
Semua sudah berkumpul di meja makan.
tinggal menunggu pengantin baru, Rehan dan ana.
Bunda beranjak dari duduknya berniat memanggil Rena " rehan dan ana.
namun di cegah nuri.
" bunda biar nuri aja yg panggil.."...
" baiklah..."
Nuri pergi memanggil rehan dan ana.
tok...tok...tok...
"pengantiin baruu...keluar dong ,, udah pada nungguin tuh." nuri emang terlihat bar bar, namun dia baik.
ceklek...
Rehan membuka .
"eh mas rehan,,, hehe...udah di tunggu tuh sama bunda.." nuri berkata dengan sopan ,karna sedikit takut dengan rehan.
Ana muncul dari belakang rehan.
" hei... marpuah,,, ngapain aja lo dari tadi,,, udah ayok cepetan turun, mentang2 pengantin baru,,," ucap nuri dengan gaya khas nya.
" ekheeem..... rehan berdehem.
"hehehe... nuri cengengesan.
Ana menahan tawanya.
"iya markonah,,, sabar..ini juga mau turun." ucap ana.
mereka turun bersama.
dimeja makan sudah terhidang makanan yg memanjakan lidah.
rehan duduk di samping ana...mereka mulai sarapan dengan tenang tanpa ada pembicaraan.
Rehan melihat ada sisa makanan di bibir ana,
lalu ia membersihkanya, tangan rehan menyentuh sudut bibir ana.
" aaaa...meleleh hati adek baang..." celoteh nuri.
" uch... jadi pingin cepet cepet ni_____"
__ADS_1
belum sampai selesai nuri berceloteh, amed sudah lebih dulu menyodorkan makanan ke mulut nuri.
" emmmmm.."...nuri melebarkan matanya ke arah amed.
" udah diem,,,! makan yg bener,," kata amed.
sontak semua tertawa melihat tingkah nuri.
" sayang,,, nanti kamu jadikan main ke kantor,,??" tanya rehan.
" iya mas InsyaAlloh,,, tapi agak siang ya mas,,, nanti aku bawain makan siang sekalian.." ucap ana.
Ana mengantar kan rehan sampai depan rumah.
" kamu hati hati ya mas " seraya menyerahkan tas rehan.
" iya sayang,," rehan mengecup kening ana. lalu beranjak ke mobil.
tiba tiba rehan berbalik,,
" kenapa mas ada yg ketinggalan?"
rehan tak menjawab ,ia langsung menghampiri ana dan,,,,
cup,,,rehan mengecup kilas bibir ana.
Muka ana berubah bak kepiting rebus, namun ia jga merasa bahagia, mendapat perlakuan seperti itu dari rehan.
Edwin yg menunggu di mobil, tertawa terbahak bahak namun ia tutupi dengan tengan.
Tak butuh lama mereka sampai di kantor..
" pak nanti kalau ada wanita pakai hijab datang suruh pake lif husus ke ruangan saya ya..itu istri saya,,, ," rehan memberi tahu satpam yg berjaga.
" siap bos" hormat bendera.
___________
Waktu sudah menunjukan jam makan siang.
Ana bersiap menuju kantor rehan, ia pergi dengan gojek.
Ana sampai di depan kantor rehan, ia turun menghela nafas dan tersenyum.
namun tiba tiba, ia di hadang seseorang yg tak lain adalah rania.
" mau kemana kampungan.." ucap rania.
Ana tak takut sama sekali karna jiwa tomboynya telah hadir kembali.
__ADS_1
" maaf , bukan urusanmu.." ana berlalu.
namun langkahnya terhenti paksa karna rania menarik jilbabnya dengan kasar.
" lepaskan" pekik ana.
" gak tau diri bgt ya... lo tu gak level masuk kantor rehan.," rania tersenyum sinis.
" hahaha...ana tertawa,,, apa nya yg gak pantas nona..harusnya anda yg berkaca,, bukan siapa siapa rehan tapi sok nglarang2,,,
saya lebih berhak dari pada anda nona.." ana menatap rania tajam.
Rania sangat geram mendengar ucapan ana, ia melayangkan tangannya hendak memukul ana,, namun dengan sigap ana menangkapnya.
" saya harap anda bisa lebih sopan nona,,, agar setara dengan fasilitas yg anda kenakan."membuang tangan rania dengan kasar.
Rania kalah telak ia pergi meninggalkan ana, dengan parasaan sangat kesal.
Ana merapikan diri dan masuk kedalam kantor rehan.
pak satpam yg sudah di beritahu rehan langsung mempersilahkan ana masuk melalui lif husus.
tok... tok..tok...
" masuk saja nona, pak rehan sudah menunggu anda." ucap sekertaris perempuan rehan.
ceklek,,! ,,,,,
Ana membuka pintu namun tidak ada siapa siapa di ruangan itu.
" assalamualaikum..mas..." ana masuk dan mencari keberadaan rehan.
" kemana mas rehan,," gumam ana.
" dooorr...." rehan muncul dari belakang dan mengagetkan ana.
" astaghfirulloh maaas..kalau aku pingsan jantungan gimana coba.." ana memegang dadanya.
" hehehe maaf..maaf..." rehan tersenyum.
" lama sekali sayang aku udah nunggu dari tadi.." ujarnya.
" iya... maaf,,, tadi ada krikil di jalan jadi kehambat sebentar." ana langsung menyiapkan makan siang untuk mereka berdua.
Mereka makan dengan lahap, sesekali bercanda ria...
Ana sekarang lebih terbuka tidak seperti sebelumnya dan tidak terlalu canggung, itu artinya dia sudah mulai menerima rehan.
" semua membutuhkan waktu agar jadi sesuatu"
__ADS_1