Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim

Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim
bab 31


__ADS_3

Malam sudah larut Rehan dan ana memutuskan untuk pulang.


Diperjalanan mereka terus memancarkan aura kebahagiaan, rehan memegang tangan istrinya, dan sesekali mencium punggung tangan ana.


Ana tak keberatan akan hal itu , ia justru bahagia dengan perlakuan rehan karna merasa sangat di cintai.


Tak lama kemudian tiba tiba mobil mereka di hadang mobil lain.


"siiiiittt....Rehan menginjak rem dadakan membuat ana kaget.


" kenapa mas..." tanya ana.


" ada yg menghadang kita." jawab rehan.


Mereka turun dari mobil.


" siapa kalian, kenapa menghadang kami,,?" tanya rehan.


Orang yg menghadang mereka tersenyum sinis.


" kalian tidak perlu tau siapa kami,, serahkan wanita itu maka kami tidak akan melukaimu." ucap ketua komplotan itu.


" ooh,, jadi kalian mengincar saya ,,?" ana hendak maju namun tanganya di pegang rehan.


ia tak mau wanita yg di cintainya kenapa napa.


" siapa yg menyuruh kalian " tanya rehan datar.


"kau tidak perlu tau siapa yg menyuruh kami, kami tidak punya banyak waktu cepat serahkan dia atau_____


"atau apa...!" ana mulai geram.


" atau kami akan membawaku secara kasar" ucap komplotan itu sembari mendekat pada ana.

__ADS_1


" tidak semudah itu.." rehan menghalangi langkah mereka.


Namun jumlah mereka terlalu banyak membuat rehan kewalahan.


Ana tak menyangka suaminya jago silat juga, namun ia teringat kondisi jantungnya.


Ana maju ikut melawan komplotan itu .


" sayang mundur.." teriak rehan.


" kamu lupa istrimu jago berkelahi,,?" saut ana.


Rehan teringat bahwa ana memang jagi berkelahi, iapun membiarkan ana melawan komplotan itu.


Ana dengan gesitnya melumpuhkan lawanya .


rehan tersenyum melihatnya, kini semua komplotan itu tepar .


" pergi dan bilang pada bos kalian, jangan jadi pengecut..!" ucap rehan emosi.


"*dasar tidak berguna,," ucap seseorang yg berada dimobil tak jauh dari situ.


" aargh....." teriak orang itu dan memukul stir mobilnya*.


Ana begitu khawatir dengan rehan, sudut bibirnya mengeluarkan darah karena terkena pukulan,


Yang lebih di khawatirkan adalah kondisi jantung rehan, mengingat dia tidak boleh kecapean maupun emosi.


"mas kamu gak papa...??" tanya ana memeriksa rehan dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"aku gak papa sayang,,,?" jawab rehan.


" justru aku yg harus tanya ke kamu.."imbuhnya.

__ADS_1


" kalau aku kamu gak usah kawatir, aku kan jago berantem," ana menyombongkan diri.


Rehan tersenyum, ana memapah rehan kedalam mobil.


" biar aku yg bawa mas.." ucap ana.


" emang bisa.." tanya rehan.


" gini gini dulu aku pernah jadi kernet.." ucap ana.


" hahahaha...."rehan tak bisa menahan tawanya.


" kamu tuh ya ada ada aja..."


Ahirnya ana yg membawa mobil namun sangat pelan .


Ana sangat hati hati karna sebenarnya ia tidak mahir membawa mobil.


karna laju mobil yg ana kendarai sangat pelan, bahkan lebih pelan dari sepeda ontel, rehanpun tertidur dia sangat kelelahan .


butuh waktu lama untuk sampai di rumah, dan ahirnya mereka sampai.


namun rehan masih memejamkan matanya.


Ana tak tega membangunkannya, menggendong apalagi. ia membiarkan rehan tetap terlelap.


Ana mengelus pipi rehan, di pandanginya wajah rehan yg ternyata begitu tampan.


" kenapa aku baru sadar, ternyata kamu sangat tampan." gumam ana.


Ana terus memandang rehan. ia mendekatkan wajahnya dan mengecup kening rehan .


baru saja ingin menjauhkan wajahnya tangan rehan sudah lebih dulu menahan tengkuk ana dan ________(kalian tau sendiri kaaaan)

__ADS_1


cukup lama mereka melakukan itu, membuat nafas mereka ngos ngosan dan ahirnya menyudahinya.


Mereka segera memasuki rumah , yg tampak bgtu sepi karna ayah dan bunda sudah terlelap.


__ADS_2