Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim

Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim
bab 27


__ADS_3

Pagi _ pagi sekali Ana sibuk menyiapkan segala sesuatu yg akan di bawa ke acara pernikahan temanya di area dekat pesantren.


" mas kamu mau ke kantor dulu,,??" tanya ana yg sedang sibuk menyiapkan baju yg akan ia dan rehan kenakan.


Sedangkan rehan duduk santai di atas tempat tidur.


" tidak,, semua sudah aku urus.." jawab rehan.


Ana memilih baju yg senada dengan baju yg akan di kenakan Rehan.


" yes,,, ahirnya siap jga,, kado udah, baju udah, " gumam ana.


Tiba _ tiba rehan memeluk ana dari belakang.


dia membenamkan wajahnya di leher ana seraya memejamkan matanya.


" mas..."


" aku kangen..." ucap rehan dengan posisi yg sama.


Ana mengeryitkan alisnya tanganya melepaskan tangan rehan yg melingkar di perutnya.


Ana membalikan badan dan menatap rehan.


" kamu aneh deh mas,,, kan dari kemaren kita sama sama terus.." ucap ana.


Rehan menyelipkan rambut ana dan mengelus pipinya seraya tersenyum, pandanganya begitu teduh.


" rasanya seperti mimpi, aku sangat bersyukur Alloh memberi ku kebahagiaan seperti ini dari umur 5 tahun aku belum pernah merasa sebahagia ini.." ungkap rehan.


Ana hanya tersenyum, rehan mendekatkan wajahnya ke wajah ana,tangannya menggapai kedua sisi meja dengan ana di dalamnya ,

__ADS_1


ia semakin dekat, hembusan nafasnya sangat jelas.


Ana terbelalak tanganya meremas baju lenganya. dan plup_____


Ana berjongkok ketika rehan siap untuk mengecupnya. dan berlari ke kamar mandi.


Rehan tercengang, ia mengatur nafasnya dan tertawa, ia tak habis pikir dengan kelakuan ana.


" aku kebelet mas,,,, maaf" teriak ana dari dalam kamar mandi.


Rehan tak menjawab ia turun menuju dapur.


tak lama ana menyusulnya.


" nak ayo sarapan,,," ucap bunda.


" iya bun..," ana tersenyum dan duduk di sebelah rehan.


" sini mas biar aku ambilin," ana mengambilkan nasi beserta lauk pauknya.


membuat ana dan bunda menghentikan aktifitasnya, tapi tidak dengan ayah, karna ayah paham maksud rehan dulu dia juga begitu dengan bunda.


Ayah hanya tersenyum sembari meneruskan makanya.


" wah ternyata kamu mewarisi sikap ayah nak" batin ayah.


" kenapa rey..." tanya bunda.


" iya mas kok gak mau.." sambing ana.


" aku mau makan kalau kamu yg suapin aku.."

__ADS_1


"apa mas,,, kamu kayak anak kecil " ucap ana.


bunda hanya tersenyum, karna ayah menyenggol lengan bunda, mengingatkan bagaimana kelakuan suaminya dulu.


" ya udah kalau gak mau aku gak mau makan, nanti di acara nikahan temen kamu, kalau aku pingsan kamu yg tanggung jawab." ancam rehan seraya berlagak cemberut.


" ih kok gitu sih, kan malu sama bunda,," Ana melirik bunda namun bunda dan ayah asyik memakan sarapan mereka seolah memberikan ruang untuk ana dan rehan.


" ya udah sini.." ana ahirnya nyerah jga.


Ana menyuapi rehan bak anak kecil, rehan tersenyum karna merasa menang.


Mereka makan satu piring.


selesai sarapan rehan dan ana bersiap siap untuk menghadiri acara pernikahan teman ana.


Ana terlihat sangat cantik dan anggun menggunakan setelan syar'inya, rehan juga terlihat tampan dengan warna baju senada dengan ana, mereka terlihat serasi.


" udah semua sayang,," ucap rehan pada ana yg baru masuk ke mobil.


" udah mas...udah aku cek semua,," kata ana.


" aku belum isi daya sayang..," ucap rehan.


" hp kamu drop mas...???" Ana tidak tau maksud rehan.


" bukan ,,, tapi ini.." rehan menunjuk pipinya dengan telunjuknya.


"mas... kamu tuh ya..."..


Tanpa aba aba rehan langsung mengecup bibir ana **********, ana hanyut oleh rehan,namun tak lama ia sadar dan melepaskan ciuman .

__ADS_1


"ayo berangkat mas..." ucap ana.


Mereka ahirnya berangkat menuju lokasi tujuan.


__ADS_2