
kini tiba waktunya untuk ana memberikan jawaban atas lamaran orang tua rehan.
semua berkumpul di rumah pak kiyai. termasuk orang tua ana. yah, karna sebelum ke pesantren orang tua rehan menjemput orang tua ana.
" lee.... tolong panggilkan mba ana...." kata pan kiyai.
Sementara itu ana terus berdiri di depan kaca sambil menguatkan dirinya sendiri, ia teringat apa yg sofi katakan semalam.
"flash back......
Ana masih berdiri melihat edwin pergi. pikirannya kacau.
" naaa...." sofi menepuk pundak ana.
" hiks...hiks...sof.." ana menangis dan memeluk sofi.
" kamu harus kuat na,,,, Alloh tidak akan mencoba hambanya melebihi batas kemampuannya,,,aku yakin kamu bisa lewati ini semua,, terkadang Alloh tidak memberi apa yg kita minta, tapi bukan berarti Alloh tak sayang kita,,,, bisa jadi Alloh menggantinya dengan yg lebih baik...,,Alloh memberi apa yg kita butuhkan bukan apa yg kita inginkan naa,,, ingat na,, fainna ma'al 'usri yusro.....solatlah na,, adukan semua pada Alloh,,"
***********
Ana berulang kali memejamkan matanya, meyakinkan dirinya sendiri.
Ana beranjak menuju rumah pak kiyai, kali ini langkahnya pasti , ana terkejut melihat orang tuanya berada di sini jga...
"assalamualaikum...".
"wa'alaikumslm..."
" ibu,,,bapak,,,"..ana menyalami kedua orang tuanya, dan semua yg ada di situ.
Ana duduk di sebelah ibunya.
" kami sudah tau semuanya ndok,,, sekarang semua terserah padamu, ibu dan bapak mendoakan yg terbaik untukmu ndok, " ucap buk siti.
" baiklah,,, semua sudah berkumpul,, dan silahkan mbak ana, berikan jawabanya.." kata pak kiyai.
semua orang tampak tegang, termasuk pak kiyai dia tau betul apa yg dirasakan santrinya ini bukan hal yg mudah.
hening,,
hening
__ADS_1
hening..
"saya...." lalu ana kembali terdiam dan menghela nafas panjang.
" saya menerima lamaran mas rehan,,," ucap ana.
" saya ihlas menerima tanpa paksaan,, saya sudah memikirkanya matang matang.
" Alhamdulillah,,,"
ucap mereka serempak.
" ndok..." ibu ana meraih tangan putrinya dan memeluknya, air matanya tak tertahan lagi, bgtu jga umi dan bunda rehan.
Tangis haru dan bahagia pun pecah.
" trimakasih nak,,, kamu menerima lamaran kami..".
_______
" sementara itu dirumah sakit jari rehan bergerak sedikit namun belum menunjukan tanda bahwa rehan akan sadar.
Pak kiyai dan orang tua ana pergi kerumah sakit untuk menjenguk rehan.
" assalamualaikum..."
" waalaikmsalm..." jawab edwin yg duduk di sofa.
melihat ana ikut datang edwin sudah bisa menebak jawaban yg di berikan ana.
senyumnya mengembang,
mereka merasa iba melihat kondisi rehan dia belum sadarkan diri sudah hampir 2 minggu.
Pak kiyai pun mendoakan kesembuhan rehan bgtu juga orang tua ana.
kini giliran ana berdiri di samping rehan .
" mas rehan,,, aku udah trima lamaranmu,, kamu cepet bangun yaa..jas kamu udah aku cuci... maafin aku mas , gara gara aku kamu jadi kayak gini.." ana mengusap pundak rehan pelan.
"ini bukan kesalahan kamu nak,,, jangan menyalahkan diri " kata bunda rehan.
__ADS_1
Tiba- tiba rehan menggerakan jari jarinya, semua yang melihat terkejut dan edwin langsung memanggil dokter.
Perlahan rehan membuka mata nya walau berat, dia berusaha sekuat tenaga,. dia melihat bundanya menangis bahagia, rehan jga mengamati wajah yg ada di ruangan itu, matanya terhenti pada sosok yg tak asing,yaitu ana.
Kemudian dokter datang dan memeriksanya.
"alhmdlh...rehan menunjukan perubahan yg luar bisa pak buk,,,, sungguh di luar dugaan.." kata dokter yg membuat semua bahagia.
" dek a ana..." ucap rehan lirih.
" iya mas,,, " ana mendekat.
senyum rehan mengembang.
Edwin mengajak para orang tua untuk berunding, edwin memberi saran agar ana dan rehan di nikahkan malam ini jga.
dia berfikir rehan akan lebih cepat pulih jika ana slalu di dekatnya.
semua setuju, ana tak bisa menolak ,cepat atau lambat hal ini akan terjadi, dia ihlas sangat ihlas.
edwin menjelaskan semua dengan sangat lembut pada rehan , rehan bingung namun ia mengikuti arahan edwin.
Ahirnya edwin memanggil para dokter untuk menjadi saksi, pak kiyai bertindak sebagai penghulu. proses ijab kobulpun di laksanakan.
Walau dengan suara yg masih terdengar lemah namun rehan mengucapkanya dengan lancar.
" bagaimana saaah..." kata pak kiyai.
" saaaah..." jawab para dokter serempak.
" alhamdlh..." pak kiyai membaca doa untuk kedua mempelai.
" selamat ya nak kalian sudah sah menjadi suami istri menurut agama." ucap pan kiyai.
" selamat ya ndok semoga kamu bahagia,,," buk siti memeluk ana , dia tak kuasa menahan air matanya.
Ana membalas pelukan ibunya kemudian beranjak meraih tangan rehan dan menciumnya, bukti bakti seorang istri pada suami.
" rehan tak percaya bahwa gadis yg ia cintai kini telah menjadi istrinya, ia menitikkan air mata bahagianya.
"Ana setiap hari berada di rumah sakit, merawat rehan dengan tlaten.
__ADS_1
kondisi rehan kini berangsur membaik, kini ia sudah tidak lagi menggunakan alat apapun di badanya.
hanya tinggal pemulihan.