Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim

Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim
bab 34


__ADS_3

Ana terus memandang wajah yg pucat dan tak berdaya, sudah hampir satu jam dari kedatangan Ana, namun rehan belum jga sadar, .


" sebaiknya kamu bersih bersih dulu, biar saya yg menjaga Rehan.." ucap edwin.


" baik... " Ana beranjak untuk membersihkan diri.


setelah selesai Ana kembali menghampiri Rehan yg belum sadar juga.


" kak edwin istirahat aja biar saya yg jaga mas rehan.."


Edwin mengeryitkan keningnya, karna Ana memanggilnya kakak.


" baiklah jika terjadi sesuatu panggil saya.."..


" iya kak.."


edwin keluar dan tersenyum, menurutnya ana sangat lucu karna memanggilnya kakak.


" mas ... maafin aku, karna aku kamu jadi kayak gini,,,"


Ana menggenggam tangan rehan dan mengelus pipi rehan.


Rehan mulai membuka matanya, walau sangat berat ia berusaha sekuat tenaga.


"mas kamu udah sadar,,, apa yg sakit mas..."


Rehan tersenyum melihat Ana berada di sampingnya.


ia bangkit dan langsung memeluk ana dengan erat, ia tak kuasa menahan air matanya.


" maafin aku dek,,, ...


" mas... kenapa kamu minta maaf, kamu gak salah, aku yg harusnya minta maaf, karna aku kamu jadi kayak gini, maafin aku mas..."


Rehan semakin mengeratkan pelukanya.


" aku memang suami yg tak berguna.." isakan rehan makin menjadi.


" kamu gak boleh ngomong gitu mas..."


" maas..."..


" uhuk...uhuk...


Rehan baru menyadari kalau ia memeluk ana sangat erat hingga ana susah bernafas.


" maaf..."

__ADS_1


ana tersenyum dan kembali memeluk rehan.


_________


" ***** begitu saja tidak becus..."


" cari dan tangkap dia lagi.."


" siap bos..."


para anak buah langsung kocar kacir pergi.


"aaarrgh...


prang...prang...


" awas kau wanita kampungan.."


____


" mas kamu makan yaa... lihat tuh di tinggal dua hari aja kamu udah kelihatan kurus ..."


" aku masakin bentar spesial buat suamiku tercinta.." imbuh ana.


deg...


deg...


deg..


"suamiku tercinta...apa dia sudah benar benar mencintaiku..." batin rehan.


" mas kok bengong...,"


" eh... iya,, iya..."


ana beranjak ke dapur sedang rehan tengah senyum senyum sendiri.


" ehem..."


" tampaknya ada bunga yg mekar, siang hari.."


goda edwin.


Rehan langsung melempar bantal pada edwin.


" hahaha...."

__ADS_1


" diam..".


tak lama ana selesai dengan masakanya,,


ia menata makanan di meja, dan membawa ke kamar untuk rehan.


" mas ayok makan dulu..,"


" kak edwin juga makan aku udah siapin di meja makan.."


Rehan mengerutkan keningnya mendengar ana memanggil edwin dengan sebutan kak.


edwin yg menyadari itu membalas ucapan ana.


" oh,, iya dek.. kamu the best..." sambil melirik rehan.


sudah jelas rehan memasang muka datar dengan tatapan penuh intimidasi.


Edwin keluar dari kamar rehan dengan puas dan terus tertawa karna berhasil membuat rehan kesal.


____


Rehan sudah sedikit bertenaga,,namun ia masih merasa pusing, padahal keluhan awal adalah jantung .


Ana sibuk membereskan rumah karna besok pagi bunda dan ayah akan pulang beserta orang tua ana, nuri dan amed juga akan ikut mengunjunginya.


Karna pusing rehan tertidur, saat ana kembali ke kamar ia melihat rehan yg sudah terlelap, ia senang karna ia tidak ingin membahas tentang penculikanya dengan kondisi rehan yg kurang baik.


Ana menyelimuti rehan tiba tiba rehan memegang tangan ana dengan mata yg masih terpejam, sembari mengigau.


" ya Alloh.. mas badan kamu panas sekali,.."


Ana beranjak hendak mengambil air hangat untuk mengompres, namun tanganya terus di pegang Rehan.


jederrr.... jederr...


suara petir yg langsung diiringi hujan turun.


ana mengurungkan niatnya untuk mengompres rehan karna ia takut mendengar petir.


ia membaringkan tubuhnya di samping rehan dengan tangan yg terus di pegang rehan.


Rehan tersadar karna Ana Menggenggam tanganya begitu erat.


ia memandang ana, mata ana terpejam sangat rapat namun tidak terlelap, Rehan tau kalau ana sedang ketakutan.


Rehan menggenggam tangan ana , ana menyadari jika rehan terjaga.

__ADS_1


pandangan mereka beradu, rehan mulai mengecup bibir ana dengan sangat lembut , ana membalas ciuman rehan membuat rehan semakin ber****** .


dan ahirnya terjadilah apa yg harus terjadi, dengan suasana yg sangat mendukung, mereka melepaskan rindu.


__ADS_2