
Acara penyambutan rehan, dan syukuran pernikahan ana dan rehan ahirnya selesai.
bunda menyuruh rehan dan ana untuk istirahat,. mereka terlihat bgtu lelah.
Ana mengikuti langkah rehan menuju kamarnya.
"ceklek,,,!!!
kamar rehan terbuka, rehan mempersilahkan ana untuk masuk, namun ana hanya diam di ambang pintu.
" ayo masuk,,,, kamu harus istirahat,," sebenarnya rehan tau perasaan ana.
" iya mas,,," Ana masuk dengan perasaan yg tak karuan.
" kamu gak usah takut ,,,, saya akan tidur di sofa,,," ucap rehan.
" enggak mas, kamu nggak boleh tidur di sofa, biar aku aja,," ana menolak.
" aku gak mau lihat kamu tidur di sofa sementara, aku tidur di kasur yg empuk..." timpal rehan.
" kesehatanmu lebih penting mas..aku udah terbiasa tidur di sembarang tempat.." kata ana.
" oke...kalau gitu kita tidur di sini,,,kamu tenang aja , aku kasih bantal guling sebagai pembatas,," ajak rehan, kemudian ia menjadikan bantal guling sebagai pembatasnya.
Sudah tengah mlm, namun Ana belum jga memejamkan mata nya, ana melihat rehan tidur dengan pulas efek obat yg di berikan dokter.
" kalo di lihat lihat kamu ganteng banget mas,,maafin aku belum bisa jadi istri yg baik untukmu, aku masih butuh waktu." batin ana..
Ana beranjak dari tidurnya,, ia pergi ke kamar mandi untuk berwudhu,.
Ana menunaikan sholat malam.
Selesai solat ana kembali ke tempat tidur, namun ia melihat rehan yg menggigil, dan mengigau.
__ADS_1
" yaAlloh mas,,,, mas,,, bangun,," ana menepuk nepuk pipi rehan namun tak kunjung sadar.
kemudian dia beranjak untuk memanggil edwin.
baru saja ingin berbalik, tangan rehan sudah mencekal tangan ana terlebih dahulu.
" jangan tinggalin aku.." ucap rehan dengan mata yg masih terpejam.
Ana bingung,,ia kembali duduk di sebelah rehan.
tiba tiba rehan menarik tangan ana dalam peluknya, .
deg...!
Ana kaget , namun ia berusaha untuk tetap tenang, ia menarik tanganya perlahan namun rehan malah memper erat pelukanya.
" biarkan seperti ini sebentar saja,," gumam rehan dengan nada yg bergetar, karna ia masih tetap menggigil,
perlahan rehan mulai tenang tak lagi menggigil, tangan ana bagai obat untuk nya.
perlahan ana mulai ikut larut dalm pimpinya.
Suara adzan subuh menggema memecah keheningan, ayam ayam berkokok saling bersautan.
Ana mulai membuka matanya ,,ia hendak bangun namun, terasa berat di perutnya ia mengumpulkan kesadarannya dan melihat tangan rehan melingkar memeluknya.
" aaaaaaaaaaa..."jerit ana.
kemudian ia menutup mulutnya, ia sadar kalau ia dan rehan sudah menikah.
rehan kaget dan terbangun.
"" ada apa ...." tanya rehan panik.
__ADS_1
" nggak ada apa apa mas ,,,aku kaget aja tangan kamu ____" ana melihat tangan rehan yg masih memeluk ana.
rehan menyadarinya dan langsung melepaskan pelukanya.
" maaf ,, ini di luar kendali saya.." ucap rehan malu.
" iya mas,,, ayo kita solat dulu mas udah adzan." ajak ana.
mereka solat berjamaah..
tok..tok..tok...
terdengar ketukan pintu.
" nak..." suara bunda di balik pintu, ana bergegas membukakan pintu.
" iya bun..."jwab ana.
" kamu sama rehan gak kenapa napa kan...? tadi bunda dengar kamu teriak ." bunda terlihat hawatir.
" i iya bunda,,, kami gak papa kok tadi ada cicak jatuh makanya ana teriak.." bohong ana.
Kemudian ana pergi kedapur untuk membantu bunda membuat sarapan.
"kamu bisa masak nak..,"
" sedikit bunda.di pesantren kadang ana bantu bantu umi masak.."ucap ana.
Bunda sangat senang mempunyai menantu SEPERTI ana, selain solehah dia jga rajin dan tlaten.
Ana jga membawa perubahan pada rehan, ana seperti jantung bagi rehan.
*******
__ADS_1