
Sofi tak tega mengatakan yg sebenarnya pada ana, dia tak bisa membayangkan perasaan ana setelah mengetahui yg sebenarnya.
" eh mbak ana sudah datang.." kata umi.
" enggih umi,,," ucap ana sembari mencium tangan umi.
" mari mbak bantu ngrangkai bunganya, ,," ajak umi.
Ana mengikuti umi menuju bunga bunga yg sedang di rangkai.
tanganya yg telaten dan cekatan bgtu mudah merangkai bunga bunga indah .
seperti hati nya yg slalu berbunga bunga, bila mengingat ustad gantengnya.
" dimana ustad azam,,,,biasanya dimanapun ada dia, hmmm...baru jga satu minggu tidak ktemu rasanya kayak satu windu..." batin ana, sembari clingukan kesana kemari mencari sosok yg ia rindukan.
Dari kejauhan nampak ada mobil mewah yg datang,
dan ternyata itu azam dan orang tuanya .
umi menyambutnya.
Azam nampak terdiam dan terlihat acuh pada ana tak seperti biasanya.
Ana sangat bahagia ia tersenyum lebar, melihat sosok yg ia rindukan walau dari kejauhan.
ketika umi mengajak orang tua azam masuk , ibuk azam melihat ana dan menghampiri.
__ADS_1
" loh ini kan mbak yg mijit kaki saya waktu terkilir,,, pak iniloh yg nolongin ibuk waktu itu." ucap ibuk azam.
" ooh. ini toh,,,, mksih ya nak kamu susah nolongin istri saya,,," ucap bpak azam.
" iya pak sama-sama,,,,," bls ana. seraya melirik sekilas pda azam.
"mbak ana ini jga pandai ngrangkai bunga loh mbak yu... tuh lihat,,, ini semua yg ngrangkai mbak ana..." sambung umi.
" benarkah,,,, kamu memang mantu idaman, , sayangnya ibuk sudah tidak punya anak laki-laki lain selain azam ,,, " kata ibuk azam.
deg....!
jantung ana terpompa bgtu cepat.
" iya ya buk ,,,, kalo ada mungkin bisa kita jodohin..hehe,,, " sambung bpak azam.
sedang kan azam hanya diam tertunduk, tak bergeming beberapa kali dia membuang nafasnya kasar.
" mkasih ya nak kmu sudah mau membantu ngrangkai bunga, untuk pernikahan anak kami azam." kata ibuk azam.
"duuaaarrr...."',,,,,,
bagai tersambar petir di siang bolong, ana tertegun lidahnya kelu, tubuhnya kaku, matanya terasa panas ingin mengeluarkan sesuatu ,hatinya bagai di hunus ribuan anak pisau. sakit .... yah begitu sakit.
bagaimana bisa laki laki yg seminggu ini dia rindukan,,,laki-laki yg menjalin taaruf dengannya selama beberapa bulan ini , akan menikah dengan orang lain tanpa sepengetahuanya.
Ana mencoba menguasai diriya dengan segala tenaga yg masih tersisa. dia tidak menyangka, ini akan terjadi.
__ADS_1
" oh iya... mba ana tolong bawain barang dimobil ya,,, sekalian tolong bungkusin ala ala parsel, untuk seserahan besok..." ucap umi.
" baik umi,,,," ana beranjak menuju mobil.
lengkap sudah penderitaan ana, sudah jatuh tertimpa pula....
Ana mencoba untuk tetap tegar, dia mencoba menyeimbangkan tubuhnya mati matian.
kplanya mulai pusing , tubuhnya lemas.
Azam menghampirinya.....dia bingung harus bgai mna, bukanya dia tidak mencintai ana, tapi orang tuanya menjodohkannya tanpa sepengetahuan azam.
" dek ana...." sapa azam .
ana hanya menoleh tidak menjawab.
" maaf dek,,, semua diluar kendali saya,, saya tidak mungkin mebuat orang tua saya malu..." ucap azam .
ana tetap diam tak bergeming dia takut air matanya jatuh.
"dek..."....azam mencegah lgkah ana.
Menghela nafas panjang dan membuangnya, dia memberanikan diri menatap azam.
" tidak apa ustad...jodoh tidak ada yg tau, seperti ALIF LAM MIM hanya Alloh yg tau, bkankh bgtu tadz,,, ." ucap ana sembari berjalan meninggalkan azam.
azam tau btapa sakit dan hancurnya hati ana, namun dia tidak bisa melakukan apapun.
__ADS_1
" KRITIK DAN SARANYA SOBAT"