
Ana dan rehan sudah hampir 2 minggu menjadi sepasang suami istri.
keluarga besar rehan berencana mengesahkan pernikahan mereka dan menggelar resepsi, mengingat rehan adalah anak tunggal.
" hari ini adalah hari dimana acara itu di laksanakan.
Ana sedari pagi berada di ruang make up.
sedang rehan di ruang lainya.
" subhanalloh naa,,,,, kamu cantik bgt,,," ucap sofi kagum.
" kamu terlalu berlebihan sof,," ana tersenyum pada sofi,.
Ana memang terlihat sangat cantik auranya terpancar sempurna membuat orang yg melihatnya terkagum kagum.
Rehan masuk ke ruang make up, untuk menjemput ana, setelah menyelesaikan urusannya dengan pak penghulu.
Kini mereka telah resmi menjadi suami istri baik secara agama maupun hukum.
ceklek,,,,,
pintu ruangan itu terbuka, semua yg berada di ruangan itu keluar tanpa di suruh, kini tinggal ana dan rehan.
Ana menoleh ke arah rehan, dan beranjak menghampirinya.
rehan tak bergeming mematung di ambang pintu.
"Apa ini nyata.."batin rehan.
" mas..... " ana menyadarkan lamunan rehan.
" i iya ..." jawab rehan terbata.
__ADS_1
" apa sudah selesai,,,???"
" sudah,,,,,,"
hening ...
" kamu cantik sekali na,," ucap rehan.
blus....,,,
wajah ana seketika memerah. ia segera menunduk.
rehan meraih dagu ana, membuat ana semakin tak karuan,.
debaran jantungnya bekerja extra.
"jangan suka menunduk ...." rehan tersenyum melihat expresi wajah ana yg sangat merona.
kemudian rehan menggandeng tangan ana menuju tempat resepsi.
ana dan rehan menyalami para tamu bergantian. rehan tampak bgtu bahagia.
Kini giliran azam memberikan ucapan selamat pada ana dan rehan. ana yg melihatnya terlihat gugup namun dia berusaha untuk tetap tenang.
rehan yg mengerti kegugupan ana langsung meraih pundak ana agar lebih dekat denganya. ana kaget namun membiarkanya.
"selamat ya rey..." azam bersalaman dengan rehan dan memeluknya.
" jaga dia dan bahagiain dia.." imbuh azam.
" makasih,,,,itu sudah pasti, dia adalah jantung hidup ku..." jawab rehan .
" selamat ya,,, semoga kamu bahagia" ucap azam pada ana.
__ADS_1
" makasih tad,,, semoga bgtu." jawab ana dengan senyum,.
walau matanya sudah mulai berkaca kaca, namun ia berusaha menahanya.
" maafkan saya dek. " ucap azam lirih.
" semua itu sudah berlalu tad, tidak perlu di bahas lagi, saya sekarang sudah bahagia dengan mas rehan,,, begitupun denga ustad dan mbak hasna,," ana memalingkan pandanganya.
Azam menghela nafas tampak air matanya jatuh namun ia langsung menghapusnya tersenyum masam, mengangguk dan berlalu.
" rehan yg melihat ana berkaca kaca langsung berpamitan pada orang tuanya untuk istirahat dengan alasan kondisi kesehatanya.
" ayo kita istirahat.." ajak rehan, dia menggandeng ana masuk ke dalam kamar.
" kalau kamu mau nangis ,, menangislah.."
ana tak kuasa lagi menahan air matanya, ia menangis sesenggukan.
Rehan meraih kepala ana ke bahunya.
"menangislah ,,saya tau apa yg kamu rasakan,,, maafkan saya karna egois terhadapmu .." ucap rehan.
" nggak mas kamu gak salah.." kata ana.
" ...apa kamu menyesal atas pernikahan ini..,,?...tanya rehan menahan sesak di dadanya.
ana berhenti menangis dan memandang rehan lekat.
" kenapa kamu berbicara seperti itu mas,,,saya sama sekali tidak menyesal mas,, saya terima kamu ikhlas karna Alloh, , , maafkan saya yg belum bisa menjadi istri seutuhnya untukmu,,, tapi saya akan terus berusaha mas..."ucap ana penuh dengan keyakinan.
" rehan merasa sesaknya sedikit berkurang.
" trimakasih ...saya mencintai mu sangat mencintai mu..." ucap rehan.
__ADS_1
" aku tau itu mas,,, aku jga akan terus berusaha mencintaimu.,," bls.ana.