1
dia keluar dari perpus dengan senyum yg terus terukir.
" idih senyum senyum sendiri..." ucap sofi.
" gue lgi seneng makanya senyum senyum..." ujar ana.
" roman romanya habis ketemu babang ustad nih..." tebak sofi.
" hehe... tau ajja." jwb ana.
____,,,,
Di tempat lain rehan berencana kembali kepesantren untuk menemui ana.
tapi slalu terkendala waktu...
malam pekat tlah menyelimuti bumi, angin yg menusuk tulang2 menyeruak masuk kedalam kamar rehan.
" tuan muda belum tidur..." edwin masuk ke kamar rehan.
" aku tak bisa memejamkan mataku,," ujar rehan yg duduk di teras balkonya sembari memandangi bintang- bintang.
" ada yg anda fikirkan tuan muda,,,?
" entahlah,,, tapi sepertinya dia berhasil masuk dan menerobos hatiku.." kata rehan yg tak bergeming menatap bintang.
" saya senang hati tuan muda telah mencair,,, tidak usah risau, yaqinlah,,,
jika Alloh menghendaki, tidak ada yg tidak mungkin, " edwin memberi nasehat layaknya seorang kakak.
" tikung dia di seper tiga malam,,," edwin menepuk bahu rehan.
" tidurlah... angin mlm tak baik untuk kesehatanmu" sambung edwin, sembari beranjak meninggalkan rehan.
" Rehan memikirkan apa yg di katakan edwin
dia beranjak masuk ke kamar.
namun bayangan gadis itu masih tetap ada ,.
Keesokan harinya dirumah pak kiyai terlihat rame, di depan terlihat ada 2 mobil mewah,.
" kira2 tamu dari mana ya sof,, sampai ngajinya di liburkan." kata ana.
__ADS_1
" mana saya tau,,,mending kita kedapur aja yuk," ajak sofi.
Ana dan sofi beranjak ke dapur ,membantu umi yg sibuk menyiapkan jamuan untuk para tamu.
" mbak ana, mbak sofi.. kebetulan sekali ,, tolong bawakan ini untuk para tamu ya..," kata umi.
" enjiih umi......" ana dan sofi segera membawa jamuan untuk para tamu.
Setelah itu ana dan sofi membereskan dapur.
" wah rajin sekali mbak mbak santri...." sapa seorang wanita paruh baya yg tak lain adalh ibu azam.
" ana dan sofi hanya tersenyum tak menjawab.
dan tak sengaja ibuk azam menginjak sesuatu dan terpeleset.
" astaghfirulloh.... aduh..!!..." pekik ibuk azam.
sontak ana dan sofi kaget dan langsung menghampiri ibuk azam.
" yaAlloh .. ibuk gak papa bu.." tanya ana khawatir .
" ndak papa,,, ibuk gak hati hati tadi, jadi terpeleset." ujar ibuk azam.
ana dan sofi membantu ibuk azam berdiri namun tiba2...
ibuk azam merintih kesakitan.
" sepertinya kaki ibu terkilir..." ujar ana.
" iya nak, sepertinya bgtu.,," ucap ibuk azam.
Tanpa di perintah ana lgsung memijit kaki ibuk azam dengan tlaten.
" gimana buk,,, apa masih sakit,," tanya ana.
" sepertinya udah mendingan nak," ucap ibuk azam sembari berdiri menggerakan kakinya.
" wah,,, kamu pinter mijit jga ternyata.. calon mantu idaman ini mah," goda ibuk azam.
Ana tersenyum malu.
Azam melihat pemandangan itu dari balik ruangan tanpa ekspresi, hanya diam dan mematung, entah kenapa dia bersikap seperti itu.
__ADS_1
SEMANGAT....SEMANGAT...SEMANGAT...