
Hari hari di lalui ana dan rehan dengan bahagia,, hampir 1 bulan usia pernikahan mereka,.
Rehan kini sudah benar benar sehat ia sudah kembali bekerja.
Entah mengapa hari ini Rehan sangat merindukan ana tidak seperti biasanya.
Di kantor ia terus memikirkan ana, ia sangat gelisah.
" assalamualaikum..." Rehan menelfon ana.
" waalaikmslm... ada apa mas,,," tanya ana.
" tidak ada apa apa ....aku cuma mau ngajakin kamu makan siang,,,"...
" oh,, gtu,,, baik mas , mau makan siang di mana??"'..
" di restoran deket taman kota,, habis makan aku mau ngajakin kamu ke kantor ...
" baik mas,,, aku OTW kesana sekarang.."
Ana bersiap siap , ia berdandan sangat anggun ,ana memakai gamis abu abu, yg di padukan dengan hijab segi empat syar'i warna abu tua...menambah kesan anggun manis cantik dan juga elegan, ana membubuhkan sedikit warna merah marun di bibirnya menambah kecantikan ana namun tetap terlihat natural.
ana tidak ingin membuat rehan malu di kantor nanti.
Ana sudah sampai 10 menit yg lalu namun rehan belum satang...
*Ana: mas aku dah nyampai nih...
Ana mengirim pesan pada rehan.
" iya ... maaf aku lama,,,, " jawab rehan di telinga ana.
" maas,,, kamu ngagetin aku aja..."
__ADS_1
" hehehe maaf,,, maaf..." rehan duduk berhadapan dengan ana.
Rehan mengamati wajah ana dengan seksama. membuat ana tersipu malu.
" kamu ngapain sih mas liatin aku kayak gitu,," ucap ana.
" kamu cantik banget naa..." ucap rehan dengan pandangan tertuju pada ana.
Ana tersipu malu.
" lain kali , kalau mau keluar jangan terlalu cantik, aku gk rela wajah kamu di nikmati banyak orang.." rehan tersenyum.
" ih apaan kamu sih mas,, maaf lain kali aku gak akan dandan.." ucap ana.
Selesai makan mereka berniat pergi ke kantor namun ada rekan bisnis rehan yg menemui rehan ,ia meminta waktu rehan untuk membahas bisnis yg tertunda.
" aku tinggal sebentar ya sayang,,,, jangan kemana mana,,," ucap rehan.
" iya mas,,, udah sana , udah di tunggu tuh,,"..
tiba tiba ada seorang wanita yg menghampirinya.
dia berambut panjang , berpakaian modis dan mengenakan barang yg serba branded.
" oh jadi kamu ,wanita kampungan yg udah ngrebut rehan dari aku..." ucap wanita itu.
" maaf mbak ,,maksud mbak apa ya.." ana berbicara sangat sopan
wanita itu tersenyum masam.
" heh,,, gak usah sok polos,, aku tau kamu itu wanita murahan, kamu gak level sama rehan , nyadar dong, lihat diri kamu..kamu cuma manfaatkan keadaan rehan untuk mengeruk hartanya kan...gak usah munafik deh huuuu.." ucap wanita itu .
" astaghfirulloh... saya tidak seperti itu mbak.."
__ADS_1
ucap ana yg mulai berkaca kaca.
" alah kamu terlalu naif,," wanita itu berdiri di depan ana.
" kami menikah tanpa paksaan mbak, mas rehan jga mencintai saya..," ana ikut berdiri.
dan byuuur...wanita itu menyiram ana dengan minum.
Rehan yg melihatnya terkejut dan marah ia segera menghampiri istrinya.
wanita itu hendak menampar ana namun di cekal rehan.
" cukup..!!! kamu sudah keterlaluan rania,," ucap rehan dengan emosi.
Rania terkejut melihat rehan ada di situ jga.
" rey..." pekiknya.
rehan melihat ana yg basah kuyub dan menangis, ia segera menghampirinya dan memeluknya.
"kamu nggak papa..." tanya rehan cemas.
Ana mengangguk. tentu saja ini membuat rania tersulut api cemburu.
" rey,,,! kamu sadar dong wanita kampungan ini cuma mau harta kamu..," ucap rania.
" diam,,!!! cukup rania cukup,,,kamu sudah melampaui batas..," ucap rehan .seraya meninggalkan rania.
Rehan sangat marah ia ingin sekali menampar wanita itu namun ia sadar bahwa mereka barada di tempat umum.
Rehan mengajak ana pergi dari tempat itu , ia melepas jasnya dan memakaikan pada ana.
sampai di mobil,, ana menangis sesenggukan ini ke Dua kalinya ana merasa sakit hati.
__ADS_1
".. maafin aku ya..." rehan bingung mau berkata apa.
" kamu gk salah mas,,, ayok kita pulang aja,,," pinta ana ,ia berusaha bersikap dewasa.