Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim

Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim
bab 16


__ADS_3

Pagi ini dokter kembali memeriksa rehan, ana masih setia menemani rehan, ini hari ke 3 pernikahan mereka, sejak sah menjadi istri rehan ana tak sedikitpun meninggalkan rehan,hal ini pun memebawa perubahan besar pada kondisi rehan.


" pagi...bagaimana kondisi anda tuan rehan,," dokter bertanya sembari memeriksa rehan.


" pagi dok, yah seperti yg dokter lihat saya merasa sangat baik.." jawab rehan.


" bagus tuan rehan,, bahkan kondisi jantung anda jauh lebih baik dari sebelumnya..


mungkin nanti siang anda sudah bisa pulang tuan rehan,,," ucap dokter.


" benarkah dok,,,"


" iya tuan ,,,nanti saya akan membuatkan resep untuk anda,,, juga vitamin untuk istri anda..." ujar dokter.


" oh,,, saya tidak perlu apa apa dok,,, saya sangat sehat," ucap ana.


" yah anda memang sehat nona,,,tapi anda terlihat begitu lelah.." kata dokter sembari mendekatkan diri pada rehan.


Dia berbisik di telinga rehan.


" Anda harus segera pulih ..agar anda bisa menjalankan kewajiban anda sebagai suami ,,, terutama___,," dokter menjeda kalimatnya.


Rehan mengeryitkan keningnya.


" malam pertama kalian," lanjutnya, dokter berdiri dan terkekeh.


wajah rehan memdadak berubah merah.


"selamat atas pernikahan kalian,,,semoga slalu dalam ridho Alloh,," kata dokter dan menyalami keduanya. kemudian beranjak keluar.

__ADS_1


" aamiin terimakasih dok." ucap ana.


Kini tinggal mereka berdua dalam ruangan itu.


hening...,


hening, ,,


hening...,


" mas,,,, apa mas ingin sesuatu,,,"ucap ana memecah keheningan.


"rehan menggeleng, seraya menatap wajah ana, dia masih belum percaya kalau ana adalah istrinya.


" na,,, apa kamu terpaksa menikah denganku,,,??" tanya rehan.


" apa orang tuaku yg memaksamu,,??" imbuhnya.


" tidak mas,,, orang tuamu tidak memaksaku,,aku memang ikhlas,,semua karna Alloh,, tanpa paksaan dari siapapun". jawab ana.


"tapi kita baru beberapa kali bertemu,,,, dan kamu tidak mencintaiku,," rehan tertunduk lesu.


" maas,,,," ana mengusap lengan rehan.


" kita memang baru beberapa kali bertemu,, tapi kamu harus tau mas,,,,jodoh itu seperti Alif lam mim,,, tidak ada yg tau kecuali Alloh,,," ujar ana.


"Aku memang belum mencintaimu mas,, tapi aku akan berusaha semampuku,,,semoga Alloh selalu meridho hubungan kita mas,,,," pungkas ana.


Mata rehan terlihat berkaca kaca.

__ADS_1


"trimakasih ,, trimakasih atas semuanya," ucap rehan.


Rehan merasa sangat beruntung bisa memiliki ana ,gadis yg membawa perubahan besar pada hidupnya.


"aku akan membuatmu bahagia na ,,, aku janji, aku akan jadi suami yg baik untukmu.." batin rehan.


Kini saatnya rehan pulang dari rumah sakit.semua sangat antusias menyambut kedatangan rehan.


Di mobil rehan tak henti hentinya mengukir senyum, sesekali dia melirik istrinya yg duduk di samping nya.


tidak ada pembicaraan di mobil.


Rehan melihat istrinya tertidur di sampingnya


di pandangi wajah istrinya yg memang sangat manis. rehan merasa kasihan melihatnya, istrinya kelelahan karna mengurusnya.


mereka sampai di halaman rumah rehan. namun rehan tak tega membangunkan istrinya yg terlelap sangat pulas.


" tuan muda..." ucap edwin ,mempersilahkan rehan turun.


" nanti dulu,,, istriku tertidur,, aku tak tega membangunkanya." kata rehan.


Edwin merasa geli mendengar ucapan rehan yg menyebut ana dengan sebutan istriku,


dia tertawa kecil dan melangkah masuk ke dalam rumah.


" tampaknya bocah itu sudah terkena virus bucin,,,hhh..." batin edwin.


tak lama ana terbangun kemudian mereka masuk ke dalam rumah,

__ADS_1


mereka di sambut hangat oleh keluarga mereka, termasuk orang tua ana yg ternyata ada di situ.


__ADS_2