
Entah apa yang Andre fikirkan kini hingga ia membiarkan Anita pergi ke kamar sambil menangis seeperti sekarang. tapi yang jelas Andre tidak bisa menahan emosinya.
" seperti biasa, aku marahi langsung menangis dan kabur !" kata Andre geram
Andre duduk kembali di kursi meja makan, sejenak ia berfikir apa yang di lakukannya itu akan menyakiti hati Anita. Tapi disisi lain Andre merasa kecewa dan marah pada Anita.
Andre tidak menghabiskan makanan yang di makannya itu, ia kini pergi ke kamarnya untuk menenangkan diri. sedangkan Anita mengunci rapat rapat pintu kamarnya dan terus menangis.
Ini adalah keli kedua Andre marah dan membentak Anita selama mereka menikah. walaupun awalnya pernikahan mereka tidak dilandasi dengan rasa cinta tapi selama ini hubungan mereka baik baik saja.
Tapi semenjak Andre tahu Haris adalah mantan pacar Anita dulu ia menjadi berubah. Andre selalu merasa cemburu saat melihat Anita dekat dengan Haris.
bagaimana tidak cemburu, Haris adalah mantan pacar pertama Anita dulu. Ditambah lagi kini mereka bekerja di tempat yang sama.
Malam hari Andre turun dari kamarnya untuk mengambil air minum ke dapur. Dilihatnya dapur sudah bersih dan beres, hanya saja piring bekas Andre makan tadi masih belum di cuci.
" piringnya hanya satu ?" gumam Andre pelan
" jadi Anita belum makan sama sekali !" tambahnya lagi
tapi Andre malah membiarkan Anita tidak makan sama sekali. Andre lebih memilih pergi kembali ke kamarnya, karena Andre tahu kalau ia berbicara dengan Anita ia takut tidak bisa menahan emosinya lagi seperti tadi.
Akhirnya Andre dan Anita tidur.
Pagi pagi Anita sudah bangun lebih dulu seperti biasanya. Sebelum berangkat ia mengerjakan pekerjaan di rumah sampai selesai semua, setelah beres barulah Anita akan pergi ke rumah sakit.
**********
kak, aku berangkat duluan ! maaf kemarin aku membuatmu marah !
**********
__ADS_1
pesan Anita pada Andre
Andre sudah menerima pesan dari Anita, dan ia hanya membacanya saja tanpa membalas pesannya sedikitpun.
Setelah selesai sarapan Andre langsung pergi ke rumah sakit seperti biasanya. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, hingga kini jam istirahat telah tiba.
Anita di ajak Haris dan Hani untuk membeli cincin untuk pertunangan Haris dan Hani yang akan di laksanakan dua hari lagi.
Awalnya Haris sudah masuk kedalam mobilnya bersama Hani, tapi Haris lupa membawa dompet. Haris pun keluar dari mobilnya dan segera mengambil dompet yang tertinggal di ruangannya.
Di dalam lift Haris tidak sengaja bertemu dengan Anita, akhirnya Anita dan Haris keluar bersama dan tiba di parkiran Haris dan Anita berbarengan masuk kedalam mobil Haris.
setelah membeli cincin Haris dan Hani mengajak Anita untuk makan siang bersama, dan setelah makan mereka kembali ke rumah sakit.
Tidak terasa kini waktu sudah sore. Anita pergi menuju mobilnya yang ada di garasi dan langsung pulang ke rumah. Sedangkan Andre sudah lebih dulu pulang, jadi Andre sudah santai berada di rumah.
Diluar terdengar suara mesin mobil, ya itu adalah mobil Anita. Anita keluar dari mobilnya dan langsung masuk kedalam rumah.
" waalaikumsalaam !" jawab Andre
" dari mana saja kamu jam segini baru pulang ? " tanya Andre ketus
" aku baru selesai memeriksa pasienku !" jawab Anita menundukkan kepalanya
" memeriksa pasien atau pergi berdua dengan MANTAN PACARMU itu ?" tanya Andre dengan penuh penekanan
" pergi berdua ? kapan " tanya Anita
" sudahlah jangan berbohong ! aku sudah tahu beberapa hari ini kamu berubah sikap terhadapku ! aku juga tahu kamu sering pergi bersama Haris kan ? sudahlah jangan mengelak lagi, aku sudah tahu semuanya ! akui saja !" bentak Andre
lagi lagi Anita menangis saat Andre membentaknya.
__ADS_1
" tapi aku tidak berbohong ! kalaupun aku pergi dwngan Haris, kami tidak pergi berdua kami bertiga dengan Hani !" jawab anita mulai merasa emosi
" sudahlah jangan berbohong dengan membawa bawa nama Hani. kamu akui saja kalau kamu selalu pergi berdua tanpa sepengetahuanku ! dan kamu juga senang kan, saat Haris memberimu makan siang hari itu ? buktinya kamu bisa ngobrol asik dengannya ! apa lagi alasanmu sekarang hah , apalagi ? " teriak Andre
" aku tidak seperti yang kau ucapkan barusan !" bentak Anita
" berani kamu bentak aku sekarang ?" Andre terus membentak Anita
" iya, karena kamu sudah keterlaluan padaku !" teriak Anita
" kamu atau aku yang keterlaluan hah ?" bentak Andre lagi
" kamuuu !" teriak Anita
pllakkkkk
Tanpa sadar Andre menampar pipi Anita. Anita masih terus mwnangis sambil memegangi pipinya yang baru saja di tampar oleh Andre
" beraninya kamu membentak suamimu sendiri ? apa itu yang di ajarkan orangtuamu hah ? sehingga kamu berani pada suamimu seperti ini ?" teriak Andre lagi
" jangan bawa kedua orang tiaku kedalam masalah ini !" balas Anita
" Baru kali ini aku di tampar, bahkan orang tuaku sekali pun tidak pernah memarahiku apalagi menamparku seperti ini ! aku sudah lelah menahan emosiku padamu ! aku tahu kamu masih menyimpan barang barangmu saat berpacaran dengan Dr. Anggita dulu dan diam diam kamu juga selalu dekat dengannya dibelakangku ! aku tahu itu semua !" teriak Anita
" kau, beraninya padaku ?" kata andre geram dan mulai mengepalkan kedua tangannya
" iya, aku berani. dan aku tidak bisa seperti ini terus !" jawab anita langsung pergi ke kamarnya
Anita langsung berlari ke kamarnya, ia mengambil koper dari dalam lemari dan mengemasi semua pakaian dan barang barangnya yang ada di kamar sambil menangis tersedu sedu.
Sedangkan Andre kini ia duduk di kursi sambil memandang telapak tangannya yang dipakai untuk menampar Anita. Ia merasa kecewa pada dirinya sendiri karena tidak bisa mengendalikan emosinya hingga ia menampar Anita.
__ADS_1