
setelah selesai sarapan Andre pergi ke rumah sakit seperti biasa, tak lama setelah Andre pergi Anita menyusul. Setibanya di rumah sakit Andre keluar dari mobilnya sambil membuka hpnya karena ada beberapa pesan dan panggilan yang ia abaikan tadi sewaktu menyetir, tanpa ia sadar kalau kini ia berada tepat ditengah jalan. tiba tiba..
"kak Andre Awaaaaas !" teriak Anita sambil mendorong Andre
BRAAAKKK
Tubuh Anita terlempar jauh ke tepi jalan karena saking kencangnya mobil itu menghantam tubuh Anita. kini jas putih yang ia kenakan berubah menjadi merah karena darah yang mengalir dari luka luka di tubuhnya dan kini iapun tak sadarkan diri.
"ada apa itu ?" tanya Haris
" cepat bawa blankar ! ayo cepat !" kata seorang perawat
Haris pun mendekati kerumunan orang orang itu, alangkah terkejutnya ia melihat Anita tergeletak bersimbah darah dan tak sadarkan diri.
"Anita !" kata Haris
" Anita ! Anita bangunlah !" kata Andre panik
Anita pun segera dibawa ke IGD untuk mendapatkan penanganan. Haris adalah dokter yang membantu menangani Anita di IGD.
Kini Anita terbaring lemah tak berdaya dengan berbagai peralatan medis yang terpasang di tubuhnya. Tak lama kemudian Haris keluar dari ruangan.
"maaf Dr. Anita mengalami benturan keras di kepala hingga membuatnya koma !" jelas Haris
" apa sudah bisa dijenguk ?" tanya Andre
" bisa !" jawab Haris
tanpa mnghiraukan luka di tangannya yang masih berdarah Andre masuk kedalam kamar rawat Anita.
"bangunlah Anita !" kata Andre
" kamu itu bodoh ! benar benar bodoh ! kamu rela terluka bahkan mengorbankan nyawa hanya demi menyelamatkan aku ! bangunlah, ayo bangun !" kata Andre bernada tinggi
Kini dua minggu sudah Anita dirawat tapi masih belum sadar juga.
Kini Andre merasakan hari harinya menjadi sepi tanpa ada Anita. biasanya suasana rumah yang sepi akan jadi hangat kalau ada Anita. Setiap pagi harus sarapan sendiri, menyiapkan sarapan sendiri, sendirian di rumah membuat Andre merasa tidak betah berlama lama di rumah.
__ADS_1
Usai sarapan pagi itu Andre segera berangkat ke rumah sakit seperti biasa. tepat pukul 11.30 waktu istirahat tiba Andre pergi menuju pantry untuk membuat kopi, tapi di tengah jalan ia diberi kabar kalau Anita telahh sadar.
"Dr. Andre ! Dr. Anita sudah sadar dok !" teriak Mawar
Dengan cepat Andre berbalik dan lari menuju kamar rawat Anita.
"kamu sudah sadar !" kata Andre
"hmmm" Anita tersenyum
"kamu itu bodoh ! benar benar bodoh ! mengorbankan nyawa sendiri demi menyelamatkan orang lain !" kata Andre
" kamu bukan orang lain ! kamu adalah suamiku. kamu tidak apa apa kan ?" tanya Anita
" tidak, hanya luka sedikit !" jawab Andre
"syukurlah !" kata Anita
perkataan Anita tadi membuat Andre kaget, disaat baru sadar saja ia masih mencemaskannya padahal selama ini ia hampir tidak menganggap Anita sebagai istrinya. tapi itu tetap tidak bisa mengubah sikap acuh dan dingin Andre sedikitpun.
"iya ma !" jawab Anita dengan wajahnya yang pucat
"maaf bu, Dr. Andre saya mohon izin untuk memeriksa Dr.Anita dulu ! silahkan menunggu diluar !" kata Dr. Dian
"iya baik dok !" jawab Kania
diluar ruangan Kania menunggu hasil pemeriksaan dengan cemas, sedangkan Andre terlihat lebih santai duduk di kursi sambil membuka hpnya.
"Dr. Anita bagaimana sekarang keadaanya ?" tanya Dr. Dian
"ya beginilah dok ! rasanya masih sedikit sakit !" jawab Anita
"oh, iya ! minggu kemarin harusnya anda kemo, tapi berhubung anda koma jdi tertunda kata Dr. Dini" kata Dr. Dian
" kalau boleh lakukan saja sekarang dok !" kata Anita
" tapi bagaimana kalau keadaan anda menurun ?" tanya Dr. Dian
__ADS_1
" saya akan baik baik saja !" jawab Anita
" baiklah ! saya akan segera mengabari Dr. Dini dan menyiapkan keperluannya !" kata Dr. Dian
salah seorang perawat datang ke ruangan Anita dengan membawa obat untuk kemo, dan Anita pun langsung menjalani kemo hari itu juga.
Dr.Dian pun keluar dari ruangan Anita dan memberi tahukan pada Andre dan Kania kalau Anita sedang istirahat jadi tidak boleh ada yang mengganggu.
Kemo kali ini membuat rambut Anita rontok.
beberapa hari setelah Anita sadar, giliran kedua orang tua Anita datang untuk menemani Anita.
"nak, kerudungnya mama ganti ya !" kata Ayu
" iya mah !" jawab Anita
" astaghfirullah ! rambutmu kok rontok seperti ini nak !" kata Ayu kaget
" rontok ? ah itu sudah biasa mah, rambutku memang sering rontok !" jawab Anita menutupi kebenaran yang terjadi
" ibu, bapak ! mohon maaf apa bisa menunggu diluar ? pasien akan segera diperiksa !" kata perawat
" iya !" kata Ayu
" eh tante ! tante mama nya Anita kan ?" tanya Haris
"iya, ini siapa ya ?" tanya Ayu
" ini Haris tante, teman Anita dulu sewaktu di SMA !" jawab Haris
" oh, Haris yang sering main ke rumah ya ? ternyata Haris juga sekarang seorang dokter ya !" kata Agung
" iya om, tante ! tapi maaf saya harus segera memeriksa Anita !" kata Haris
"oh, iya silahkan !" jawab Ayu dan Agung
Haris pun masuk ke dalam kamar rawat Anita ditemani seorang perawat, sedangkan kedua orang tua Anita menunggu diluar.
__ADS_1