Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim

Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim
bab 6


__ADS_3

Rehan terus mengembangkan senyumnya., dia bgtu bhagi hanya karna jasnya di cuci ana.


senyum yg selama ini telah hilang , bahagia yg selama ini telah sirna dan semangat hidup yg selama ini telah terlupakan , kini tumbuh kembali dengan subur.


Edwin tak henti hentinya melihat pemandangan indah menurutnya dari balik sepion mobil, dia tak sabar ingin segera sampai di kediaman majikanya dan bercerita pada mereka,, bahwa tuan mudanya telah bangkit kembali .


" ekheem...." edwin memecah keheningan.


" tampaknya tuan muda sangat gembira hari ini,,," sambungnya.


"bagaimana aku tak bahagia ,aku bertemu dengan teman-teman lamaku di sana," jawab rehan bohong.


edwin hanya mengiyakan, walau dia tahu bahwa gadis yg menumpahkan sisa minuman ke bajunya lah yg membuat dia bahagia.


di sepanjang jalan setelah edwin bertanya, rehan memutar lagu-lagu salawat tampa henti.


rehan melakukannya , agar bayangan ana tak terlalu jelas, mengingat suara ana yg sangat merdu saat melantunkan solawat,


rehan berharap bayangan itu akan sedikit berkurang jika dia mendengarkan lantunan solawat.


Tak lama kemudian mereka sampai di halaman rumah pak adam ayah rehan.


keduanya langsung turun dan memasuki rumah.


"assalamualaikm..." ucap rehan.


" wa'alaikmslm..jawab pak adam dan buk nur bebarengan.

__ADS_1


rehan masuk dan mencium tangan kedua orang tuanya.


"sudah pulang nak,,," kata buk nur, sembari mengelus rambut rehan.


yah orang tua rehan sangat memperhatikan anak semata wayangnya, yg sejak umur 5 tahun pempunyai penyakit jantung,


hal ini membuat orang tua rehan slalu mengutamakan apa yg di inginkan rehan , mereka tak bisa membayangan jika suatu saat rehan pergi meninggalkan mereka terlebih dulu.


apalagi ahir-ahir ini kondisi jantung rehan memburuk.


buk nur sedikit bingung sepertinya ada yg berbeda dari rehan namun dia memilih diam tidak menanyakan , takut terjadi apa-apa.


"iya bun....rehan ke kamar dulu ya bun, yah,,,capek bgt mau istirahat dulu.."" ucap rehan.


pak adam melongo tak percaya dengan apa yg terjadi.


"iya nak..." jawab buk nur .


" bun... anak kita___"


belum selesai bertanya pada istrinya, buk nur segera berdiri menatap edwin penuh selidik.


" katakan ,,,apa yg terjadi pada rehan.." buk nur penasaran dengan perubahan rehan.


"apakah kalian benar-benar ingin tahu.." goda edwin.


edwin memang tidak terlalu formal pada ke dua orang tua rehan, karna dia sudah di anggap seperti anak sendiri.

__ADS_1


" kau ini..." buk nur memukul lengan edwin.


"hahaha,,, baiklah aku akan cerita, tapi sebelumnya bunda sama ayah siap2'..ucap edwin membuat pak adam ikut penasaran.


"sepertinya rehan sedang jatuh cinta,,,!," ucap edwin.


"apaan,,!!!".. pak adam dan buk nur kaget.


Kemudian edwin menceritakan semua yg terjadi pada rehan di pesta tadi, termasuk saat di mobil.


orang tua rehan sangat bahagia mendengar cerita edwin, mereka tak menyangka jika anaknya kini telah bangkit.


buk nur menangis di pelukan pak adam,, pak adam dan edwin ikut hanyut dalam keharuan.


mereka tidak menyangka anaknya yg dulu pendiam, yang dulu slalu menutup harinya, yg nyaris tak ada senyum menghiasi wajahnya, kini telah terganti dengan kebahagiaan.


" bahkan rehan meninggalkan jasnya menyuruh gadis itu mencucinya, agar bisa bertemu kembali..." ucap edwin lgi.


mereka terkekeh bersama.


"alhamdllh..." ucap buk nur.


"iya bun ayah jga ikut senang" tambah ayah.


"win kau harus cepat memperkenalkan kami pada gadis itu, ,, bila perlu kita langsung melamarnya,,," pak adam sangat bersemangat.


"jangan yah ,,, biarkan rehan berjuang sendiri dan menikmati proses nya..nanti kalau waktunya sudah tiba rehan sendiri akan meminta kalian untuk melamarnya.,"cegah edwin.

__ADS_1


"untuk saat ini biarkan saja seperti ini,, kalian cukup mendoakanya saja.".. imbuh edwin.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENYA , SAHABAAAT....


__ADS_2