
Rehan terus mencari keberadaan Ana, ia mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari Ana.
pikirannya kacau, ia tak habis pikir, istrinya di culik di hadapannya dengan sangat mudah.
" aargh....aku memang bodoh,,!" umpat rehan dan memukul stir mobilnya.
Rehan tak henti hentinya menyalahkan dirinya sendiri.
Rehan tak bisa membayangkan bila sesuatu yg buruk terjadi pada Ana.
Sedangkan Ana mulai sadarkan diri, kepalanya terasa pusing akibat obat bius.
Ana mengerjapkan matanya mengumpulkan seluruh nyawanya , kmudian ia ingin memegang kepalanya namun tidak bisa tangan dan kakinya telah di ikat.
" siapa kalian..!" ucap ana.
laki laki yg berada di sampingnya tidak menjawab ia malah menelfon seseorang.
" bos,, dia sudah sadar..." ucapnya.
"cepat bawa dia kesini" ucap seseorang di sebrang telefon.
" siap bos.."
Kendaraan yg membawa mereka melaju dengan kencang kemudian berhenti di rumah yg terlihat tak terawat di pinggir kota.
Ana di giring masuk kedalam, sementara seseorang sudah menunggu .
" lepas..." ana membronrak.
" hahaha...selamat datang wanita kampung." suara seseorang dibalik kursi kebesaranya.
" siapa kamu.."
" kamu tidak perlu tau siapa aku. hei kalian seret dia ke gudang,,! "titah wanita yg duduk di kursi kebesaranya dengan menggunakan topeng.
Ana di seret ke gudang ia tidak bisa melakukan apa apa. ia terus berfikir bagaimana caranya dia lepas dari tempat itu.
sudah dua hari ada di culik ia terus berusaha melepaskan diri membrontak namun percuma . sampai suatu ide terlintas di benak nya.
__ADS_1
" hei ..kalian..! aku ingin ke kamar mandi.." ucap ana.
".kau baru satu jam yg lalu ke kamar mandi.."..
" perutku sakit... sepertinya aku datang bulan. darahnya sudah mulai keluar, apa kalian tidak jijik jika sampai tercecer kemana mana.."
ana terpaksa mengatakan itu supaya mereka mengizinkan ana kekamar mandi.
" baiklah tapi ingat jangan macam2 atau kau akan kami habisi..," ancam salah satu penjaga.
"iya kau tenang saja mana mungkin aku bisa lari sedangkan kalian ada di mana mana."..
" ayo cepak selesaikan urusanmu.."
lalu ana dengan cepat kekamar mandi.
"lepaskan ikatanya, apa kau pikir aku bisa melakukan dengan kaki.."
Ahirnya ikatan ana terlepas ia sangat senang.
ia masuk ke kamar mandi dan memikirkan cara agar bisa kabur.
Ana melihat ke arah jendela kecil , ia membuka jendela itu dengan sangat pelan, ia keluar lewat jendela dengan susah payah,.
" auuwh.."
Ana tidak menyia nyiakan kesempatan ia langsung lari sekuat tenaga. dan berhasil keluar dari rumah itu.
" hei ...kau lama sekali di dalam..,"
" hei..."
Karna tidak ada jawaban penjaga langsung mendobrak pintu kamar mandi, benar saja ia tidak menemukan ana,.
" kurang ngajar...! semuanya wanita itu melarikan diri cepat kejar.."
Semua penjaga berpencar namun tak bisa menemukan ana.
" sial...!"
__ADS_1
Sementara ana ia bersembunyi di sebuah tenda yg di penuhi barang2...
Ana sebenarnya sangat takut namun ia berusaha tenang.
setelah di rasa aman ana, keluar dari tenda itu menggunakan celana dan jaket, yg dipadukan dengan weeg serta kumis .
Ana keluar dan mencari tumpangan, ia melihat tukang ojek namun disitu terlihat dua penjaga yg sedang bertanya.
Ana berusaha tenang agar mereka tidak curiga.
" bang antar saya ke alamat ini.."
" iya mas ,,, mari.."
tukang ojek manggil ana mas karna memang penampilanya seperti laki laki.
selang beberapa waktu ia sampai di rumah..Ana melihat edwin dan beberapa bodyguard.
" assalamualaikm..."
" waalaikmslm "
" siapa kamu.." tanya edwin.
lalu ana melepas weeg dan kumis yg di pakainya.
" Ana..." edwin kaget.
" alhmdlh kamu selamat Rehan sangat menghawatirkanmu, ia bahkan tidak mau makan semenjak kamu di culik, jantungnya sedikit terganggu, tadi dia pingsan saat mencarimu , " kata edwin panjang lebar.
" bagaimana kau bisa lolos.." imbuhnya.
" ceritanya panjang, dimana mas rehan sekarang."...
" dia di kamar sedang di periksa dokter..".
Ana langsung menuju ke kamar dokter baru saja selesai memeriksa.
" bagaimna kondisi suami saya dok.."
__ADS_1
"pak rehan tidak apa apa, ia hanya kelelahan dan stres , sehingga sedikit berpengaruh pada jantungnya. dengan istirahat maka beliau akan pulih kembali.." ,tutur dokter.
Ana melihat rehan yg belum sadarkan diri ,ia mendekat dan mengusap pipi suaminya.