Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim

Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim
bab 20


__ADS_3

Mereka sampai di rumah yg terlihat sepi , karna bunda ikut ayah ke semarang.


Ana langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri, setelah itu ana melaksanakan solat dhuhur.


sedangkan rehan berada di ruang kerjanya menyelesaikan pekerjaan kantor yg ia tinggalkan.


Selesai solat ana membaringkan tubuhnya di kasur, pikiranya masih kacau.


Rehan masuk kedalam kamarnya, ia melihat ana yg meringkuk dan terlihat sedang menangis.


" naa...." panggil rehan lembut, ia duduk di sebelah .


"maafin aku, belum bisa menjagamu,, aku gak ada hubungan apa apa dengan rania,, dia yg slalu berlebihan padaku,, aku gak sanggup lihat kamu kayak gini,,," rehan membalikkan badan ana menghadapnya.


" iya mas aku percaya kamu gak ada hubungan sama dia,,,, apa mungkin memang benar ,, aku gak pantas untukmu.. kita berasal dari kasta yg berbeda..." ucap ana yg kembali menitikan air matanya.


deg...


mendengar itu rehan merasa sesak di dada.


" apa yg kamu katakan ,,kamu jauh kebih baik dari dia .." ucap rehan tegas.


" aku tak sebaik yg kamu pikirkan mas,,,aku wanita yg jauh dari kata sempurna,,," ucap ana dengan air mata yg terus berjatuhan.


Rehan yg menahan sesak langsung memeluk ana dengan erat.


" aku mohon jangan berkata seperti itu lgi,, kau sempurna di mataku, aku tidak bisa hidup tanpamu,,," rehan ikut menitikan air mata.


Ana makin terisak,,, rehan menangkup kedua pipi ana.


" aku mencintai mu..." kata rehan.


ia mencium kening ana sangaaat lama, memberikan efek tenang pada Ana.


Rehan melepas ciumanya, ia menatap wajah ana lekat , ia hendak mendaratkan bibir nya ke bibir ana, namun wanita itu spontan mendorongnya.

__ADS_1


Rehan terkejut, ia menyadari apa yg ia lakukan.


" maaf..." ucapnya lirih.


rehan tertunduk membelakangi ana.


ia sungguh tidak bisa menahan diri.


Ana merasa bersalah ,karna ini memang tidak salah di lakukan seorang suami pada istrinya.


Ana meraih tangan rehan, rehan membalikan badan.


ana menghembuskan nafas, sejenak terdiam dan kemudian menatap rehan yg terlihat tidak baik baik saja.


" maafin aku mas, aku,,,,,,,"


"iya saya paham, " rehan memotong , rehan tersenyum.


Ana merasa lega, karna rehan tak mempermasalahkan itu.


"aku lihat dulu siapa yg dateng mas.." ucap ana.


Rehan diam dan hanya mengangguk.


ting tong....


suara bel terus berbunyi.


" iya sebentar,,," ana membuka pintunya.


terlihat bunda dan ayah serta ke Dua orang tua ana.


" bunda ,ayah, ibu, bapak ...."


mereka tersenyum.

__ADS_1


" iya nak kami sengaja menjemput orang tuamu dan saudara2mu, untuk mengadakan pesta BBQ, nanti mlm sudah lama bunda gak manggang manggang.." jelas bunda yg langsung di iyakan oleh ana.


semuanya masuk kedalam rumah.


rehan turun , ia sudah memakai baju santai.


"loh rey,, kamu di rumah???''tanya bunda.


" iya bun ,rehan pulang cepet,," ucap rehan , ia langsung mencium tangan para.orang tua.


" ibu,,, Ana kangen,"


" aduh ndok, ndok, blum jga sebulan ndak usah lebay deh,,,


ucapan ibu ana sontak membuat semua tertawa.


" ibu kok gtu sih,,," ana protes.


" gitu gmna, biasanya jga pecicilan, rada rada tomboy, ini tiba_tiba, so sweet,",,,


Ana hanya cengar cengir mendengar penuturan sang ibu, yg memang benar.


" oh, jdi ana tomboy ya buk, ,," sambung rehan.


" iya nak, kamu hati_hati, dia jga jago bela diri, dulu sebelum kepesantren , sering berantem sama cowok, "..


"waah,, gawat jga ya buk,"


" ya bgtulah, jangan sampai dia marah nanti kmu bisa kena smakdown,,,"


hahahaha,,,


terlihat bgtu bhgia dua keluarga yg telah bersatu itu.


\=>like like dong*

__ADS_1


__ADS_2