
Ana memasak gulai jengkol kesukaan umi. hasna hanya duduk mengamati umi ana dan mertuanya yg sedang memasak.
" kamu gak mau belajar masak nak??" tanya ibu azam pada hasna.
" mau sih buk,, nanti kalau ada waktu, sekarang lagi sibuk banget di kantor" jawab hasna.
Ibuk azam menghela nafas, ia melanjutkan memasak.
" wah,,, baunya harum " ,,,umi mencium bau gulai jengkol di campur daging yg di masak ana.
" hmmm...iya jadi laper saya." timpal ibuk azam.
Ana hanya tersenyum kemudian menghidangkan masakanya di meja makan.
" suami mu beruntung sekali nak , pasti mertuaku sangat bahagia mempunyai menantu sepertimu." ucap ibuk azam .
Azam melihat ibunya yg bgtu akrab dengan ana sedangkan istrinya hanya duduk dan memainkan ponselnya.
kemudian azam kembali kedepan.
" mbak ana tolong antarkan minuman untuk abah ya.." perintah umi.
" iya umi.." ana segera mengantarkan minuman untuk pak kiyai di depan, di ruang tamu tepatnya.
Di sana hanya ada pak kiyai, sedangkan azam dan rehan entah kemana, di lihatnya sungguh sungguh namun tetap tidak menemukan keberadaan rehan dan azam.
" kemana mas rehan",, batinya.
Ana meneruskan langkahnya dan menyuguhkan minum untuk pak kiyai.
" monggo pak kiyai.." ucap ana seraya menyodorkan minum.
" iya,,, terimakasih mbak ana, " kata pak kiyai.
__ADS_1
Ana hanya tersenyum dan bersiap untuk kembali ke dapur.
" mbak ana duduk dulu sebentar." pak kiyai menghentikan langkah ana.
" iya,,.pak kiyai" jawab ana.
Ana duduk di lantai menghadap pak .
" bagaimana mbak ana,,, apa kamu bahagia??" tanya pak kiyai.
Ana bingung dan masih terdiam dia berfikir menyiapkan jawaban yg tepat.
" saya sebenarnya sangat khawatir dengan keadaan mbak ana, kamu menikah dengan pria yg belum di kenal., bahkan dalam suasana hati yg kurang baik..menikah itu bukan hanya untuk mengubah status,,,namun pernikahan itu adalah sebuah ibadah, ibadah terlama yg kita jalani, dan harus tau dasar daripada ibadah tersebut,, saya khawatir jika batinmu menanggung beban yg amat berat,, jika demikian saya akan merasa sangat bersalah.." kata pak kiyai begitu sendu.
Ana mencermati setiap apa yg di katakan gurunya itu. ia tak menyangka bila pak kiyai sangat memperhatikan santrinya bahkan urusan yg terbilang pribadi, .
" saya memang tidak kenal dengan mas rehan, bahkan saya dalm suasana hati yg kurang baik pada waktu itu, namun saya ihlas menerima lamaran mas rehan dan bukan karna alasan tertentu, saya menyerahkan pada Alloh sepenuhnya, dan saya menerima jawaban dari istiharoh saya,," ana menghela nafas dan melanjutkan kata katanya.
" memang terasa berat pada awalnya, namun saya sadar..mas rehan dan keluarga sangat menyayangi saya, saya sangat bersyukur memiliki mereka, saya jga berusaha membuka hati pada mas rehan dan Alhmdlilah,, sekarang saya bahagia pak kiyai.." ucap ana panjang lebar.
Tanpa mereka sadari azam berada di balik pintu dan mendengar semua yg mereka bicarakan, azam menghela nafas ia menahan sesuatu yg mendesir di harinya, dan tanpa azam sadari, rehan berdiri tepat di belakang azam.
" semoga nanti kalau mbak ana dateng kesini lagi, udah bawa kabar bahagia ya mbak,,,hehehe", ucap pak kiyai membuat ana merasa malu.
" Aamiin pak kiyai,, doakan saja." ana sangat bahagia melihat pak kiyai tampak bahagia.
" bro,,," rehan menepuk pundak azam,"
" eh rey,, dari kapan disitu .." ucap azam gugup.
" baru aja,, yuk gue mau pamit pulang sama pak kiyai ..," rehan bohong karna tidak ingin membuat azam malu.
Mereka menghampiri pak kiyai yg sedang mengobrol dengan ana.
__ADS_1
" kalian udah slesai.." tanya pak kiyai.
" sudah pak kiyai..." ucap mereka .
" mohon maaf pak kiyai,, saya dan ana pamit pulang dulu sudah sore,," ucap rehan.
Kemudian rehan dan ana meninggalkan kediaman pak kiyai.
Didalam mobil tak banyak pembicaraan, sebenarnya rehan sangat bahagia mendengar ucapan ana pada pak kiyai bahwa dia bahagia sekarang menikah dengan rehan. namun rehan menahanya, ia tak ingin ana tahu bahwa ia mendengar pembicaraan ana.dan pak kiyai.
" dek... kok kamu gak pernah masakin aku jengkol.." rehan memulai perbincangan.
" loh emang mas rehan suka kengkol,,,"
" gak tau,,, kan belum pernah di masakin sama kamu.."
" ya udah nanti aku masakin spesial buat kamu" ucap ana sembari tersenyum menunjukan giginya yg agak ke gingsul gingsulan.
" nonton yuk ..." ajak rehan.
"hmmm,,, nonton..???? ayok...ayok..aku mau bgt mas..." ana kegirangan di ajak nonton.
Rehan tersenyum melihat expresi ana.
Mereka sampai di bioskop. ana sangat bersemangat .
" mau nonton yg apa mas..."
" terserah kamu..." rehan mengelus kepala ana.
" aku suka horor mas udah lama aku gak nonton horor.." ucap ana.
" oke... siapa takut,,, tapi kayaknya bentar lagi maghrib deh, kita solat dulu yuk,," ajak rehan.
__ADS_1
Mereka membeli tiket dan menunaikan ibadah terlebih dulu.
" jangan lupakan ibadah sesibuk apapun"