
Ana dan teman teman hadrohnya, naik ke panggung, untuk menampilkan lagu lagu solawat....
""Allohumma solli wasallim,,ala sayyidina..muhammadin...wa 'ala ali sayyidina muhammad...."
suara ana yg merdu melantunkan solawat pembuka.
" subhanalloh...indah sekali,, yaAlloh,, izinkan hamba memilikinya." gumam hati azam sambil memandangi ana yg sedang berada di atas panggung.
" heyy.. broo... apa kabar,,".. sesorang memecah lamunan azam.
" rehan... hey alhmdlh baik, kamu gimana,,?..lama tidak bertemu makin ganteng aja,," ucap azam sambil bersalaman dan memeluk sahabatnya.
rehan:" alhmdlh gue jga baik, yah walau masih harus rutin kontrol seminggu sekali..hehe..
azam:" tetep semangat rey..." sambil menepuk pundak azam.
rehan:" tentu sobat,,,. rehan tersenyum..
" sholla 'alaikallohurobbi.. daiman abadan ma'al ibkariwal asoolii...."
Suara ana menyeruak kesegala penjuru, membuat semua yg mendengarkan terkesima.
rehan:" itu santri sini jga zam...".
azam:"iya rey..
( dia jga calon makmumku, bila Alloh menghendaki) batin azam.
rahan:" suara nya merdu bgt, orangnya jga cantik,. kapan-kapan kenalin ya bro.. hehe.."
Azam hanya tersenyum..
"" nih jantung kok detaknya tambah kenceng ya, apa kumat lgi penyakitnya, kan baru kontrol kemaren, ah entahlah" batin rehan.
__ADS_1
Rehan memegangi dadanya sembari tetus menatap ana di atas panggung. hal ini membuat edwin sekertaris rehan cemas dan segera menghampiri rehan.
" apa tuan baik2 saja,,??" tanya edwin cemas.
" mmm... saya baik-baik saja, kembali ketempatmu, nikmati pestanya." ucap rehan.
edwin kembali duduk sembari terus mengawasi rehan, dia sangat khawatir tentang kondisi rehan mengingat ahir-ahir ini, kondisi jantungnya memburuk.
" rey aku ke toilet bentar yaa...kata azam.
"iya bro.." rehan menjawab tanpa menoleh..
" gadis ini sangat anggun, adem di pandang, menenangkan jiwa,," gumam rehan yg hanya bisa di dengar olehnya.
Acara pun slesai semua santri ikut membereskan bekas makanan di meja tamu.
tak terkecuali ana.
ana membersihkan bekas minuman di meja, dan hendak membawanya . baru memutar sedikit, bekas minuman yg di bawa ana tumpah mengenai baju seseorang yg tak lain adalah rehan.
Bukanya menjawab rehan malah mematung tak bergeming.
"ustad.." seru ana.
rehan tersentak.
"eh iya.... saya bukan ustad, saya jga bukan santri, jangan panggil saya ustad."
" maaf...us eh pak,, maafkan saya pak saya tidak sengaja.", ujar ana.
" ehem..apakah saya sudah terlihat tua, sehingga di panggil pak,,??'" celetuk rehan sambil memandang ana yg menunduk.
"gadis ini benar-benar membuat jantung saya kambuh." gumam rehan dalam hati.
__ADS_1
", maaf .. saya bingung memanggil anda dengan sebutan apa,.. ucap ana sambil trus tertunduk .
"panggil saya mas atau kak,,,!.."saran rehan.
" baik mas, maafkan saya karna telah membuat baju anda kotor.
Edwin terkekeh melihat tuan mudanya dari kejauhan, dia merasa senang, karna sudah beberapa tahun belakangan tak terpancar aura kebahagiaan dari wajah pria berumur 24 tahun itu.
"" tidak semudah itu nona,,.." rehan menajamkan pandanganya.
" ma maaf lalu apa saya harus menggantinya?? atau mencucinya??..tanya ana takut.
"kalau jas saya di cuci gadis ini ,, saya masih ada kesempatan bertemu lgi" batin rehan.
" baiklah kamu cuci jas saya sampai bersih dan wangi, saya akan datang mengambilnya." melepas jasnya dan memberikan pada ana.
" saya akan mencucinya .." ana menerima jas rehan.
" saya rehan,,, siapa namamu,,?.. rehan mengulurkan tangan, namun ana malah mundur satu langkah.
" saya ana mas,,," jawab ana sambil mengatupkan tanganya.
"aiiiss...kenapa gue lupa...bodoh..bodoh..bodoh.." kesal rehan dlm hti.
" baiklah...kalau bgtu saya akan datang lgi mengambil jas saya,, kata rehan.
" iya mas saya akan tanggung jawab, sekali lagi saya minta maaf. " ucap ana.
"kamu memang harus bertanggung jawab, karna telah mencairkan hatiku yg sudah beku beberapa tahun ini." batin rehan.
"saya permisi dulu ...d dek ana, assalamualaikum... pamit rehan sambil tersenyum,.
" wa'alaikumslm...., jwab ana.
__ADS_1
JANGAN LUPA KRISANYA SAHABAT...