
Bunda, ibu, dan ana sibuk mempersiapkan segala sesuatu yg di butuhkan.
sedangkan ayah, bapak, dan rehan duduk santai di karpet yg telah di siapkan di taman belakang.
" rey... bantuin bunda bikin api dong" ,, pinta bunda.
"iya bun,, "rehan beranjak pergi.
Kini tinggal ayah dan bapak.
" pak,, terimakasih sudah merestui pernikahan rehan dan ana,," ucap ayah.
" iya pak ,, kalau anak2 bahagia kami jga ikut bahagia,,," bapak tersenyum, seraya menyruput kopi yg di hidangkan.
"Ana itu lembut, santun ,tlaten jga dewasa..rehan sangat beruntung , mempunyai istri seperti ana,,," puji ayah.
" hehehe,,, sebenarnya dulu ana itu sedikit tomboy, jago berkelahi, dan jga crewet,," bapak terkekeh mengingat tingkah putrinya dulu.
" tapi semenjak masuk pesantren sifatnya berubah, namun ketika dia pulang dan bertemu saudaranya, kumat lagi tomboynya..hahaha,,," bapak tak henti2 nya tertawa.
ayah ikut tertawa..
"benarkah seperti itu,,,??".. ayah kembali ikut tertawa.
" wah sepertinya cucu kita kelak akan jago berkelahi jga ya.." hhhahahahaha...
mereka tertawa bersama. ana dan rehan menghampiri mereka .
" wah akur sekali ini " ucap rehan.
" kok pada kerawa terus, apa sih yg lucu..??" tanya ana.
__ADS_1
" ndak ada apa apa kok nak.." ucap ayah.
" iya,, ndok, kami cuma lagi menghayal, seperti apa nanti cucu kami.." kata bapak.
blus...
wajah ana memerah.
" tenang pak ,yah, akan segera kami buatkan."."ucap rehan yg membuat ana semakin malu.
" apaan kamu sih mas,," ana mencubit perut rehan.
" auuchh...sakit sayang.." ucap rehan.
" udah,,,,cubit cubitanya nanti saja, sekarang ayok kita kesana, sepertinya para koki sudah siap dengan hidanganya." kata ayah menunjuk ibu dan bunda yg terlihat sudah slesai dan menata makanan siap di santap.
Mereka menghampiri ibu dan bunda.
" bun katanya saudara saudaraku di ajak jga kok gak ada." tanya ana.
" iya nak tadi kami sudah suruh edwin untuk jemput mereka, tapi belum sampai jga." kata bunda sambil clingukan.
" ya udah kita makan aja dulu, biar nanti mereka menyusul.." usul ayah.
Ahirnya mereka makan bersama sambil bercanda ria.
" aaa,,, sayang.." ucap rehan yg seketika membuat ana berhenti tersenyum.
"ayo sayang,, buka mulutnya.." rehan menyodorkan udang yg telah di kupas.
Ana membuka mulutnya. rehan tersenyum senang.
__ADS_1
" makasih mas..". kata ana.
" aduuh,, sosweet nyaaa.... jiwa jomblo ku meronta ronta nih...." celetuk nuri sepupu ana yg baru datang bersama edwin dan 2 kakaknya.
" nuri...." Ana segera berlari dan memeluk nuri.
" ya Alloh nur,,, lama gak ketemu makin jelek aja,," ucap ana, membuat nuri memanyunkan bibirnya.
" ih kamu tu ya kalau ngomong suka bener,,".
sontak membuat semua yg mendengar tertawa...
memang kedua saudara ini kalau bertemu selalu cekcok .
yah walaupun ana sudah berubah , tapi kalau dia ketemu nuri pasti kumat lagi.
meski nuri lebih tua 3 tahun darinya, tapi mereka sangat kompak.
" naa... kapan nih gue dapet ponakan," kata nuri sambil mengedip ngedipkan sebelah matanya.
" ih paan sih,.," ana kembali duduk di samping rehan.
" kok apaan pokoknya aku gk mau tau , secepatnya kmu harus kasih aku ponakan.,,"
"tenang , bisa di atur ,," ucap Ana.
Ana tampak bhagia, tanpa beban.
rehan tersenyum melihat ana yg ceria seperti dulu waktu pertama pertemuan mereka.
suasana malm itu begitu hangat dan bahagia apa lagi celetukan nuri dan ana yg menambah suasana makin rame.
__ADS_1