
Ana sangat antusias memasuki bioskop, ia menarik narik tangan rehan tak sabar.
Dia duduk di samping rehan memegang minuman dan popkorn.
Awalnya biasa biasa saja dengan film yg mereka tonton. namun di pertengahan semua penonton menjerit histeris di sebabkan sosok menyeramkan yg muncul di film itu.
Ana mencengkram erat lengan rehan sambil sesekali memeluknya dan menyembunyikan wajahnya di balik lengan rehan.
"aaaaaaaaa,,," ana berteriak menyembunyikan wajahnya dan mencengkram lengan rehan dengan sangat erat.
rehan meringis menahan sakit akibat cengkraman ana, namun ia juga senang jarang2 istrinya seperti itu.
Rehan tersenyum, walau kesakitan. Ana melihat rehan keheranan.
" mas kamu kok malah senyum sih.." ucap ana mengeryitkan alisnya.
" emang kenapa ,,," timpal rehan.
" kamu aneh mas...nonton film horor tuh pada teriak ketakutan bukan malah senyum senyum" gerutu ana.
Ahirnya filmnya selesai , dengan kringat yg bercucuran efek dari film yg mereka tonton ana dan rehan keluar dari bioskop.
" mas abis ini aku mau makan bakso..udah lama gak makan bakso.." ucap ana seraya memasang wajah memelasnya.
"iya ... boleh asal kamu senang" kata rehan.
" mmmm...makasih suamiku ,, hari ini adalah hari yg sangat membahagiakan".. ucap ana seraya mencium pipi rehan.
Rehan kaget dengan perlakuan ana, jantungnya berdesir, rehan sudah tak dapat lagi menyembunyikan kebahagiaanya, senyumnya slalu terukir.
__ADS_1
" Alhamdulillah yaAlloh...Engkau telah memberi kebahagiaan padaku.." batin rehan.
Mereka meninggalkan bioskop dan mencari bakso.
" mau di restoran mana sayang..." tanya rehan.
"stop mas ,, disitu aja." ucap ana sembari menunjuk bakso di pinggir taman.
" kamu yakin mau makan disitu...", rehan mengamati tempat itu.
" iya ,,,ayo turun mas" ana segera turun dari mobil dan memesan dua porsi.
" bang dua porsi ya,,, baksonya aja".
" iya neng...".
Ana duduk di meja yg di sediakan si abang bakso.
" kamu sering makan di pinggir jalan??" tanya rehan.
" iya mas,, dulu paling sama nuri, tau gak mas , dulu aku tuh ngiri bgt kalau lihat orang makan bakso sambil pacaran, kayaknya so sweet bgt deh" ucap ana.
" dan sekarang aku ngrasain itu bisa bareng kamu disini,, aku seneng bgt mas,,, makasih ya.. i love u..." sambung ana.
deg...
deg...
deg...
__ADS_1
Rehan mematung mendengar penuturan ana jantung meronta ronta ingin keluar.
" apa benar yg kamu ucapkan..." tanya rehan dengan tatapan yg terus menatap ana.
Ana terdiam, ia menyadari apa yg ia ucapkan.
" sepertinya aku memang mulai menyukaimu mas" ucap ana yg langsung menutupi mukanya dengan tangan.
rehan mendekati ana dan meraih tangan ana, " apa kamu sungguh sungguh..? aku belum percaya , buktikan dek.." ucap rehan dengan tatapan yg susah di artikan.
Ana mendekatkan wajahnya pada rehan dan...cup,,,
ana mencium bibir rehan sekilas, membuat rehan sangat bahagia.
ana langsung membalikan badan karna malu, namun rehan memeluknya dari belakang .
" terimakasih " bisik rehan.
tak lama pesanan mereka datang .
Ana makan dengan sangat lahap.
" apa seenak itu.."
" he'em mas coba deh..nikmati dengan perasaan, anggap saja ini kencan pertama kita" ucap ana membuat rehan melebarkan senyumnya.
""Mereka makan dengan lahap saling menyiapi dan bercanda ria.
Mereka tak menyadari ada sepasang mata yg memperhatikan mereka.
__ADS_1
ia terlihat sangat tidak suka dengan apa yg di lakukan ana dan rehan.
tanganya mengepal dan memukulnya ke badan mobil.