Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim

Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim
bab 14


__ADS_3

Ana kembali ke kamarnya, dengan wajah yg tertunduk lesu.


dia bingung harus berbuat apa.


Dua bulan ana menahan sakit di hatinya yg membuat dia tidak fokus pada hafalanya, sekarang datang lagi yg mengganggu hafalanya.


Belum jga memejamkan matanya ana dipanggil oleh seseorang.


," mbak ana di panggil seseorang,, dia nunggu di bawah ,,,".


Ana menghela nafas, dia bergulir siapa lgi yg memanggilnya. kemudian ana turun kebawah tepatnya di aula.


" maaf nona saya mengganggu istirahat anda,,". ucap pria itu. yg tak lain adalah edwin.


" tidak apa apa pak,,, bukankah saya akan memberi jawaban besok malam,, kenapa anda kemari..." tanya ana.


" saya tau nona ,, saya hanya ingin mengatakan sesuatu,," edwin mulai serius.

__ADS_1


" baiklah katakan,,, saya tidak punya banyak waktu.." ana mendudukan dirinya .


" baik...ini tentang rehan, dia pria yg lembut dan baik hati sebenarnya, dia telah di fonis dokter memiliki gangguan pada jantungnya sejak umur 5 tahun,,,,dan 2 tahun belakangan ini, kondisi jantungnya semakin memburuk..


saat itu jga senyum dan semangat hidupnya hilang,, ,, ayah dan bunda sangat terpukul melihat keadaan rehan,,,, namun apapun yg di lakukan mereka tak membuat rehan berubah,,,,sampai pada waktu pak kiyai mantu 6 bulan yg lalu,,,


dan anda menabrak nya membuat jasnya kotor,,, memang dia terlihat menyebalkan tapi itu bukan sifat aslinya... asal anda tau nona,,, rehan telah menaruh hati pada anda sejak pandangan pertama saat ada melantunkan solawat di atas panggung,,, setelah mlm itu ,,, rehan mengalami perubahan besar sikapnya berubah lebih hangat dan semangatnya berkobar kembali,' serta senyumnya terukir kembali tentu kami sangat bahagia,,,,,,


hingga beberapa waktu lalu dia menemuimu.,, dan pulang dengan keadaan yg tidak baik...."


Edwin menghela nafas panjang dan membuangnya pelan. kemudian ia melanjutkan ceritanya.


" iya nona,,,, setelah menemui nona rehan tak sadarkan diri dan dirawat sampai sekarang,,, keadaanya memprihatinkan dia belum jga menunjukan tanda tanda akan sadar,,,, hal ini yg di takutkan oleh ayah dan bunda selama ini..." Edwin menghela nafas kembali, menahan buliran air yg akan keluar.


namun dia tetap melanjutkan .


" dokter bilang,,, karna dia syok berat,, saya berfikir keras dan saya teringat anda, itu sebabnya beberapa waktu lalu saya menemui anda,,,,, kemungkinan besar dia syok karna mendengar curhatan anda nona..".

__ADS_1


Ana menutup mulutnya matanya membulat sempurna.


" maaf nona tapi kami tidak menyalahkan anda, karna anda tidak tau yg sebenarnya...


itulah sebabnya mengapa kamu melamar anda nona,,,, karna anda jantungnya rehan, anda yg mampu membangkitkan semangat rehan...maafkan kami yg terkesan egois pada anda,,,, kami sudah berusaha ,,, dan ini jalan terahir yg kami tempuh,,,, " edwin menyudahi kata katanya.


Ana tak bisa berkata apa apa dia bingung di hadapkan pada persoalan serumit ini, namun dia merasa sedikit bersalah pada rehan.


Edwin bermamitan pada ana.


dia beranjak pergi, namun dia berbalik dan kembali menghampiri ana yg mematung dengan pikirannya yg entah melayang kemana.


," saya juga minat maaf nona,,,, saya telah menemui orang tua anda,,,, dan mereka setuju apabila anda menyetujuinya.." edwin berlalu meninggalkan ana .


" *apa......bahkan mereka telah menemui orang tua ku,,, kenapa aku jadi sebab semua ini,,,, kenapa aku di hadapkan dengan masakan yg rumit seperti ini,,,hiks,, hiks,,," batin ana.


**PAGI SOBAT***....

__ADS_1


__ADS_2