
Semua keluarga rehan berkumpul di depan ruangan itu...kekhawatiran yg tersirat di wajah mereka.
" hiks.. hiks...ayah..kenapa lama sekali yah.." tangis bunda rehan pecah.
" sabar bun,, dokter akan melakukan yg terbaik untuk anak kita." ucap ayah rehan.
" pak diman,,, kenapa rehan jadi seperti itu pak.." tanya bunda rehan pada sopir rehan.
" saya juga ndak tau bu,,, tadi den rehan minta di anter ke pesantren trus pulangnya udah mengangin dada dan sesak nafas buk..." jelas sang sopir.
deg
Edwin langsung teringat dengan gadis yg di cintai rehan.
" Ayah,, bunda,, edwin pergi dulu sebentar.. " ucap edwin.
" kamu mau kemana win.." tanya ayah rehan.
" ada yg harus edwin urus yah, ini menyangkut rehan.."
" menyangkut rehan,,??..maksud kamu apa win." tanya bunda bingung.
" nanti edwin ceritain bun." edwin beranjak pergi menuju pesantren.
Kemudian edwin kepesantren disana dia mencari info seputar ana, dan minta bertemu dengan ana pada pengurus.
" maaf anda siapa ya..ada perlu apa..??" ana bingung.
" perkenalkan saya edwin sekertaris rehan.." edwin memperkenalkan diriya.
" oh sekertaris mas rehan.. ada apa ya pak" tanya ana.
" saya mau bertanya sesuatu tapi sebelumnya tolong jawab dengan jujur..; kata edwin dengan tegad.
" i iya.. insyaAlloh saya akan menjawabnya." ucap ana sedikit takut karna tatapan edwin yg begitu tajam.
Setelah mendapat jawaban dari ana edwin langsung berpamitan.
ia paham dengan apa yg sedang terjadi, ini bukan kesalahan ana karna gadis itu tidak tau menahu tentang rehan.
*****
Dirumah sakit rehan terbaring tak berdaya, dan belum sadarkan diri, tanpak nya dia syok sangat berat sehingga berakibat pada jantungnya,.
hari demi hari tlah berlalu, rehan tak kunjung sadarkan diri, bunda rehan sangat terpukul melihat putranya terbaring begitu lama dengan berbagai alat menempel di tubuhnya.
" ayo bangun nak.... bunda disini, kamu jangan tinggalin bunda nak,,, hiks ,, hiks.." bunda rehan tak kuasa membendung air mata nya pikiranya terlampau jauh.
__ADS_1
" bunda harus kuat bun, demi rehan.," ucap ayah rehan menguatkan istrinya, namun tak kuasa menahan air matanya.
Edwin tak tega melihat orang yg telah membesarkanya di rundung kesedihan.
" bunda.. ayah...edwin mau bicara..." edwin mengajak mereka keluar.
" ada apa win..." tanya ayah.
" seperti yg pernah edwin ceritakan pada kalian , kalau rehan sedang jatuh cinta,,, " edwin menjeda kalimatnya.
" katakan dengan jelas..." tegas ayah rehan.
Kemudian edwin menceritakan semuanya ..
ayah dan bunda sangat syok..namun edwin tetap menjelaskan bahwa ana tidak bersalah dalam kasus ini.
"edwin punya rencana bun,,, yah..."
" rencana apa lagi win,," ucap bunda.
" bagai mana kalau kita melamar gadis itu untuk rehan, mungkin rehan akan segera sadar, mengingat gadis itu yg membuat hantung rehan membaik ahir ahir ini.
" apa kamu yakin win,,, bagai mana kalau dia menolak dia tidak mencintai rehan win..." kata ayah.
" kita coba dulu yah..." ucap edwin.
" baik lah ayah setuju.."
" bunda jga setuju win.."
" baiklah kapan kita akan melamarnya,,," tanya edwin .
" lebih cepat lebih baik win." jawab bunda.
' mereka bersiap untuk segera melamar ana malam ini jga.
malam hari keluarga rehan sampai di pesantren , setelah sebelumnya telah menemui keluarga ana,
setelah menimbang cukup lama ahirnya keluarga ana menyetujuinya, itupun jika ana jga setuju.
Ayah rehan mengutarakan niatnya pada pak kiyai . yg di sambut baik oleh pak kiyai.
umi tertegun mendengar cerita dari edwin tentang ana dan rehan,.
umi merasa sangat bersalah pada ana, .
" astaghfirulloh.... bah,, umi sangat berdosa pada mba ana, semua persiapan pernikahan azam tak luput dari bantuan mba ana dan umi yg menyuruhnya." sesal umi.
__ADS_1
" ndak papa umi, nanti kita minta maaf pada mbak ana." abah menenangkan.
Abah memerintah salah satu santrinya untuk memanggil ana.
tak lama ana datang,.
" assalamualaikum..." ucap ana.
"waalaikmslm...jawab mereka serempak.
" mari silahkan duduk mba ana,,," perintah umi.
Ana pun duduk, dia bingung kenapa dia di panggil kesini.
" mba ana sebelumnya umi dah abah minta maaf, karna umi tidak mengetahui apapun tentang mbak ana dan azam.".jelas umi.
deg
Ana mencerna setiap perkataan umi , ana bingung kenapa umi mengatakan itu .
" mbak ana kami sudah mengetahui semuanya rentang mbak ana dan nak azam,," sambung abah.
Ana tak bergeming ia hanya merunduk meremas ujung jilbabnya.
" iya umi.. abah .. saya sudah melupakannya.
kata ana.
" mbak ana pasti bingung kenapa di panggil kemari,,kata abah .
ana mengangguk pelan.
" begini mbak ana,, orang di sebelah mba ana ini adalah orang tua nak rehan, mereka datang kesini untuk meminta mba ana menjadi menantunya,,, .ucap pak kiyai.
deg
deg
deg.......
dunia ana seakan berhenti seketika.
ana diam seribu bahasa.
" kamu tidak harus menjawabnya sekarang, pikirkan dulu, maafkan kami yg egois ini nak.." ucap bunda rehan.
LIKE DONG
__ADS_1