Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim

Jodoh Itu Seperti Alif Lam Mim
bab 23


__ADS_3

Tidak semuanya harus di ihlaskan, adakalanya sesuatu itu harus di perjuangkan. jika dia pergi meninggalkanmu, maka aku ada disini untukmu.


******


Rehan trus memandang ana, ana hanya terdiam entah apa yg ada di pikiranya.


" aku mau kamu yg ceria, bukan seperti ini."..ucap rehan.


" a aku,,,aku,,," ucap ana terbata.


" aku akan sangat merepotkanmu mas bila aku menjadi ana yg dulu.." sambungnya.


" tapi aku suka kamu yg dulu..".


Rehan mengusap pipi ana ,,,ia mengusapnya dengan lembut.


jangan di tanya bagaimana perasaan ana, jantung nya pasti sedang main lompat lompatan.


Rehan mendekatkkan wajahnya ke kuping ana.


" jadilah seperti ana yg dulu,,, dan____" rehan mengatur nafas sejenak.


" aku menginginkan kau menjadi istri ku sepenuhnya."


blus....


deg....


Entah sudah sampai mana jantung nya melompat.


Rehan melihat bibir ana yg mengatup rapat seraya memejamkan matanya, wajahnya pucat pasi.


Rehan tersenyum melihat reaksi istrinya.

__ADS_1


" aku akan menunggu sampai kamu benar benar siap ,,,," rehan merebahkan dirinya.


Rehan memilih untuk menunggu sampai istrinya siap, walau sebenarnya dia bisa saja melakukanya saat ini.


Ana membuka matanya, nafasnya tak beraturan.


dia merasa bersalah namun tetap saja mental nya belum siap.


" trimakasih mas.." ucap ana.


" hmm....ayo tidur ,, dan aku gak mau ada pembatas lagi antara kita.." rehan membuang bantal yg memberi jarak selama ini.


Ana merebahkan diri di sebelah rehan tanpa pembatas. tiba tiba rehan menyelipkan tangannya kebawah tengkuk ana.


" mas____


" biarkan seperti ini,," ucap rehan dengan matanya yg terpejam.


Ana bisa merasakan hembusan nafas rehan dengan jelas.


keesokan paginya rehan membuka mata lebih dulu ia melihat ana yg menghadapnya,,ia tersenyum kemudian mencium kening ana dengan lembut.


rehan mengusap bibir ana dan mengecup nya sekilas ana menggeliat dan mulai membuka matanya, sedangkan rehan pura pura memenjamkan mata .


Di pandanginya wajah suaminya yg masih terlihat pulas padahal boong.


Ana mulai menyentuh hidung rehan perlahan kemudian menusuk nusuk dada bidangnya yg mulus, dia baru sadar kalau suaminya sangat perfect.


Rehan ingin sekali tertawa namun ia ingin tau ana akan melakukan apa lagi.


Ana tersenyum,, ia menempelkan telinganya di dada rehan.


ana bisa mendengar jelas suara jantung rehan yg sedang olahraga pagi.

__ADS_1


Ana tau kalau rehan hanya pura pura terpejam.


ia menggelitik rehan ...


" ahahaha....ampun..ampun......"


" kamu tu ya mas,,,, sekarang udah pandai berbohong.." ucap ana kesal.


" iya.. maaf..aku cuma penasaran kirain kamu mau apain aku,,eh gak taunya cuma di tusuk tusuk doang.." rehan terkekeh.


"ih.. paan sih.." ana mencubit perut rehan.


" aduh...sakit sayang,,,kamu hobi bgt nyubit perut aku,, lama lama robek ni perit.."


" biarin ,,,nanti ususnya aku bikin sup.." ucap ana cuek dan hendak bangun.


namun rehan mencegahnya.


pandangan mereka bertemu, dengan langsung menarik tengkuk ana dan menciumnya.


Ana kaget dan membelalak namun lama lama menikmati.( emang perempuan tuh malu malu meong).


rehan mulai memperdalam ciumanya, ana jga terlihat mulai membalas cuman rehan, membuat rehan semakin ingin melakukan lebih.


namun tiba tiba ana melepas ciuman mereka.


" ayo kita sholat mas.." beranjak meninggalkan rehan.


rehan masih berusaha mengatur nafasnya, dengan perasaan tidak lega.


ana keluar dari kamar mandi, ia melihat rehan duduk di tepi ranjang, dan memijit keningnya.


" mas,,,, kamu kenapa," tanya ana tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


"aku gak papa ,,cuma pusing sedikit,," kemudian beranjak menuju kamar mandi.


__ADS_2