Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim

Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim
bab 35


__ADS_3

Pagi sekali ana sudah sibuk bergulat di dapur,,


hari ini keluarganya akan datang jadi ana menyiapkan makanan agak banyak.


tentu saja ana tidak kewalahan karna sudah termasuk jago kalau soal dapur.


" sayang...."


rehan memeluk ana dari belakang.


" mas.... lepasin nanti ada yg lihat...."


" biarin.... paling juga si bujang tua..."


" ih... kamu mas,, dia itu kakak kamu,, walau bukan kandung...,"


" hmmm ...aku bantu ngapain nih...


" mmmm... bawa makanan itu aja ke meja...


Rehan membantu ana menata makanan di meja, semunya terasa sangat menyenangkan, karna di lakukan bersama.


" waah... harum sekali..." edwin mengendus endus bau makanan.


" jangan sentuh...belum waktunya..."


" kamu mas...gak papa kok kak makan aja..."


edwin duduk menikmati sarapanya.


tiba tiba.....prangg......


semuanya kaget, edwin langsung beranjak dari duduknya dan berlari ke arah suara, begitu jga rehan dan ana.


jendela kaca besar yg terpampang di sebrang meja makan pecah, akibat di hantam batu yg di bungkus kertas.


rehan segera mengambil kertas itu.


" tunggu permainan kami selanjutnya "

__ADS_1


Ana terkejut, dia sudah menduga komplotan yg menculiknyalah yg melakukan itu.


Rehan mengepalkan tangan, rahangnya mengeras, Ana khawatir melihat rehan emosi , takut berakibat dengan jantungnya.


"kurang ajar,,, siapa dalang di balik semua ini..."


" mas,,, udah... sabar.."


" gak bisa ,,,kali ini aku harus usut dalang di balik penculikan dan teror ini..."


" iya aku ngerti tapi nanti bunda mau pulang hari ini jangan sampai mereka tau,, apalagi orang tuaku mas,,, mereka akan khawatir..."


" iya betul kata ana,,, biar aku yg urus semua ini...," imbuh edwin.


______________________


ting tong....ting tong.....


Ana bergegas membukakan pintu.


" soffi......" ana kaget melihat sofi yg datang.


" kamu kenapa..dateng2 kok nangis,,, apa segitunya, kangen sama aku..."


" aku kangen sama kamu na,,, tapi aku nangis bukan karna itu..."


" udah,,, udah,,,, ayok masuk dulu, kita crita di dalam...


Ana bingung ada apa dengan sahabatnya, ia tau sofi adalah sahabatnya yg berfikiran dewasa, kalau dia sampai nangis begini berarti ada masalah yg serius.


" siapa sayang,,,,"


" sofi mas temenku di pesantren dulu..."


" kamu kenapa sof...kamu boleh cerita sama aku..."


" na,,, aku________


ting tong.......,,,,,

__ADS_1


suara bel berbunyi, menhentikan sofi yg ingin bicara dengan ana.


ternyata keluarganya yg datang, sofi terkejud ia berusaha menghapus air matanya agar tidak terlalu jelas kalau ia sedang menangis.


setelah berkangen kangen ria, mereka segera menuju meja makan, hidangan berbagai masakan sudah tersedia.


Nuri terus saja berceloteh, namun terhenti seketika ketika edwin ikut bergabung.


" kok diem batre habis buk..." goda ana.


Nuri tidak menjawab sesekali ia melirik edwin.


" ehem..." edwin berdehem membuat semua menoleh padanya.


"ayah,,, bunda,,, semuanya,,, edwin mau ngasih tau kalau...edwin______


ucapanya terhenti, ia menarik nafas sejenak kemudian menghembuskanya pelan.


semuanya antusias menunggu edwin meneruskan ucapannya.. kecuali nuri yg biasanya crewet kini hanya dian dan menunduk.


" kalau edwin sama Nuri mau menikah,,," ia berbicara dengan sangat cepat.


"hahahahahaha.......


tawa ana dan rehan pecah, mereka tidak terkejut justru malah tertawa terbahak bahak.


"oh jadi ini,,,, kenapa ahir ahir ini kamu sangat bawel, rupanya esnya mulai mencair,, haha,,,," ucap rehan.


" jadi ini toh yg bikin batre kamu lowbet..." sambung ana pada.nuri.


para.orang tua hanya tersenyum bgtu juga sofi yg melihat keharmonisan keluarga ana.


" bagaimana pak apa bapak menerima lamaran anak saya..."ayah bertanya pada bpak ana.


" kalau anak anak sudah cocok, saya sebagai orang tua hanya bisa merestui dan mendoakan yg terbaik.."


"Alhamdulillah........" ucap mereka serempak.


kritik saranya para pembaca.... tinggalin jempol sama komen kalian dong, biar author semangat nulisnya.

__ADS_1


__ADS_2