
Rehan dan ana ahirnya sampai di tempat tujuan lebih awal dari tamu yg lain, karna ana diminta oleh sofi sang mempelai wanita untuk menjadi vokalis hadroh pesantren.
" mas nanti kalau aku tinggal ke panggung gak papa kan mas,," ucap ana sembari sibuk menata kado untuk sofi.
" iya gak papa kok, kan banyak temenku jga di sini.," timpal rehan.
Dari kejauhan mereka melihat pak kiyai dan umi sedang berjalan menuju pesta.
" sayang itu kayaknya pak kiyai,," rehan menghentikan langkah dan memegang tangan ana.
" kayaknya iya mas,,, duuh gimana ni mas,, aku malu..," ana uring2ngan sendiri.
" ngapain malu,,, harusnya kamu tuh senang"...
" hehe,,, iya mas seneng campur malu.." Ana menunggu pak kiyai.
" assalamualaikum pak kiyai umi...." ucap rehan dan langsung menyalami pak kiyai serta mengatupkan tanganya pada umi.
" waalaikmslm...waah,, mas rehan to" pak yai merasa senang bertemu dengan mereka.
" iya pak kiyai.." jawab rehan penuh hormat, sedangkan ana hanya tertunduk malu.
" makin seger kelihatanya nak...gimana mbak ana, udah ada tanda2 belum??" kata umi penuh semangat.
" belum umi..." jawab ana seraya tersenyum.
" harus tlaten kalau gitu,, hehe," umi meledek ana.
" huss,,, umi ,,, lihat tuh mbak ana jadi malu.." ujar pak kiyai.
", iya maaf bah.." ucap umi.
," ya sudah ayo masuk..." ajak umi.
Mereka masuk bersama , sofi langsung menyambut mereka, .
" pak kiyai, umi,,," sofi memberi salam.
" selamat ya mbak sofi semoga sakinah mawadah warohmah,", ucap umi.
" aamiin umi...trimakasih"...sofi mengaminkan.
lalu pak kiyai berlalu menemui orang tua sofi.
" anaaa....." teriak sofi yg kegirangan bertemu ana.
Mereka berpelukan saling melepas rindu.
__ADS_1
" aku kangen banget.... "
" aku juga sof.."
mereka berpelukan bagai ibu yg baru bertemu anaknya berpuluh puluh taun.
" ekheeem..." rehan berdehem.
Sofi dan ana melepaskan pelukan,
" maaf mas...hehe.." ucap sofi.
" selamat ya sof semoga samawa.." ucap ana.
" makasih na...ayo na masuk" ajak sofi.
Ada duduk di sebelah rehan. tak lama datanglah keluarga azam. mereka duduk di sebrang meja ana.
" assalamualaikum bro..." sapa rehan dari kejauhan.
-" waalaimslm.."azam menjawab dan mengangkat tangan. hendak menghampiri rehan namun di tahan hasna istri asam.
" nanti aja mas kalo mau ketemu sama temen, tunggu acaranya slesai.." ucap hasna.
hasna memang terlalu posesif membuat rehan tak nyaman, namun ia tetap menuruti kemauan istrinya.
" mas aku tinggal dulu ya.." ucap ana seraya mengelus punggung tangan rehan.
" iya sayang.."...rehan tersenyum.
" cider,,, sayang" celetuk teman ana yg dulu satu kelas dengan .
" gak usah nguping , nanti jiwa jomblomu meronta ronta" timpal ana.
Mereka segera menaiki panggung, Ana bertugas membuka acara salawat dengan suara merdunya kemudian iya melantunkan solawat.
"*uhibbuka mitslama anta...
uhibbuka kaifama kunta, ..
wamahma kana mahma...
soro anta habibi anta...
zauji anta habibi anta..."
Suara nya yg merdu membuat semua yg mendengar terbawa suasana* .
__ADS_1
tak terkecuali rehan sangat bahagia melihat ana di atas panggung, ia masih tidak percaya bahwa gadis yg membuat jantungnya meronta ronta kini sudah menjadi miliknya seutuhnya.
Dari dulu rehan selalu bersungguh sungguh jika menginginkan sesuatu dan akan slalu menjaga nya. begitu pula pada ana rehan berjanji untuk slalu menjaga nya.
" nak rehan,, mari gabung sini.." kata pak yai membuyarkan lamunan rehan.
Rehan duduk di meja yg sama dengan pak kiyai juga keluarga azam.
" ooh ini toh suaminya ana.." kata ibuk azam.
" iya tante.." jawab rehan dengan senyum yg sangat manis.
" kamu beruntung naj rehan, ana itu udah pinter masak , kreatif , tlaten, suaranya bagus lagi..." ucap ibuk azam membuat dada azam terasa sesak mengingat masa lalunya.
" duuh,, mbak yu, saya jadi pingin gulai jengkolnya mbak ana," timpal umi.
"nak rehan nanti mampir kerumah ya... umi mau masak gulai jengkol sama mbak ana.." imbuhnya.
" iya umi nanti rehan ajak ana ke rumah umi,," jawab rehan.
" *kenapa susah sekali melupakannya yaAlloh..saya sudah berusaha dengan bergai cara untuk melupakannya, namun runtuh seketika hanya karna melihatnya lagi, kaitkan hamba yaAlloh.." pekik azam dalam hati.
Acara sudah slesai ana madih mengobrol dengan beberapa temanya di belakang panggung*.
" teman2 aku pamit dulu yah,, kasihan suamiku di tinggal dari tadi." ucap ana.
" iye,, iya,, yg udah punya suami,, hus hus sana sana , nanti suaminya ilang,,," ucap salah satu dari mereka.
"gue paham kok kalau kamu jomblo..." ucap ana seraya merangkul bahu temanya itu, yg di iringi gelak tawa mereka.
Ana mencari keberadaan rehan, tapi tidak menemukannya.
" mas rehan mana ya,, apa jangan jangan udah pulang duluan ??" gumam ana.
"nyariin siapa nona..." rehan mengagetkan ana.
" kamu mas, ngagetin aja." ana mengusap dasanya.
," yuk ke rumah pak kiyai, tadi umi bilang kangen sama gulai jengkol bikinan kamu." ucap rehan seraya menarik tangan ana .
" mbak ana langsung kesini aja.." panggil umi dari arah dapur.
Ana menghampiri umi di dapur dan ternyata disana juga ada ibuk azam dan istri azam.
sedangkan rehan menemui pak kiyai di ruang tamu.
di dapur.....
__ADS_1